lieus dkk inilah yang saya sebut sebagai orang yang menutupi
kemunafikan, kecuekan dengan teologi agama, emang lieus tuh sudah
sampai tingkat berapa sich pemahaman terhadap kamma,ngomong ngalor
ngidul tentang kamma
let it go, apanya yang let it go?, sekrg saya nanya nih sama lieus,
emang lu bisa gak melakukan let it go?

klo saya baca, omongan lieus inilah yang membuat umat Buddha terkenal
dengan cuek bebek, gak perhatian dan gak ambil pusing dengan keadaan
sekitar, sekali lagi apa yang dilakukan oleh teman2 pro penggantian
nama Buddha Bar hanyalah suatu upaya untuk menegakkan aturan yang ada
di Indonesia

jangan disamakan dengan organisasi lain, open mind dong, jangan ngaco
mulu,emang teman2 ada yang mukuli orang orang di situ, lalu mecahin
apa gitu, lalu bawa senjata tajem sambil ngacung ngacungin gitu... gak
ada khan, anda aja yang cuek sok suci dan sorry katrok dalam
menanggapi fenomena2 seperti ini

TIDAK ADA SISI BAIK DARI BUDDHA BAR SELAIN PELECEHAN PENGHINAAN ,
TERHADAP KOMUNITAS AGAMA BUDDHA, klo bukan kita siapa lagi yang bisa
melakukannya, karena kritik itu harus berasal dari komunitas itu
sendiri yang merasa dirugikan oleh upya umat lain atau kelompok atau
golongan lain, yang jelas2 melakukan tindakan2 pelecehan tersebut.

berhala? apanya yang berhala,lieus? itu isu lama bung, itu isu sudah
basi, kita itu nggak bela bentuk patungnya, tapi kita berusaha membela
lambang dari agama Buddha, emang lu mau bendera merah putih diinjak2
sama negara lain, trus klo ada yang protes, lu bilang penyembah
berhala, payah khan, sempit dan picik sekali anda itu

kita ini Buddhist, tapi sekrg lieus termasuk Buddhis yang mana?
Buddhis cuek bebek? Buddhis Kapal selem? atau Buddhis Katrox? atau
malah Buddhis jadi jadian?

saatnya umat Buddha menunjukkan existensi, saatnya umat Buddha
menunjukkan kepedulian, saatnya umat Buddha melek hukum, sehingga
masalah Buddha bar ini menjadi tonggak untuk memisahkan Buddhis cuek
bebek(lieus dkk) yang nantinya akan membuat 'kapal' agama Buddha ini
karam atau umat Buddhis yang peduli utk memperbaiki 'kapal' ini untuk
segera dipakai, menjadi alat menyeberang ke pantai seberang untuk
kemudian ' kapal' ini kita wariskan kepada generasi mendatang


