---------- Forwarded message ---------- From: Agus Santoso <[email protected]> Date: 2009/1/31 Subject: Report: Ch'an 7 di Jogja (3) To: ramu dharmajala <[email protected]> Cc: tony dharmawan <[email protected]>, Robby C < [email protected]>, ZiHao Chen <[email protected]>, Chang Tho Shi <[email protected]>, Nyanagupta <[email protected]>, Yenny < [email protected]>, Junarto M Ifah <[email protected]>, siwu < [email protected]>, Liana chia <[email protected]>, Juliani < [email protected]>, Merita123 <[email protected]>, [email protected], Tonny Chua <[email protected]>, yessy ayu < [email protected]>, sanjaya <[email protected]>, ekayana <[email protected]>, Sri Lestari <[email protected]>, Susi <[email protected]>, [email protected], Surjadi Harjadi <[email protected]>, Aphin DJ < [email protected]>, victor alexander <[email protected]>, Suhendra Sulistyo <[email protected]>, Agus Santoso <[email protected]>
Ch'an 7 di Jogja dg Guojun Fashi Januari 2009 Sang teacher: Guo Jun Fashi Di sharing penutupan sy memberi komentar ttg *teacher* retret ini, yakni GJFS. Kpd audiens sy cerita bhw, sy kenal dg GJFS sudah sejak 6 atau 7 tahun lalu (?) ... [Guo Jun Shifu spontan menukas dari ujung sana menunjukkan isyarat angka "7" memakai jari-jari tangannya :)]. Sy kenal beliau lama akan tetapi tak pernah sempat menyaksikan performance beliau dalam membimbing retret. Tahun kemarin yg retret 3 hari di Parakan memang bagus sekali, tp mungkin waktu itu terlalu mepet waktunya dibanding kali ini. Di Jogja Ch'an 7 ini, Woow... performance Shifu Guojun sungguh ruarrrr biasa ! Istimewa. Tidak ada kata2 yg sepadan buat mengungkapkannya. Barangkali memang *causes & conditions* nya juga sudah matang, cocok. Ruarrr biasa ! ... - Bbrp tahun lampau, sy mendengar bbrp *a'ie-a'ie *(ladies) di New York Ch'an Center mengatakan bhw Shi-kung Shengyen sangat sayang serta penuh perhatian khusus kpd GJFS. Sekarang sy baru tahu alasan kenapa Shikung bersikap begitu :) Sebagai guru, GJFS memang punya *genuine inner quality*, bukan sekedar foto-kopian. Teknik yg diajarkannya pun orisinil. GJFS dg sangat sabar mem-*breakdown* metode yg paling dasar menjadi pecahan2 step2 kecil yg rinci, shg sangat bisa diakses oleh siapapun. Jaman dahulu di New York, ketika sy belajar *following the breath* dg Shi-kung Shengyen, beliau akan bilang, "Kalian tahu, kenapa kalian tidak bisa? Itu tak lain karena kalian malas (*lazy*) ! Kalau urusan begini aja kalian tidak bisa, dah sy tak bisa lagi nolong kalian !" ... Waduh, duh ... Sy jauh-jauh dari Jogja, terbang 26 *hours flight* melewati setengah lingkaran dunia, masih dikatain *lazy !* ... - Kita di Indo sungguh beruntung punya kesempatan belajar dg GJFS. Beliau pun nampak antusias dan bener2 memperjuangkan buat kepentingan kita semua. GJFS sampai bilang di penutupan, "Kalau sy bisa punya usia buat mengajar 20 tahun lagi [kok cuma 20 tahun sih?], sy yakin di Indo bakal akan ada generasi penerus ke 2 atau bahkan ke 3 ..." Beliau juga bilang, "Ya siapa tahu? Siapa tahu sy mati besok pagi ... Siapa tahu ini adalah perjumpaan terakhir kita ... Jadi gunakanlah waktu buat berlatih sebaik2nya ..." ... Ketika berpisahan di airport Jogja, sy bilang dua kali ke GJFS, "Shifu, please do exercise. It's not for you, it is for us ! :)" ... Shifu Guojun bilang, "Yeah, yeaah ... besok sy akan olahraga ...:)" Zen Mind, Beginner's Mind - Di sharing sy juga mengucapkan syukur kpd GJFS atas instruksinya ttg natural-awareness. Sebelumnya sy hanya tahu satu2nya cara mengakses awareness adalah dg intensi, bahkan dg kekuatan otot-fisik kalau perlu. Kebetulan di tahun 2000, sebelum retret Ch'an New York pertama sy, sy mempelajari Zen Jepang lewat buku "*Zen Training*" karya Katsuki Sekida. Sy melatih memanipulasi nafas untuk mencapai *samadhi---*dg teknik nafas yg disebut *bamboo breathing*.* *Guna men-stop *wandering thoughts *bahkan kalau perlu nafas ini kita perlambat, perlambat, dan diperlambat, sampai hampir berhenti, atau hentikan jika memang perlu. Silakan coba hentikan nafas bbrp puluh detik, pastilah pikiran mengembara bakal susut atau berhenti. Pikiran diperkosa, diseret, dipaksa untuk hadir di-sini, sekarang. Ya kalau kehabisan udara, mana sempat kita mau ngelamun2 lagi?! :) - Di samping dg memanipulasi nafas, sy dulu juga biasa menggunakan fisik buat menghentikan pikiran khayal. Sy bbrp waktu melatih diri duduk menghadap tembok, bagai pegulat sumo, secara mental bersiap melontarkan seluruh bobot tubuh ini buat menghajar lawan di hadapan sy. Caranya dg melatih menghentakkan otot lower abdomen, menyentak otot di antara anus dg kemaluan. Effeknya buat awareness memang instan, tapi ya itu--seperti yg sudah sy ceritakan di depan, yg ini adalah cara paksa. Sedang yg diajarkan oleh GJFS sungguh cara yg lain. Cara beliau sangat lembut dan natural. Dan tentu saja cara GJFS lebih aman dan sehat. Ibarat ilmu perang, GJFS minta kita sabar, tekun, rajin mengepung rapat benteng lawan hingga benteng tsb jatuh dg sendirinya tanpa kita menembakkan satu butir peluru pun. Dlm seni-perang hal ini disebut sbg *indirect-approach*. Suatu cara yg butuh kecerdasan. Sedang cara *direct-approach* adalah cara yg lebih mengandalkan pada otot. GJFS condong cara indirect approach yg lebih cerdas dan hemat enerji, serta mengajarkan bagaimana memainkan kombinasi kedua teknik tersebut. Sy kemudian menganjurkan ke sesama sahabat veteran sy, ko Robby, punyailah "Zen mind, beginner's mind." Mari bersikap tulus, humble & sepenuh hati dlm belajar dan berlatih. Dan sebenarnya "*Zen mind, Beginner's mind*" adalah judul buku Zen yg paling populer di Barat. Buku tsb karya Shunryu Suzuki Roshi, seorang guru Zen Soto school yg dihormati oleh Shi-kung Shengyen. (bersambung) [Non-text portions of this message have been removed]
