Pak Lieus;Kalau memang Dialog bukanlah spt yg di Hotel, itu dpt dikatakan 
Monolog, Dan kalau Pak Lieus sgtlah mengedepankan Dialog maka undanglah Pihak 
BB u/ berdialog terbuka dgn Umat Buddha spt lg sosialisasi ttg produk BB yg 
menurut Anda sgt membanggakan & bebas dari unsur penistaan agama di Vihara2 yg 
memang sgt banyak umatnya, jadikan hemat biaya & tepat sasaran, jgn seperti 
sekarang : Anda sibuk komentari pihak2 yg berdemo shg hanya memperbesar jurang 
perbedaan pendapat, Bgm Pak Lieus dan teman-teman ? kalau memang kita sama2 
dewasa kita bisa selesaikan dgn kepala dingin, dan rasanya pepatah lama ttg 
"Berani karena Benar, Takut karena Salah" dpt kita pertaruhkan disini, maka 
kalau kita merasa sama2 Benar maka hrslah sama2 BERANI u/ Dialog Terbuka, Pihak 
BB dgn Ormas2 Buddha di Indo & tentunya Pak Lieus dgn Gemabudhinya, Dgn cara 
Damai tentunya & stlh Pemilu kl takut ditunggangi parpol, ini murni urusan Umat 
Buddha dgn pihak BB yg tak ada etika
 sopan santunnya u/ menjalankan Bisnisnya, serta Pak Lieus & Gemabudhinya tak 
dpt dikatakan mewakili umat Buddha krn sekarang terbukti saya saja sdh 
berseberangan dgn Anda, Semoga usulan saya ini dpt diterima & mari kita 
buktikan "MAKNA DIALOG' tsb.
Indra Hermawan (Tjhia Jou Liang)seorang Umat Buddha yg PEDULI
--- On Sat, 3/14/09, Spryana <[email protected]> wrote:
From: Spryana <[email protected]>
Subject: Re: [Dharmajala] Say Yess to Buddha Bar (jangan salah paham dulu, di 
baca ya)
To: [email protected], "milis buddha" <[email protected]>, 
"mabindo" <[email protected]>, "samaggiphala" 
<[email protected]>, "buddhavacana" <[email protected]>
Date: Saturday, March 14, 2009, 6:06 AM


Pak Lius,
Kalau pendapat anda demikian, mungkin lain kali
kita harus berterima kasih kepada seseorang yang ingin mempopulerkan Buddha
dengan menaruh Patung Buddha di tempat prostitusi, panti pijat dan lain2 tempat
yang usahanya tidak sejalan dengan ajaran Buddha. Kita tidak usah peduli dengan
hal2 demikian karena karma buruk kan ada pada empunya tempat.
Di Bandung, tempat saya tinggal, ada juga yang
menggunakan nama Buddha sebagai merk usahanya, keren sekali terdengarnya yaitu
Buddha Spa, tempat usaha untuk spa dan pijat di sebuah hotel di
Setiabudi.
Walubi dan MBI mendatangi tempat tsb (tidak
bersamaan), meminta agar nama Buddha tidak digunakan sebagai nama untuk usaha
Spa dan pijat itu, kita meminta dengan hormat, tidak dengan marah2, kita tidak
mengancam segala, tapi meminta cobalah menghormati agama Buddha dan penganutnya
dengan mengganti nama Buddha Spa tersebut.
Beruntung, mungkin karena Pak Lius tidak
diminta berbicara untuk membela keberadaan Buddha Spa, maka pemiliknya berkenan
mengganti nama Buddha Spa menjadi Banana Spa sesuai dengan nama Hotelnya yaitu
Banana Inn.
Kemudian kita minta juga patung2 Buddha yang berada
di Banana Spa dipindahkan ke tempat lain.
Menurut saya, sama dengan pemilik hotel Banana Inn,
kalau pemilik Buddha Bar mau menghormati agama Buddha dan penganutnya, maka
mereka akan dengan senang hati merubah nama tersebut dengan nama lain dan
memindahkan patung Buddha dari tempat usahanya.
Mohon agar Pak Lius tidak meminta kami untuk say
yess to Buddha Bar, kami akan tetap mendukung penuh usaha2 umat Buddha yang
membela Gurunya dan berjuang agar Buddha tidak ditaruh di tempat tidak
terhormat.
salam,
Setiawan Pryana
????
  ----- Original Message -----
  From:
  Lius

  To: milis buddha ; dharmajala ; mabindo ; samaggiphala ; buddhavacana ; 
dharmaj...@yahoogro ups.com
  Sent: Saturday, March 14, 2009 8:24
  AM
  Subject: [Dharmajala] Say Yess to Buddha
  Bar (jangan salah paham dulu, di baca ya)






dear Friends
        ?        kenapa yah kita begitu memusingkan keberadaan BUddha Bar di 
jakarta
        ini?
        jika kita percaya kepada Karma, kenapa juga kita juga yang
        kebakaran jenggot ngurusin karma buruk yang akan si owner Buddha Bar itu
        dapat?
        ?        just let it go, kalau di bikin ribut terus sama aja dong kita
        seperti "kawan2" kita yang lain, yang pusing sendiri, marah, murka,
        kalau agamanya di selewengkan sama Umat agama lain?
        ?        apakah dari ini kita mau seperti mereka?? kawan kawan coba deh
        pikirkan
        kita ini Buddhist loh
        ?        Agama yang tidak mengenal kayak gitu2 an
        ?        mengenal amarah kalau agama nya di sentil
        ?        mengenal murka, menghancurkan segalanya kalau kita di 
selewengkan

        ?        ingat loh kita ini bukan F**
        ?        kita ini bukan Front ******* ******* tau lah yah!!
        ?        emang mau yah kita seperti itu? kayak org gak ada kerjaan
        ?        ingat loh jangan bikin image Buddhist itu jadi garang, 
pemarah, dan
        pembenci
        ?        jangan karena marah dan benci bisa merusak segalanya
        ?        better kita berperilaku seperti layaknya orang orang bule yang
        sportif
        ?        lagi pula toh dengan adanya Buddha Bar ini agama Buddha jadi
        semakin di kenal banyak orang loh , ambil sisi baiknya aja lah
        ?        kalau semakin kita uring uringan marah marah patung buddha di
        jadikan pajangan, makin jadi aja agama Buddha di cap sebagai pemuja
        berhala deh
        ?        Apa kata dunia
        ?        udah yah, semua nya tenang aja, jangan di bikin marah
        ?        Salam semua
        ?        Namo Buddhaya
        ?        Jayalah Buddha di indonesia



__________
  Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature database
  3933 (20090313) __________

The message was checked by ESET NOD32
  Antivirus.

http://www.eset. com


































[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke