---------- Forwarded message ----------
From: [email protected] <[email protected]>
Date: 2009/2/5
Subject: Remembrance Shifu Shengyen (1)
To: ramu dharmajala <[email protected]>, "
[email protected]" <[email protected]>,
[email protected]
Cc: tony dharmawan <[email protected]>, ZiHao Chen <
[email protected]>, Chang Tho Shi <[email protected]>,
Nyanagupta <[email protected]>, Yenny <[email protected]>, siwu <
[email protected]>, Liana chia <[email protected]>, Juliani <
[email protected]>, Merita123 <[email protected]>, "
[email protected]" <[email protected]>, Tonny Chua <[email protected]>,
yessy ayu <[email protected]>, Wilis Rengganiasih <[email protected]>,
sanjaya <[email protected]>, ekayana <[email protected]>, Sri Lestari <
[email protected]>, Susi <[email protected]>, "[email protected]"
<[email protected]>, Aphin DJ <[email protected]>, Suhendra Sulistyo <
[email protected]>




Kemarin tgl 3 Februari 2009, jam setengah empatan, handphone saya
berdering--saya lihat nomernya dari luarnegeri, 21111111..  Suara dari sana
kurang jelas--rupanya Changtuo Fashi--setengah bebisik, "Pak Agus, Shifu ...
Shifu sudah tidak ada ..." Saya bingung, Changtuo Fashi segera menukas, "Dah
ya, ini gong panggilan sudah dibunyikan, kami segera berkumpul ..."

Saya rada linglung. Pertama-tama saya mencoba menelpon Samanera Nyanagupta,
tidak berhasil. Rupanya beliau sedang dalam perjalanan pesawat (?). Kedua
saya menelpon Bhante Vimala, ketika beliau mengangkat telpon, saya *
speechless*--emosional ... --beliau memberikan kata-kata penghiburan ...
Setelah agak tenang beberapa jenak, saya mulai mengabari kawan-kawan via
sms. Pakai sms rombongan sekaligus, nampaknya ada beberapa yang gagal kirim.
Saya coba ulang-ulang lagi.

Bhante Pannya langsung menjawab sms, "Kehilangan besar, P. Agus. Tetapi
dengan praktik Dharma dengan baik, adalah cara terbaik menghormat beliau
sepanjang masa."
Bhante Pannya tahun 2001 (?) jumpa dengan Shifu di acara World Religious
Leaders, di Bangkok. Seingatku, ketika Bhante menunjukkan undangannya, suatu
sore di wisma Bhante di Jombor, Jogja, tertulis yang mengundang adalah Shifu
Shengyen.

Suhu Xuehua sms, "Sarva Sankhara Anitya ... turut berduka citta atas
wangssen-nya guru besar Zen, Master Shengyen. Yang telah meninggalkan ajaran
Zen, semua kebaikannya Beliau. Kami doakan Beliau terlahir di alam Bahagia
yang Beliau tentukan. Omitofo ..."
Suhu Xuehua pernah ikut New York winter Ch'an Huatou disambung Silent
Illumination Retreat, tahun 2003 (?).
Sms saya ke Suhu Xuece rupanya nyasar ...

Adik saya, Ninik, menjawab sms, "*Wah gela aku. Pingin isa weruh wis
kepancal. Biyen pingin melu tak tunda terus jebul wis 7 tahun. Ora krasa.*"
Saya sms balik, "9 tahun, bukan 7 tahun (!)" Adik saya menjawab, "Lho
kemarin Guojun Fashi *kan *bilang dah kenal 7 tahun?", "*Lha* ya dengan GJFS
7 tahun, tapi dengan Shifu Shengyen saya jumpa duluan, [hampir] 9 tahun."

Istri saya dan Yoko mendorong saya untuk berangkat ke Taiwan. Travel agent
bilang, ngurus visa Taiwan butuh 4 hari kerja; model visa *on arrival* tidak
boleh. Ada beberapa kawan, ko Robby, ko Eric, dll yang sudah pesan ingin
ikut pergi bareng.

 Sobat-sobat Dharmajala akan mengadakan puja sadhana Avalokitesvara,
malamnya. Saya tidak tahu dan tidak bisa cara puja bakti, jadi petang itu
saya masih pergi olahraga sembari handphone tetap saya gembol.
Ko Junarto bilang akan melakukan namaskara di hotel nanti malam. Mungkin ia
sedang travelling. Saya ikut-ikutan dia saja nanti malam, namaskara dan *
nienfo*.
Tiba-tiba handphone kembali berbunyi dengan nomer LN lagi, Changtuo Fashi.
Beliau bilang bahwa Shifu sudah wanti-wanti ke murid-murid agar jenasahnya
dibakar cepat, mungkin hari ke-3, dan seandainya sampai ada keluar relik dan
sejenisnya agar langsung digilas hancur saja, buang, tidak disimpan !

Saya ada sms-an dengan Bhante Pannya malam itu. Beliau ada sms sbb, "Dharma
yang beliau ajarkan dan keteladanan yang beliau berikan jauh lebih mulia
dari relik (yang sebenarnya hanyalah sisa jasmani saja/*rupakkhandha*).
Almarhum Acharn Buddhadasa juga mempunyai pesan-pesan sejalan dengan Master
Shengyen." Saya jawab sms, "Namaskara Bhante ..."

Petang hari ini kami di Vihara Buddha Prabha mengadakan pujalaya. Dan untuk
Jumat minggu ini dan jumat depan kami akan mengadakan puja sederhana seperti
ini untuk menghormati Shikung Shengyen. Spiritnya sejalan dengan surat John
Crook, bahwa barangkali sebenarnya kita tidaklah perlu untuk mendoakan
Shikung, beliau tidak butuh didoakan, beliau sendiri tahu hendak
kemana, beliau t'lah bebas datang dan pergi sesuka hati. Puja bakti lebih
merupakan sarana praktik kita sendiri, sarana bagi kita untuk mengeksperikan
rasa-syukur kepada guru, membuat ikrar, dan membangkitkan afinitas bajik
dengan Buddhadharma.


Semoga bermanfaat.
Terimakasih.

deep humbly bow,
agus


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke