Surat terbuka kepada bro Budiman Sudharm dan Lius Sungkarisma serta Sekjen KASI

Sekuntum teratai untuk anda semua para calon Buddha
Semoga anda semua senantiasa dalam keadaan sehat, damai dan bahagia

Ada sedikit kegaualan dalam hati ketika mendengar dan melihat langsung tindak 
tanduk saudara terkasih dalam masalah Buddha Bar.  Masyarakat Buddhis di 
Indonesia saat ini paling tidak telah terbagi menjadi 3 kelompok karena masalah 
Buddha Bar; 1 FABB (Forum Anti Buddha BAR) yang didukung oleh beberapa 
organisasi Buddhis yang memang nyata-nyatanya berperan aktif dalam memberikan 
pelayana kepada umat Buddha, di luar FABB teman di MAGABUDHI juga sudah jelas2 
menolak dengan menggelar 2 kelompok pendukung Buddha Bar, yang secara 
organisasi didukung oleh tiga organisasi tetapi berisikan satu orang saja, 
yaitu Bro Budiman dan GEMABUDHI yang saat ini kembali berada dibawah kekuasaan 
bro Lius, yang saya tahu tidak jelas apa yang dilakukannya untuk perkembangan 
dan penyebaran agama Buddha di Indonesia. Satu pihak lagi yang jelas-jelas 
mengecewakan adalah Sekjen KASI yang dari pandangan saya tidak punya kapasitas 
sama sekali untuk mewakili KASI karena STI dan SAGIN sebagai anggota sudah 
secara resmi mengeluarkan sikapnya terhadap keberadaan Buddha Bar.  Pihak 
ketiga tentu saja umat Buddha yang dibuat bingung oleh keadaan ini sehingga 
memilih untuk tidak bersikap. Kita tentu saja harus menghargai pandangan dan 
pendapat mereka akan hal ini. Jika kita mau menganalisa lagi, maka kekuatan 
pendukung Buddha Bar di komunitas Buddhis hanyalah tiga individu saja; bro BS, 
Bro LS dan Sekjen KASI.  Isu yang dihembuskan juga sama; umat Buddha jangan 
demo, jangan mau dibawa ke arah politik, serahkan masalah Buddha Bar melalui 
jalur hukum. Itu adalah tiga jurus yang dikeluarkan oleh tiga serangkai pembela 
Buddha Bar. 
Dan selama ini kita menyaksikan kita hanya berperang wacana, dukungan di media, 
gedung DPR , tetapi belum pernah bertemu secara fisik di sebuah ajang debat 
atau diskusi. Di dialog kontroversi Buddha Bar, GEMABUDHI dan bro BS bermain 
tanpa ada lawan tanding, di dialog di TV One, pihak Buddha Bar juga tidak 
berani hadir dan dirjen HAKI juga tidak ada. Jadi kita selama ini jarang 
melihat ada debat, diskusi yang benar-benar fair, tajam dan adil. 
Usul saya, mudah2an ada pihak2 yang bisa memfasilitas, 
Ayo kita bertemu secara langsung. 
Kita adakan debat terbuka. Kita adu intelektual, pemikiran. Dilakukan secara 
terbuka.

Demikian isi kepala dan kegundahan saya





Kirim email ke