Tak Ada Emas Benar-benar Murni 24 Karat (100% emas). Emas murni sekalipun masih terdapat kandungan logam2 lain seperti perak, platina, tembaga dalam jumlah relatif kecil.
Menanam dan/atau mengkonsumsi sayur2an tak akan lepas dari pembunuhan: cacing, serangga, ulat, bakteri. Kegiatan sehari2 pun seperti mencuci, mandi, memasak, dll hampir tak mungkin 100% terlepas dari matinya makhluk hidup. Dalam mengambil keputusan sulit jika lebih banyak bermanfaat atau berefek baik (katakanlah >70% baik sisanya buruk, dalam hal ini tanpa bermaksud menetapkan standar ukuran baik), maka keputusan itu laik dijalankan. Jika dalam kondisi ekonomi yang buruk, memakan nasi yang di dalamnya terdapat sedikit pasir masih dapat dikatakan makan nasi, bukan makan pasir. First Thing First! Hidup berkelanjutan, kemajuan kadang harus dicapai dengan bertahap. Pembenahan dapat dilakukan seiring waktu berjalan. Pembunuhan sebisa mungkin dihindari. Keserakahan dibenarkan sebatas mengatasi semangat hidup yang kendur bahkan cenderung malas, seperti morfin yang bermanfaat saat kondisi tubuh terluka parah. Salam, Yadi Go. [EMAIL PROTECTED] wrote: Nah, anggapan bahwa pertanian lebih sesuai dengan semangat Buddhisme daripada peternakan (dalam hal ini sapi perah) itu yang saya maksudkan terlalu idealis. "Chuang" <[EMAIL PROTECTED]> Others, 09/13/2007 02:29 AM Sent by: [email protected] To: <[email protected]> cc: Subject: Re: [MABINDO] Vihara Sebagai Penggerak Ekonomi Umat Apanya yg tidak realistik dgn bidang pertanian? Misalnya, jika di lingkungan wihara diberi ruang utk sebuah kebun tanaman hias, bukankah selain tanaman tsb dapat dijual juga sekaligus kebun tsb dapat memperindah lingkungan wihara? Atau jika terdapat kebun tanaman obat2 keluarga, tentu sangat selaras dgn semangat Buddhisme yang menghargai kehidupan, bukan? Terlalu idealis bagaimana, ya? Menurut saya, bidang pertanian lebih membumi dan sesuai dgn semangat Buddhisme ketimbang pertenakan, Salam Chuang PuzzleBali http://baliedu.blogspot.com ----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Tuesday, September 11, 2007 9:30 AM Subject: Re: [MABINDO] Vihara Sebagai Penggerak Ekonomi Umat > Tetapi apakah itu tidak berarti kita menjadi terlalu idealis dan tidak > realistis? > > > > > > > > > > "Chuang" <[EMAIL PROTECTED]> > Others, 09/10/2007 10:14 PM > Sent by: [email protected] > > To: <[email protected]> > cc: > Subject: Re: [MABINDO] Vihara Sebagai Penggerak Ekonomi > Umat > > Mungkin yg lebih cocok utk lingkungan wihara dan Buddhisme adalah bidang > pertanian, bukan peternakan. Bisa berupa kebun sayur, tanaman hias, atau > tumbuhan bernilai ekonomis lainnya. Dan terutama, harus berupa konsep > pertanian organik supaya selaras dgn semangat Buddhisme yg menghargai > kelestarian alam. > > Salam > > Chuang > PuzzleBali http://baliedu.blogspot.com > ----- Original Message ----- > From: <[EMAIL PROTECTED]> > To: "Mubi Milis" <[EMAIL PROTECTED]>; "Mabindo Milis" > <[email protected]>; "Milis SamaggiPhala" > <[EMAIL PROTECTED]>; "Buddha Vacana" > <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Monday, September 10, 2007 1:29 PM > Subject: [MABINDO] Vihara Sebagai Penggerak Ekonomi Umat > >> Mohon pendapat rekan sekalian. >> Mengingat banyak umat Buddha di pedesaan yang masih rendah tingkat >> perekonomiannya, adalah sangat baik jika vihara menjadi penggerak roda >> perekonomian umatnya, dan tidak hanya bergantung pada umat. >> Jika kita melongok ke pertapaan trapis rowoseneng, kita akan menemukan >> bahwa dalam kompleks biara tersebut akan ditemukan peternakan sapi perah >> yang menghasilkan susu sebanyak 600 liter per hari, 3/4 bagian dari susu >> tersebut dipasarkan ke masyarakat, 1/4 bagiannya dioleh menjadi keju dan >> yoghurt bermutu tinggi. >> Pertanyaannya adalah apakah hal yang sama diperbolehkan diterapkan dalam >> kompleks vihara? >> Maksud saya adalah apakah dimungkinkan memelihara sapi perah dalam >> kompleks vihara (atau mungkin bukan dalam kompleks tetapi intinya >> sapi-sapi tersebut adalah milik vihara). Apakah mengambil susu sapi >> termasuk eksploitasi yang tidak dapat diterima dalam ajaran Buddha >> (sehingga tidak pantas jika hal tersebut dilakukan dalam kompleks > vihara, >> atau oleh vihara, atau bahkan oleh umat Buddha)? >> Mohon pendapat rekan sekalian. >> > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** > > ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** > Yahoo! Groups Links > > > [Non-text portions of this message have been removed] --------------------------------- Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos & more. [Non-text portions of this message have been removed]
