--- On Thu, 3/5/09, Juan Ek Halim <[email protected]> wrote:
From: Juan Ek Halim <[email protected]>
Subject: Kekuatan Tanpa Kekerasan
To:
Date: Thursday, March 5, 2009, 6:29 PM
Mar 5, 2009 in Kisah Nyata
Berikut ini adalah cerita masa muda Dr. Arun Gandhi (cucu dari Mahatma Gandhi -
Pendiri Lembaga M.K.Gandhi)
Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua
di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah
kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan.
Kami tinggal jauh dipedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran
bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada
kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.
Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota
untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira
dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu
memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga
meminta saya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda,
seperti memperbaiki mobil di bengkel.
Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, “Ayah tunggu
kau disini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama.”
Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan
oleh ayah saya. Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar
terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu.
Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari
menunju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah
menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18:00.
Dengan gelisah ayah menanyai saya, “Kenapa kau terlambat?”
Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne
sehingga saya menjawab, “Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus
menunggu.” Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah
menelepon bengkel mobil itu. Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong.
Lalu ayah berkata, “Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau
sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran
pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke
rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya
baik-baik.”
Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai
berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan
jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka
selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di
belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayah hanya
karena kebohongan bodoh yang saya lakukan.
Sejak itu saya tidak pernah akan berbohong lagi.
“Sering kali saya berpikir mengenai peristiwa ini dan merasa
heran. Seandainya Ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum
anak-anak kita, maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran
mengenai tanpa kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas
hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu
tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa
kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa
kekerasan.”
Dr. Arun Gandhi adalah cucu Mahatma Gandhi dan pendiri Lembaga M.K.Gandhi
untuk Tanpa-Kekerasan
Pada tanggal 9 Juni 2005 ia memberikan ceramah di Universitas Puerto
Rico dan bercerita bagaimana memberikan contoh tanpa-kekerasan yang
dapat diterapkan di sebuah keluarga.
[Non-text portions of this message have been removed]