Namo Buddhaya,
Setelah membaca beberapa literatur tentang Nasopharyngeal Carcinoma dan masukan
dari beberapa teman milis, saya tadi malam benar-benar menyadari bahwa tiap
menit yang dibiarkan berlalu adalah kesia-siaan dan pertaruhan nyawa bagi Tian.
Jika saya kembali ke tempat Tian menunggu liburan Waisak, tanggal 9 mei 2009
akan ada waktu cukup panjang yang terbuang sia-sia. Apalagi melihat dukungan
dari rekan-rekan baik di milis maupun di luar milis, saya yakin Tian bisa
menjalani operasi dan therapi radiasi. Saya juga mengkontak beberapa organisasi
sosial untuk membantu kasus ini. Semoga semua berjalan lancar. Saya juga sudah
mengontak teman di Madiun untuk mencari tahu RS di Madiun yang bisa menangani
operasi kanker nasofaring dan therapi radiasinya. Semoga dalam satu dua hari
ini sudah ada info darinya. Jika fasilitas itu ada, maka Jumat, 24 April 2009
ini saya harus kembali ke tempat Tian untuk menguruskan semua keperluan dari
meninggalkan rumahnya dan rawat
inap di rumah sakit untuk persiapan operasi.
Sementar ini, berikut update dana tergalang untuk Tian hingga hari ini, Selas,
21 April 2009.
Jika ada yang sudah mentransferkan dananya, namun tidak muncul dalam list
berikut atau ada ketidakcocokan, mohon dapat menghubungi saya atau bro Edi
Sugino. Anumodana.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
16/Apr/2009 Dana dariToni 200,000
16/Apr/2009 Dana dariJuniawati 150,008
16/Apr/2009 Dana dari ò²¿®½÷ 300,000
16/Apr/2009 Dana dari Vera Jessice 100,000
16/Apr/2009 Dana dari Philippe & Aaron Dharmawani 100,008
17/Apr/2009 Dana dari Lusie Tan 20,009
17/Apr/2009 Dana dari Adhitya Dharma 50,000
17/Apr/2009 Dana dari MT 50,000
17/Apr/2009 Dana dari Henry S & Vera 108,000
17/Apr/2009 Dana dari Hendra Wijana 300,000
17/Apr/2009 Dana dari Agus Salim 100,088
17/Apr/2009 Dana dari Kasman 100,008
20/Apr/2009 Dana dari Adiharto Salim SE 500,000
20/Apr/2009 Dana dari Amin Untario 300,000
20/Apr/2009 Dana dari Nety Natalia 100,000
20/Apr/2009 Dana dari XYZ 500,000
20/Apr/2009 Dana dari Ilphin 100,000
20/Apr/2009 Dana a.n. Sumber Rusi Handono Alm. 100,000
20/Apr/2009 Dana dari ÐÇÄï»Ò 200,000
20/Apr/2009 Dana dari Hendra 50,008
20/Apr/2009 Dana dari Yunike Swanny 100,001
Total per 21 April 2009 Rp. 3.528.130
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Libur panjang pemilu legislatif kemaren saya gunakan untuk mendatangi beberapa
tempat mengunjungi beberapa orang. Karena awal minggu ini saya ada audit ISO
9001:2000, saya baru sempat share sekarang.Yang pertama hari Kamis, bersama
seorang teman (Deny) yang merupakan aktivis di sebuah LSM (Lembaga Swadaya
Masyarakat) saya melawat seorang penderita HIV+ di Mojokerto.
Sebut saja namanya AD, berusia 26 tahun. AD diketahui menderita HIV+ sejak
sekitar 1 tahun terakhir ini. Diyakini AD mendapatkan virus HIV melalui
hubungan sex sejenis yang bebas, karena dari penjelasan teman saya, AD adalah
seorang gay yang menurut pengakuannya sendiri suka gonta-ganti
pasangan.Kunjungan ke AD ini adalah sebagai lanjutan dari permintaan teman saya
ini yang beberapa waktu lalu kesulitan mendapatkan obat untuk AD, karena LSM
hanya menyediakan akses untuk mendapatkan obat anti retroviral (ARV). ARV bisa
didapatkan secara gratis lewat prosedur tertentu, namun untuk obat-obat lain
yang terkait komplikasi harus dibeli sendiri.
Saat itu, sekitar semingguan lalu, teman saya menghubungi saya per telpon
karena kesulitan untuk menebus obat antibiotik paru-paru untuk AD. Saat itu
beberapa teman milis yang saya hubungi via sms langsung memberikan respon dan
bantuan. Anumodana.Kasus AD ini memang bukan kasus yang saya tangani, namun ini
merupakan pengalaman pertama saya berinteraksi dengan penderita HIV+. Agak
bingung dan kikuk juga. Semisal ketika bertemu, walau AD (tampak fisik) sehat
walafiat, maksudnya tidak sedang terbaring tak berdaya di tempat tidur, ada
rasa was-was ketika bersalaman. Walau saya tahu bahwa penularan tidak bisa
terjadi hanya dengan bersalaman. Kemudian, ketika ngobrol, apakah boleh
merokok? Apakah asap rokok tidak akan menyebabkan menurunnya kekebalan
tubuhnya? Bingung juga. Akhirnya ya bertahan saja.
Pembicaraan juga sebisa mungkin tidak menyinggung hal-hal yang berhubungan
dengan kehidupannya dan dengan status yang disandangnya.Yang kedua, hari Jumat,
kembali diajak Deny untuk melayat (kali ini bukan melawat, tapi melayat)
seorang penderita HIV AIDS di Surabaya yang meninggal pada jumat dini hari.
Sebut saja R. Saya tidak tahu banyak tentang R. Yang saya dengar dari temanku
adalah bahwa R berprofesi sebagai pekerja sex yang menjual jasanya baik untuk
laki-laki maupun perempuan. Dalam perspektif penanggulangan penyebaran HIV
AIDS, R merupakan subyek yang paling berperan dalam menularkan HIV AIDS. R
meninggal dalam kondisi yang cukup menggenaskan karena tubuhnya kurus kering
digerogoti oleh penyakit-penyakit oportunistik yang muncul karena hancurnya
kekebalan tubuhnya.
Malamnya saya menuju pinggiran Ngawi, Jawa Timur, pas berbatasan dengan Blora,
Jawa Tengah. Sabtu pagi saya sudah sampai di tujuan. Kali ini dengan Yoga,
sahabat baik saya yang sudah saya kenal sejak 11 tahun lalu. Yoga berasal dari
Purwodadi, Jawa Tengah tapi sudah lama menetap di Surabaya. Yoga juga aktif di
klub motor di Surabaya.Ngawi boleh dikatakan merupakan perjalanan terjauh yang
pernah saya tempuh dengan menggunakan sepeda motor.
Tujuan ke Ngawi kali ini selain mengisi liburan pemilu, mengukur kemampuan
berkendara jauh, dan sekaligus untuk melihat menjeguk seorang penderita kanker
nasofaring (nasopharyngeal- carcinoma) . Namanya Tian, usianya 21 tahun.
Ayahnya bekerja sebagai tukang pijat, sedang ibunya berjualan bubur.Kondisi
Tian cukup memprihatinkan karena badannya kurus dan sering secara tiba-tiba
mengalami mimisan (keluar darah dari hidung). Seperti halnya ketika ngobrol
dengan kami di halaman depan rumah, tiba-tiba keluar darah segar dari
hidungnya. Saya sempat panik. Tapi Tian sudah cukup tenang menghadapi hal
tersebut. Dia hanya minta diambilkan kapas untuk menyumbat lubang hidungnya
sebentar.
Menurut penuturannya, awalnya sekitar setahun lalu dia mengalami mimisan, waktu
itu dikiranya hanya mimisan biasa karena panas dalam, namun kemudian mimisan
itu sering terjadi, hingga akhirnya dia sempat diperiksakan orang tuanya ke
rumah sakit. Pemeriksaan menemukan bahwa Tian menderita kanker nasofaring
stadium satu dan sempat diinapkan di rumah sakit beberapa lama. Namun akhirnya
pengobatan dan perawatan tidak diteruskan karena orang tuanya tidak mampu
membiayainya. Hanya kadang jika sakitnya cukup buruk, Tian dilarikan ke rumah
sakit, lalu setelahnya dibawa pulang lagi. Itu pun sangat membebani orang
tuanya karena jarak ke kota yang cukup jauh. Para pemeriksaan terakhir
diketahui bahwa kankernya pada stadium dua. Dokter menganjurkan untuk melakukan
operasi dan terapi radiasi atau terapi kimia (khemoterapi) , namun hal itu
nampaknya tidak memungkinkan.Informasi dari ibunya Tian, oleh rumah sakit
diperkirakan biaya operasi mencapai 30 jutaan dan
operasi tidak bisa dilakukan di rumah sakit di Ngawi karena tidak memadai
untuk melakukan operasi nasofaring yang beresiko tinggi karena pada bagian
kepala. Minimal harus dirujuk ke rumah sakit di Madiun.
Mengingat usia Tian yang masih cukup muda dan kemungkinan sembuh yang walau
hanya 50-50, saya cukup tergerak untuk membantu mencarikan dana untuk keperluan
pengobatan Tian. Orang tua Tian juga saya minta untuk mengusahakan dana
tambahan dari sumber lain, dari siapa saja, dari mana saja. Dan untuk
menguruskan surat keterangan tidak mampu untuk mendapatkan keringanan biaya
pengobatan dari rumah sakit. Kalau bisa mendapatkan keringanan 50% dari rumah
sakit sudah akan sangat membantu.
Dalam minggu-minggu menjelang Waisak 2553BE, saya mengajak para rekan sekalian
untuk membantu kasus ini. Sekecil apapun dana parami yang diberikan akan
memberi nilai besar untuk menolong Tian. Karena sulitnya komunikasi di daerah
terpencil tersebut, saya berjanji pada Tian bahwa saya akan kembali ke
tempatnya paling lambat pada Sabtu, 9 Mei 2009 (bertepatan dengan libur
Waisak), karenanya penggalangan ini akan ditutup paling lambat pada 8 Mei 2009.
Bagi yang ingin berdana, seperti biasa dana bisa dikumpulkan via account bro
Edi Sugino.
Bank International Indonesia (BII)
Ac. 1174113160
An. Edi Sugino
Bank Central Asia (BCA)
Ac. 5270348523
An. Edi Sugino
Jika mentransfer dana bantuan, mohon menginformasikan pada saya atau bro Edi
Sugino, bisa via email maupun via sms (karena account-account tersebut juga
digunakan untuk penggalangan bantuan-bantuan lainnya)
abin: abin_a...@app. co.id (085746138868)
edi sugino: edi_sug...@app. co.id (081513001808)
Mettacettana,
Abin Nagasena
Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
[Non-text portions of this message have been removed]