Trio Aneh nan Ajaib. jelas-jelas kalau Umat Buddha itu kan harus taat dengan hukum negara, nah bagaimana dengan pasal 5 UU No. 15 tahun 2001 tentang Merek ( http://www.pu.go.id/ITJEN/HUKUM/uu15-01.htm ) ?
Pasal 5Merek tidak dapat didaftar apabila Merek tersebut mengandung salah satu unsur di bawah ini:bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, moralitas agama, kesusilaan, atau ketertiban umum;tidak memiliki daya pembeda;telah menjadi milik umum; ataumerupakan keterangan atau berkaitan dengan barang atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya. Umat Buddha yang menolak BB adalah Umat Buddha yang berusaha untuk taat dengan peraturan negara. Mungkin Trio Aneh nan Ajaib tersebut bukan benar-benar Umat Buddha (cuma KTP doang, biar dianggap keren kan minoritas/langka). BTW Budiman Sudharma ,S.H. --> SH nya apa ya? Maaf cuma penasaran, kalau SH nya itu Sarjana Hukum, saya mau tanya apa merek Buddha Bar itu melanggar apa yg tertulis di atas (pasal 5 UU no 15 tahun 2001)? Saya bukan orang hukum jadi nggak ngerti. --- On Mon, 4/6/09, wiranata ling <[email protected]> wrote: From: wiranata ling <[email protected]> Subject: Re: [MABINDO] Surat terbuka kepada bro Budiman Sudharm dan Lius Sungkarisma serta Sekjen KASI To: [email protected] Date: Monday, April 6, 2009, 10:58 AM iya tuh tiga pendekar pembela buddha bar , bagaimana berani engga ketemu untuk diskusi. Kalau tidak di jawab nanti saya tanyakan bila ketemu di jalanan. he..he..he.. . --- On Thu, 2/4/09, Steven Xiao <steven_seow@ yahoo.com> wrote: From: Steven Xiao <steven_seow@ yahoo.com> Subject: Re: [MABINDO] Surat terbuka kepada bro Budiman Sudharm dan Lius Sungkarisma serta Sekjen KASI To: mabi...@yahoogroups .com Date: Thursday, 2 April, 2009, 4:40 PM ?Ga bakalan berani muncul deh... "?THEY GOT NO GUT !!!?" --- On Thu, 4/2/09, mei cu <june_...@yahoo. com> wrote: From: mei cu <june_...@yahoo. com> Subject: Re: [MABINDO] Surat terbuka kepada bro Budiman Sudharm dan Lius Sungkarisma serta Sekjen KASI To: mabi...@yahoogroups .com Date: Thursday, April 2, 2009, 5:24 AM Gimana bro Bud dan bro Lius, berani menerima ajakan ini? Jangan hanya perang via milis aja, face to face lebih enak. Ditunggu komentarnya yah.... From: mo_mink <mo_m...@yahoo. com> Subject: [MABINDO] Surat terbuka kepada bro Budiman Sudharm dan Lius Sungkarisma serta Sekjen KASI To: mabi...@yahoogroups .com Date: Thursday, April 2, 2009, 12:37 AM Surat terbuka kepada bro Budiman Sudharm dan Lius Sungkarisma serta Sekjen KASI Sekuntum teratai untuk anda semua para calon Buddha Semoga anda semua senantiasa dalam keadaan sehat, damai dan bahagia Ada sedikit kegaualan dalam hati ketika mendengar dan melihat langsung tindak tanduk saudara terkasih dalam masalah Buddha Bar. Masyarakat Buddhis di Indonesia saat ini paling tidak telah terbagi menjadi 3 kelompok karena masalah Buddha Bar; 1 FABB (Forum Anti Buddha BAR) yang didukung oleh beberapa organisasi Buddhis yang memang nyata-nyatanya berperan aktif dalam memberikan pelayana kepada umat Buddha, di luar FABB teman di MAGABUDHI juga sudah jelas2 menolak dengan menggelar 2 kelompok pendukung Buddha Bar, yang secara organisasi didukung oleh tiga organisasi tetapi berisikan satu orang saja, yaitu Bro Budiman dan GEMABUDHI yang saat ini kembali berada dibawah kekuasaan bro Lius, yang saya tahu tidak jelas apa yang dilakukannya untuk perkembangan dan penyebaran agama Buddha di Indonesia. Satu pihak lagi yang jelas-jelas mengecewakan adalah Sekjen KASI yang dari pandangan saya tidak punya kapasitas sama sekali untuk mewakili KASI karena STI dan SAGIN sebagai anggota sudah secara resmi mengeluarkan sikapnya terhadap keberadaan Buddha Bar. Pihak ketiga tentu saja umat Buddha yang dibuat bingung oleh keadaan ini sehingga memilih untuk tidak bersikap. Kita tentu saja harus menghargai pandangan dan pendapat mereka akan hal ini. Jika kita mau menganalisa lagi, maka kekuatan pendukung Buddha Bar di komunitas Buddhis hanyalah tiga individu saja; bro BS, Bro LS dan Sekjen KASI. Isu yang dihembuskan juga sama; umat Buddha jangan demo, jangan mau dibawa ke arah politik, serahkan masalah Buddha Bar melalui jalur hukum. Itu adalah tiga jurus yang dikeluarkan oleh tiga serangkai pembela Buddha Bar. Dan selama ini kita menyaksikan kita hanya berperang wacana, dukungan di media, gedung DPR , tetapi belum pernah bertemu secara fisik di sebuah ajang debat atau diskusi. Di dialog kontroversi Buddha Bar, GEMABUDHI dan bro BS bermain tanpa ada lawan tanding, di dialog di TV One, pihak Buddha Bar juga tidak berani hadir dan dirjen HAKI juga tidak ada. Jadi kita selama ini jarang melihat ada debat, diskusi yang benar-benar fair, tajam dan adil. Usul saya, mudah2an ada pihak2 yang bisa memfasilitas, Ayo kita bertemu secara langsung. Kita adakan debat terbuka. Kita adu intelektual, pemikiran. Dilakukan secara terbuka. Demikian isi kepala dan kegundahan saya