salam kekecewaan dan duka cita yang mendalam untuk lieus dkk





On Sat, Mar 14, 2009 at 1:49 PM, Indra Hermawan <[email protected]> wrote:
> Pak Lieus;Kalau memang Dialog bukanlah spt yg di Hotel, itu dpt dikatakan
> Monolog, Dan kalau Pak Lieus sgtlah mengedepankan Dialog maka undanglah
> Pihak BB u/ berdialog terbuka dgn Umat Buddha spt lg sosialisasi ttg produk
> BB yg menurut Anda sgt membanggakan & bebas dari unsur penistaan agama di
> Vihara2 yg memang sgt banyak umatnya, jadikan hemat biaya & tepat sasaran,
> jgn seperti sekarang : Anda sibuk komentari pihak2 yg berdemo shg hanya
> memperbesar jurang perbedaan pendapat, Bgm Pak Lieus dan teman-teman ? kalau
> memang kita sama2 dewasa kita bisa selesaikan dgn kepala dingin, dan rasanya
> pepatah lama ttg "Berani karena Benar, Takut karena Salah" dpt kita
> pertaruhkan disini, maka kalau kita merasa sama2 Benar maka hrslah sama2
> BERANI u/ Dialog Terbuka, Pihak BB dgn Ormas2 Buddha di Indo & tentunya Pak
> Lieus dgn Gemabudhinya, Dgn cara Damai tentunya & stlh Pemilu kl takut
> ditunggangi parpol, ini murni urusan Umat Buddha dgn pihak BB yg tak ada
> etika
> sopan santunnya u/ menjalankan Bisnisnya, serta Pak Lieus & Gemabudhinya tak
> dpt dikatakan mewakili umat Buddha krn sekarang terbukti saya saja sdh
> berseberangan dgn Anda, Semoga usulan saya ini dpt diterima & mari kita
> buktikan "MAKNA DIALOG' tsb.
> Indra Hermawan (Tjhia Jou Liang)seorang Umat Buddha yg PEDULI
> --- On Sat, 3/14/09, Spryana <[email protected]> wrote:
> From: Spryana <[email protected]>
> Subject: Re: [Dharmajala] Say Yess to Buddha Bar (jangan salah paham dulu,
> di baca ya)
> To: [email protected], "milis buddha"
> <[email protected]>, "mabindo" <[email protected]>,
> "samaggiphala" <[email protected]>, "buddhavacana"
> <[email protected]>
> Date: Saturday, March 14, 2009, 6:06 AM
>
> Pak Lius,
> Kalau pendapat anda demikian, mungkin lain kali
> kita harus berterima kasih kepada seseorang yang ingin mempopulerkan Buddha
> dengan menaruh Patung Buddha di tempat prostitusi, panti pijat dan lain2
> tempat
> yang usahanya tidak sejalan dengan ajaran Buddha. Kita tidak usah peduli
> dengan
> hal2 demikian karena karma buruk kan ada pada empunya tempat.
> Di Bandung, tempat saya tinggal, ada juga yang
> menggunakan nama Buddha sebagai merk usahanya, keren sekali terdengarnya
> yaitu
> Buddha Spa, tempat usaha untuk spa dan pijat di sebuah hotel di
> Setiabudi.
> Walubi dan MBI mendatangi tempat tsb (tidak
> bersamaan), meminta agar nama Buddha tidak digunakan sebagai nama untuk
> usaha
> Spa dan pijat itu, kita meminta dengan hormat, tidak dengan marah2, kita
> tidak
> mengancam segala, tapi meminta cobalah menghormati agama Buddha dan
> penganutnya
> dengan mengganti nama Buddha Spa tersebut.
> Beruntung, mungkin karena Pak Lius tidak
> diminta berbicara untuk membela keberadaan Buddha Spa, maka pemiliknya
> berkenan
> mengganti nama Buddha Spa menjadi Banana Spa sesuai dengan nama Hotelnya
> yaitu
> Banana Inn.
> Kemudian kita minta juga patung2 Buddha yang berada
> di Banana Spa dipindahkan ke tempat lain.
> Menurut saya, sama dengan pemilik hotel Banana Inn,
> kalau pemilik Buddha Bar mau menghormati agama Buddha dan penganutnya, maka
> mereka akan dengan senang hati merubah nama tersebut dengan nama lain dan
> memindahkan patung Buddha dari tempat usahanya.
> Mohon agar Pak Lius tidak meminta kami untuk say
> yess to Buddha Bar, kami akan tetap mendukung penuh usaha2 umat Buddha yang
> membela Gurunya dan berjuang agar Buddha tidak ditaruh di tempat tidak
> terhormat.
> salam,
> Setiawan Pryana
> ????
> ----- Original Message -----
> From:
> Lius
>
> To: milis buddha ; dharmajala ; mabindo ; samaggiphala ; buddhavacana ;
> dharmaj...@yahoogro ups.com
> Sent: Saturday, March 14, 2009 8:24
> AM
> Subject: [Dharmajala] Say Yess to Buddha
> Bar (jangan salah paham dulu, di baca ya)
>
>
> dear Friends
> ? kenapa yah kita begitu memusingkan keberadaan BUddha Bar di jakarta
> ini?
> jika kita percaya kepada Karma, kenapa juga kita juga yang
> kebakaran jenggot ngurusin karma buruk yang akan si owner Buddha Bar itu
> dapat?
> ? just let it go, kalau di bikin ribut terus sama aja dong kita
> seperti "kawan2" kita yang lain, yang pusing sendiri, marah, murka,
> kalau agamanya di selewengkan sama Umat agama lain?
> ? apakah dari ini kita mau seperti mereka?? kawan kawan coba deh
> pikirkan
> kita ini Buddhist loh
> ? Agama yang tidak mengenal kayak gitu2 an
> ? mengenal amarah kalau agama nya di sentil
> ? mengenal murka, menghancurkan segalanya kalau kita di selewengkan
>
> ? ingat loh kita ini bukan F**
> ? kita ini bukan Front ******* ******* tau lah yah!!
> ? emang mau yah kita seperti itu? kayak org gak ada kerjaan
> ? ingat loh jangan bikin image Buddhist itu jadi garang, pemarah, dan
> pembenci
> ? jangan karena marah dan benci bisa merusak segalanya
> ? better kita berperilaku seperti layaknya orang orang bule yang
> sportif
> ? lagi pula toh dengan adanya Buddha Bar ini agama Buddha jadi
> semakin di kenal banyak orang loh , ambil sisi baiknya aja lah
> ? kalau semakin kita uring uringan marah marah patung buddha di
> jadikan pajangan, makin jadi aja agama Buddha di cap sebagai pemuja
> berhala deh
> ? Apa kata dunia
> ? udah yah, semua nya tenang aja, jangan di bikin marah
> ? Salam semua
> ? Namo Buddhaya
> ? Jayalah Buddha di indonesia
>
> __________
> Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature database
> 3933 (20090313) __________
>
> The message was checked by ESET NOD32
> Antivirus.
>
> http://www.eset. com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 

Kirim email ke