Pak Lius, 
Kalau pendapat anda demikian, mungkin lain kali kita harus berterima kasih 
kepada seseorang yang ingin mempopulerkan Buddha dengan menaruh Patung Buddha 
di tempat prostitusi, panti pijat dan lain2 tempat yang usahanya tidak sejalan 
dengan ajaran Buddha. Kita tidak usah peduli dengan hal2 demikian karena karma 
buruk kan ada pada empunya tempat.
Di Bandung, tempat saya tinggal, ada juga yang menggunakan nama Buddha sebagai 
merk usahanya, keren sekali terdengarnya yaitu Buddha Spa, tempat usaha untuk 
spa dan pijat di sebuah hotel di Setiabudi.
Walubi dan MBI mendatangi tempat tsb (tidak bersamaan), meminta agar nama 
Buddha tidak digunakan sebagai nama untuk usaha Spa dan pijat itu, kita meminta 
dengan hormat, tidak dengan marah2, kita tidak mengancam segala, tapi meminta 
cobalah menghormati agama Buddha dan penganutnya dengan mengganti nama Buddha 
Spa tersebut.
Beruntung, mungkin karena Pak Lius tidak diminta berbicara untuk membela 
keberadaan Buddha Spa, maka pemiliknya berkenan mengganti nama Buddha Spa 
menjadi Banana Spa sesuai dengan nama Hotelnya yaitu Banana Inn.
Kemudian kita minta juga patung2 Buddha yang berada di Banana Spa dipindahkan 
ke tempat lain.
Menurut saya, sama dengan pemilik hotel Banana Inn, kalau pemilik Buddha Bar 
mau menghormati agama Buddha dan penganutnya, maka mereka akan dengan senang 
hati merubah nama tersebut dengan nama lain dan memindahkan patung Buddha dari 
tempat usahanya.
Mohon agar Pak Lius tidak meminta kami untuk say yess to Buddha Bar, kami akan 
tetap mendukung penuh usaha2 umat Buddha yang membela Gurunya dan berjuang agar 
Buddha tidak ditaruh di tempat tidak terhormat.
salam,
Setiawan Pryana




  ----- Original Message ----- 
  From: Lius 
  To: milis buddha ; dharmajala ; mabindo ; samaggiphala ; buddhavacana ; 
[email protected] 
  Sent: Saturday, March 14, 2009 8:24 AM
  Subject: [Dharmajala] Say Yess to Buddha Bar (jangan salah paham dulu, di 
baca ya)



        dear Friends 

        kenapa yah kita begitu memusingkan keberadaan BUddha Bar di jakarta 
ini? 
        jika kita percaya kepada Karma, kenapa juga kita juga yang kebakaran 
jenggot ngurusin karma buruk yang akan si owner Buddha Bar itu dapat? 

        just let it go, kalau di bikin ribut terus sama aja dong kita seperti 
"kawan2" kita yang lain, yang pusing sendiri, marah, murka, kalau agamanya di 
selewengkan sama Umat agama lain? 

        apakah dari ini kita mau seperti mereka?? kawan kawan coba deh pikirkan 
        kita ini Buddhist loh 

        Agama yang tidak mengenal kayak gitu2 an 

        mengenal amarah kalau agama nya di sentil 

        mengenal murka, menghancurkan segalanya kalau kita di selewengkan 

        ingat loh kita ini bukan F** 

        kita ini bukan Front ******* ******* tau lah yah!!

        emang mau yah kita seperti itu? kayak org gak ada kerjaan 

        ingat loh jangan bikin image Buddhist itu jadi garang, pemarah, dan 
pembenci 

        jangan karena marah dan benci bisa merusak segalanya 

        better kita berperilaku seperti layaknya orang orang bule yang sportif 

        lagi pula toh dengan adanya Buddha Bar ini agama Buddha jadi semakin di 
kenal banyak orang loh , ambil sisi baiknya aja lah 

        kalau semakin kita uring uringan marah marah patung buddha di jadikan 
pajangan, makin jadi aja agama Buddha di cap sebagai pemuja berhala deh 

        Apa kata dunia 

        udah yah, semua nya tenang aja, jangan di bikin marah 

        Salam semua 

        Namo Buddhaya 

        Jayalah Buddha di indonesia  



  


  __________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature 
database 3933 (20090313) __________

  The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

  http://www.eset.com


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke