---------- Forwarded message ---------- From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: Aug 26, 2008 11:42 AM Subject: [buddhavacana] Penggalangan Dana Untuk Bunga (Was: PSK Ingin Lepas Dari Dunia Prostitusi) To: Milis SamaggiPhala <[EMAIL PROTECTED]>, Buddha Vacana [EMAIL PROTECTED]
Yang ingin berdana untuk membuka jalan bagi Bunga, bisa mentransfer ke account berikut. BCA. an. Edi Sugino ac. 5270348523 BII an. Edi Sugino ac. 1174113160 Setelah transfer dimohon dengan sangat untuk dapat informasikan pada saya atau edi via sms atau email (salah satu saja) Abin Hp: 085746138868 Email: [EMAIL PROTECTED] Edi Sugino Hp : 081513001808 Email: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++ PSK Ingin Lepas Dari Dunia Prostitusi Namo Buddhaya, Sebetulnya agak sulit bagi saya untuk mengangkat kasus ini di forum ini, karena mungkin akan ada yang berpandangan negatif terhadap saya berhubung saya jalan-jalan (bukan jajan-jajan) ke Dolly & Jarak, dua lokalisasi terkenal di Surabaya. Tapi biarlah, mungkin ini sebuah resiko yang harus diambil. Hari Sabtu kemaren, setelah cangkruk dengan teman-teman di sebuah kafe pinggir jalan di daerah Basra, Surabaya hingga lewat tengah malam, saya sempatkan bertandang ke rumah almarhum Aris di kawasan lokalisasi Dolly (baca posting berjudul Aris Telah Pergi Menyusul Belahan Jiwanya, Melly). Kedatangan saya hanya bermaksud bersilaturahmi dengan orang tua dan kakak Aris. Istilahnya sekedar say hello, karena dulu sewaktu Aris masih hidup, saya juga sering mampir bermain ke rumahnya. Suasana di lokalisasi Dolly agak sepi, kemungkinan karena tanggal tua. Saya tidak lama-lama di rumah Aris (persis di belakang wisma milik Aris) karena pembicaraan masih seputar kematian Aris sehingga suasana menjadi tidak nyaman. Setelahnya saya pamit lalu mampir ke kos Ari (Asyari) di kawasan lokalisasi Jarak. Kedua lokalisasi ini memang berdekatan. Ari bekerja sebagai tukang kredit yang menyuplai kebutuhan perawatan tubuh dan kecantikan (mulai dari alat kosmetik sampai breast holder alias BH) bagi PSK-PSK di lokalisasi tersebut. Mungkin rekan sekalian baru tahu kalau ternyata ada profesi seperti ini. Tapi inilah realita kehidupan. Saya cukup lama di tempat Ari. Hingga akhinya, perbincangan kami berujung pada cerita Ari mengenai seorang PSK yang sudah lama dikenalnya. Sebut saja Bunga. Bunga merupakan salah satu pemakai jasa kredit Ari. Bunga berasal dari daerah Banyumas, Jawa Tengah, demikian juga Ari, karenanya tidak heran keduanya akrab. Menurut cerita Ari, Bunga menjadi PSK karena dijual oleh suaminya. Setelah dinikahi bawah tangan (siri) tahun 2003 lalu, Bunga diajak ke Surabaya. Namun ternyata setelah tiga bulan, Bunga dijual ke Dolly. Suami Bunga saat ini sudah tidak jelas keberadaannya. Hingga saat ini, keluarga Bunga tidak mengetahui keadaaan Bunga yang sebenarnya. Ada berbagai pengalaman dan perlakuan yang cukup mengundang rasa kasihan yang dialami oleh Bunga (baik dari pembeli maupun dari germo), yang juga lazim dialami oleh PSK, namun kayaknya kurang etis untuk dibeberkan di sini. Bunga sering curhat ke Ari mengenai keinginannya untuk keluar dari lokalisasi tersebut, mencari kerja, dan pulang ke desanya. Namun hari ini, 5 tahun lebih sudah lewat, keinginan tersebut belum juga terwujud. Bunga dijual suaminya seharga 5 juta rupiah, jadi minimal Bunga harus membayar seharga tersebut untuk melepaskan diri dari germonya. Namun pada kondisi ekonomi yang semakin sulit, pemakai jasa semakin berkurang, pendapatan dan setoran semakin kecil, Bunga kini malah memiliki hutang sebesar hampir 3 juta rupiah pada germonya. Lilitan hutang sering terjadi pada bulan puasa, lantaran lokalisasi tidak beroperasi selama sebulan penuh, otomatis para PSK tidak memiliki penghasilan apa-apa selain mengandalkan tabungan selama 11 bulan sebelumnya, itupun kalau ada. Jika tidak ada, maka satu-satunya solusi adalah mengandalkan pinjaman dari germonya. Pada penggalangan dana amal terakhir, saya sudah menyatakan akan berhenti dulu karena saat ini waktu dan tenaga saya sangat minim. Namun, kasus ini cukup menarik perhatian saya sehingga saya merasa perlu mengangkatnya. Kebetulan saya sedang liburan semester dan perkuliahan baru akan mulai lagi pertengahan bulan September depan. Tadi sekitar jam 11 siang saya ke kos Ari dan bersamanya pergi ke wisma tempat Bunga. Bunga terlihat kusut karena baru bangun tidur. Prosesnya agak rumit, karena Ari harus menjelaskan ke Bunga bahwa dia telah menceritakan semua ke saya tanpa seijin Bunga, dan setelahnya saya harus meyakinkan Bunga bahwa identitas dirinya tetap akan dirahasiakan. Walau sulit, tapi saya tekankan padanya juga bahwa saya tidak menjanjikan apa-apa, termasuk tidak menjanjikan bahwa saya pasti bisa membantunya keluar dari situ. Seperti janji saya pada Bunga, seluruh jati diri Bunga tidak dapat saya sampaikan, termasuk nama aslinya. Hanya ini yang dapat saya lakukan, selebihnya saya serahkan pada rekan-rekan sekalian di sini. Jika ada cukup banyak rekan yang ingin membantu menyelesaikan kasus ini dan memberi kesempatan baru pada Bunga, saya baru akan memfasilitasi penggalangan dana, apalagi mengingat dana yang dibutuhkan untuk menebus dan membayar hutang Bunga cukup besar. Malam minggu depan, saya akan kembali ke sana dan menginformasikan apakah ada jalan keluar bagi Bunga atau tidak. Jika ada, saya akan ajak Ari untuk berbicara dengan germonya. Namun jika tidak, saya yakin Bunga bisa memakhluminya. Abin Adika Ranggala [Non-text portions of this message have been removed]
