So gimana cara agar menghindari hal-hal seperti itu?
gimana agar kita juga bisa memiliki lebih banyak pengikut?
 
gimana kalo mengundang bikhu bikhu bule dari washington atau london, kita bisa 
pasang iklan di tv, di jalan jalan kayak agama lain.
itu bakalan seru deh
 
gan en
 
sugi



To: [email protected]: [email protected]: Fri, 6 Feb 2009 
01:21:47 -0800Subject: Re: [MABINDO] [info]: Hio di Altar Inkulturasi Katolik - 
GONG XI FA CAI



Cara mereka untuk menarik umat lain memang seperti itu.....lama2 mereka akan 
klaim menjadi milik mereka.Seperi meditasi, sekarang pendeta/pastor banyak yg 
latihan meditasi, mereka juga mengajarkan ke umat di gereja tapi dengan nama 
lain --- On Fri, 2/6/09, Feni <[email protected]> wrote:From: Feni 
<[email protected]>Subject: [MABINDO] [info]: Hio di Altar Inkulturasi 
Katolik - GONG XI FA CAITo: [email protected]: Friday, 
February 6, 2009, 3:12 PMHio di Altar Inkulturasi Katolikoleh A Jo Seng 
Bie(ANTARA News) - Seorang perempuan tua menjagai bara di turibulum atau bejana 
pedupaan di dekat pintu kiri altar, sementara tiga hio merah menyala di sebuah 
meja kecil di kanan atas altar kudus.Hari itu, Senin, 26 Januari 2009, semerbak 
misa di Gereja Santo Petrus, Batam, berbeda dari biasa karena mewangian dupa 
bukan hanya dari turibulum (bejana logam pendupaan) yang diayun-ayunkan, 
melainkan juga dari asap hio (dupa bergagang).Di atas meja, hio ditancapkan di 
antara Salib Yesus Kristus, dua lilin putih, bunga rangkai, serta setumpuk 
dodol dan jeruk.Pendupaan, berabad-abad dikenal Gereja Roma dalam tata liturgi 
(ibadat) di gereja sebagai pengiring kekhidmatan persekutuan umat dengan Tuhan 
Allah, kata Uskup Pangkalpinang Monsinyur Hilarius Moa Nurak SVD.Hio biasa 
digunakan umat Konghucu dan Buddha untuk bersembahyang kepada Thian (Sangdi, 
Yang Maha Tinggi) dan dewa-dewi di altar rumah maupun di kelenteng atau 
vihara.Dupa bergagang mulai dikenal di zaman kerajaan China berabad-abad 
sebelum ada penanggalan Masehi.Seperti kemenyan yang asapnya wangi, hio menjadi 
medium pengiring doa atau sembahyang.Orang Tionghoa pemeluk agama Katolik di 
Indonesia banyak akrab dengan hio sebab bertalian dengan leluhur atau saudara 
beragama Khonghucu dan Buddha.Dalam mengenang dan mendoakan orang tua, saudara, 
kerabat dan orang yang berjasa dan telah meninggal, pada Misa Perayaan Tahun 
Baru Imlek (TBI) 2560 di Gereja Santo Petrus, Batam, tiga hio dinyalakan."Pada 
setiap kali misa, gereja Katolik menyelenggarakan doa bagi yang telah 
meninggal. Kali ini dengan hio," kata Mgr Hilarius, pemimpin Tertinggi Gereja 
Katolik di wilayah Keuskupan Pangkalpinang (Provinsi Bangka Belitung dan 
Kepulauan Riau). Mengenai persembahan berupa dodol dan jeruk, kata Uskup, bukan 
untuk dikonsumsi dewa-dewi atau roh leluhur, melainkan ditujukan semata-mata 
kepada Yesus Kristus.Benda-benda seperti uang dan hasil panen, biasa 
dipersembahkan umat Katolik ke altar melalui pengurus gereja pada setiap kali 
perayaan Ekaristi sebagai wujud syukur atas rejeki dan perlindungan yang 
diterima dari Allah.Penggunaan hio, persembahan dengan dodol dan jeruk adalah 
bagian dari inkulturasi Gereja Katolik, kata Hilarius. Konteks dodol yang 
lengket dan manis, katanya, merupakan simbol rekonsiliasi orangtua dan anggota 
keluarga yang minimal setahun sekali berkumpul, menngucap syukur, saling 
memaafkan dan saling mendoakan untuk kehidupan yang lebih baik.Bentuk lain dari 
inkulturasi diwujudkan dengan pohon angpao, lampion dan hiasan dinding sosok 
shio kerbau. Ada pula nyanyian "Xin Nian Xin Shi Ming" pengiring waktu 
persembahan (kolekte), dan "Xin Nian Da Tuan Bai", ketika umat bersiap menerima 
komuni. Misa khusus itu kental suasana oriental. Bahkan, sembilan pastor yang 
dipimpin Uskup Hilarius, menggunakan jubah (capula) merah, warna dominan simbol 
suka cita, semangat dan pengharapan.Adapula beberapa peti berisi jeruk dan satu 
kotak 500 angpao yang dibagikan kepada umat setelah diberkati Uskup yang 
diawali dengan salam ucapan tahun baru setelah selesai ibadat inti.Bukan itu 
saja, saat membagi-bagikan jeruk kepada anak-anak, remaja, pemuda dan orang 
tua, Pastor Marcel Gabirel Projo, memberi salam dengan dua tangan di 
dada.Peserta Misa Perayaan TBI 2560 bukan hanya dari keluarga Katolik dari suku 
Tionghoa melainkan di antaranya juga dari suku Flores, Batak, Manado, dan 
Jawa."Baru kali ini Misa Perayaan Imlek di sini dipimpin langsung Uskup 
Pangkalpinang, " kata Pastor Kepala Paroki Santo Petrus Peter Brono Sarbini, 
SVD.Untuk mendekatkan tata cara dan pemaknaan melalui simbol-simbol tradisi 
Tionghoa, katanya, tim yang pada beberapa kali penyelenggaraan hanya 
meraba-raba, kini dibantu Pastor Martin Irawan SS.CC yang lebih 
mengerti.Anggota DPRD Kota Batam Bastoni Solichin yang beragama Katolik meski 
tidak memahami secara mendalam tentang makna perayaan Imlek namun meyakini 
sebagai tradisi yang baik sehingga perlu mensyukurinya dalam ibadat di 
gereja.Kegembiraan menyambut TBI ditandai dengan penyulutan petasan renteng 
oleh Uskup Pangkalpinang di halaman gereja, kemudian dimeriahkan atraksi 
barongsai, dan ditutup dengan makan siang bersama.(*)[Non-text portions of this 
message have been removed][Non-text portions of this message have been removed]






_________________________________________________________________
Windows LiveĀ™: E-mail. Chat. Share. Get more ways to connect. 
http://windowslive.com/explore?ocid=TXT_TAGLM_WL_t2_allup_explore_022009

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **Yahoo! 
Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke