----- Original Message ----- 
From: Haryo Ardito
Sent: Monday, 25 August, 2008 09:09



 
Bulu Angsa

Pada abad ke sebelas ketika itu Bao Zheng seorang hakim yang dikenal adil dan 
bijaksana pada jaman Dinasti Song Utara sedang menangani sebuah kasus fitnah 
yang dilakukan oleh seorang warga kota Kaifeng di Provinsi Henan karena 
persaingan usaha.  Pria separuh baya itu telah terbukti menyebarkan kata-kata 
fitnah yang sangat merugikan pengusaha lainnya.

 

Didalam persidangan Hakim Bao menjatuhkan hukuman denda sebesar seratus tael 
perak dan jika tak sanggup membayar maka sebagai gantinya harus mendekam di 
penjara selama satu tahun.

 

Pria terdakwa itu menangis tersedu-sedu mohon ampun seraya meminta keringanan 
hukuman.

"Baiklah" kata Hakim Bao "Kamu akan mendapatkan keringanan hukuman namun ada 
syarat yang harus kamu lakukan."

"Apa itu yang mulia?" Tanya pria itu penuh harap.

Hakim Bao meminta para pengawal untuk membawa pria itu ke sebuah dataran diatas 
sebuah bukit dimana angin berhembus dingin dan kencang.

Kemudian salah satu pengawal mengeluarkan sebuah kantung kecil berisi segenggam 
bulu angsa.

"Bulu-bulu angsa ini akan disebarkan dan tugas kamu adalah mengumpulkan 
sebanyak-banyaknya bulu-bulu angsa itu, setiap helai bulu angsa bernilai satu 
tael perak.

 

Saat kantung dibuka, maka bulu-bulu angsa itu langsung beterbangan tinggi 
disapu angin yang bertiup sangat kencang.  Pria itu bergegas berlari kesana 
kemari berusaha menangkap bulu-bulu angsa itu.

 

Alhasil setelah beberapa jam, pria itu hanya memegang dua helai bulu angsa 
ditangannya.  Dengan lunglai pria itu pun menerima keputusan hukuman yang telah 
dijatuhkan oleh Hakim Bao.

 

"Bulu-bulu angsa itu ibarat kata-kata yang telah kau ucapkan, seperti halnya 
bulu-bulu angsa yang beterbangan dan sungguh tidak mudah untuk ditangkap 
kembali, sama dengan kata-kata yang terlanjur kau keluarkan dari mulutmu, 
sungguh sulit untuk menariknya kembali" kata Hakim Bao

"Lain kali berhati-hatilah dalam berucap" kata  Hakim Bao menutup persidangan.

 

http://www.andriewongso.com/awartikel-1843-Artikel_Tetap-Bulu_Angsa



http://www.haryoardito.com/events/





 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke