Gimana bro Bud dan bro Lius, berani menerima ajakan ini?
 
Jangan hanya perang via milis aja, face to face lebih enak.
 
Ditunggu komentarnya yah....
 
 
 

 

From: mo_mink <[email protected]>
Subject: [MABINDO] Surat terbuka kepada bro Budiman Sudharm dan Lius 
Sungkarisma serta Sekjen KASI
To: [email protected]
Date: Thursday, April 2, 2009, 12:37 AM






Surat terbuka kepada bro Budiman Sudharm dan Lius Sungkarisma serta Sekjen KASI

Sekuntum teratai untuk anda semua para calon Buddha
Semoga anda semua senantiasa dalam keadaan sehat, damai dan bahagia

Ada sedikit kegaualan dalam hati ketika mendengar dan melihat langsung tindak 
tanduk saudara terkasih dalam masalah Buddha Bar. Masyarakat Buddhis di 
Indonesia saat ini paling tidak telah terbagi menjadi 3 kelompok karena masalah 
Buddha Bar; 1 FABB (Forum Anti Buddha BAR) yang didukung oleh beberapa 
organisasi Buddhis yang memang nyata-nyatanya berperan aktif dalam memberikan 
pelayana kepada umat Buddha, di luar FABB teman di MAGABUDHI juga sudah jelas2 
menolak dengan menggelar 2 kelompok pendukung Buddha Bar, yang secara 
organisasi didukung oleh tiga organisasi tetapi berisikan satu orang saja, 
yaitu Bro Budiman dan GEMABUDHI yang saat ini kembali berada dibawah kekuasaan 
bro Lius, yang saya tahu tidak jelas apa yang dilakukannya untuk perkembangan 
dan penyebaran agama Buddha di Indonesia. Satu pihak lagi yang jelas-jelas 
mengecewakan adalah Sekjen KASI yang dari pandangan saya tidak punya kapasitas 
sama sekali untuk mewakili KASI karena STI dan SAGIN
 sebagai anggota sudah secara resmi mengeluarkan sikapnya terhadap keberadaan 
Buddha Bar. Pihak ketiga tentu saja umat Buddha yang dibuat bingung oleh 
keadaan ini sehingga memilih untuk tidak bersikap. Kita tentu saja harus 
menghargai pandangan dan pendapat mereka akan hal ini. Jika kita mau 
menganalisa lagi, maka kekuatan pendukung Buddha Bar di komunitas Buddhis 
hanyalah tiga individu saja; bro BS, Bro LS dan Sekjen KASI. Isu yang 
dihembuskan juga sama; umat Buddha jangan demo, jangan mau dibawa ke arah 
politik, serahkan masalah Buddha Bar melalui jalur hukum. Itu adalah tiga jurus 
yang dikeluarkan oleh tiga serangkai pembela Buddha Bar. 
Dan selama ini kita menyaksikan kita hanya berperang wacana, dukungan di media, 
gedung DPR , tetapi belum pernah bertemu secara fisik di sebuah ajang debat 
atau diskusi. Di dialog kontroversi Buddha Bar, GEMABUDHI dan bro BS bermain 
tanpa ada lawan tanding, di dialog di TV One, pihak Buddha Bar juga tidak 
berani hadir dan dirjen HAKI juga tidak ada. Jadi kita selama ini jarang 
melihat ada debat, diskusi yang benar-benar fair, tajam dan adil. 
Usul saya, mudah2an ada pihak2 yang bisa memfasilitas, 
Ayo kita bertemu secara langsung. 
Kita adakan debat terbuka. Kita adu intelektual, pemikiran. Dilakukan secara 
terbuka.

Demikian isi kepala dan kegundahan saya

















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke