Namo Buddhaya,
Sedikit info, dari info yg pernah saya baca, penyakit yang disebabkan oleh tidak optimalnya fungsi organ tubuh manusia bisa disebabkan oleh darah yg asam (acidic blood). Kanker bisa disebabkan oleh darah yg asam juga. Jika darah asam, organ2 tubuh bisa mengalami gangguan dan memicu timbulnya berbagai penyakit. Mantan presiden Suharto pun terakhir meninggal karena kondisinya drop akibat darahnya asam. Oleh sebab itu kondisi darah harus dijaga agar dalam kondisi agak alkalin (kalau tidak salah pH 7). Untuk meningkatkan pH darah bisa dengan mengonsumsi sayur2an dan buah2an. Mengonsumsi rumput laut (yg putih) dan minum kalsium organik (tapi jangan dari susu, karena susu bersifat asam) juga sangat bagus untuk meningkatkan pH darah. P. Ian SW pernah memposting makanan yg banyak mengandung kalsium (utk mencegah osteoporosis) contohnya biji wijen dan rumput laut jenis hijiki, tapi saya tdk tahu jenis hijiki itu yg bagaimana, apakah rumput laut yg putih itu. Kawan saya ada yg mamanya terkena kanker usus, kalau tidak salah sdh stadium 3. Dia rajin memberikan rumput laut kepada mamanya itu tiap hari, dan rupanya rumput laut ini sangat membantu daya tahan tubuh sehingga kondisi mamanya kelihatan sehat. Tetapi jangan membeli rumput laut yg sudah dijadikan minuman (dessert) di supermarket, karena kemungkinan besar sudah dicampur pengawet dan mungkin juga memakai pemanis buatan (sakarin) yg justru berbahaya bagi penderita kanker. Sebaiknya membuat sendiri minumannya, meskipun agak repot, dengan gula sedikit saja (karena gula pasir juga bersifat asam, entah kalau gula stevia bersifat asam atau tidak?). Minum cairan klorofil, menurut saya, juga bagus. Untuk Tian, mungkin bisa disarankan agar dia membatasi makan daging, gorengan, susu, gula, dan menata emosi agar tidak stress atau depresi (karena stress dan depresi meningkatkan radikal bebas yg akan memperparah kanker). Sayuran dicuci dulu yg bersih agar pestisidanya hilang. Latihan meditasi bisa sangat menolong. Demikian sedikit sharing dari saya. Semoga Tian memperoleh jalan terbaik untuk kesembuhannya. Saya sangat mengapresiasi semangat Abin Nagasena/Felix Thioris, & Edi Sugiono dalam membantu sesama yg membutuhkan, cermin dari praktek cinta kasih yang sesungguhnya. Semoga karma baik anda membuahkan kebahagiaan yang besar di kehidupan sekarang dan nanti, dan membuahkan kemajuan yang pesat di dalam perkembangan spiritual anda dalam perjalanan menuju pencapaian nibbana. Sadhu. Holiwati ----- Original Message ----- From: felix thioris To: MABINDO ; Mahayana ; MB ; SB Sent: Tuesday, April 21, 2009 4:03 PM Subject: [MABINDO] [HELP] Update Dana ~Penggalangan Bantuan Untuk Tian (Penderita Nasopharyngeal Carcinoma) Namo Buddhaya, Setelah membaca beberapa literatur tentang Nasopharyngeal Carcinoma dan masukan dari beberapa teman milis, saya tadi malam benar-benar menyadari bahwa tiap menit yang dibiarkan berlalu adalah kesia-siaan dan pertaruhan nyawa bagi Tian. Jika saya kembali ke tempat Tian menunggu liburan Waisak, tanggal 9 mei 2009 akan ada waktu cukup panjang yang terbuang sia-sia. Apalagi melihat dukungan dari rekan-rekan baik di milis maupun di luar milis, saya yakin Tian bisa menjalani operasi dan therapi radiasi. Saya juga mengkontak beberapa organisasi sosial untuk membantu kasus ini. Semoga semua berjalan lancar. Saya juga sudah mengontak teman di Madiun untuk mencari tahu RS di Madiun yang bisa menangani operasi kanker nasofaring dan therapi radiasinya. Semoga dalam satu dua hari ini sudah ada info darinya. Jika fasilitas itu ada, maka Jumat, 24 April 2009 ini saya harus kembali ke tempat Tian untuk menguruskan semua keperluan dari meninggalkan rumahnya dan rawat inap di rumah sakit untuk persiapan operasi. Sementar ini, berikut update dana tergalang untuk Tian hingga hari ini, Selas, 21 April 2009. Jika ada yang sudah mentransferkan dananya, namun tidak muncul dalam list berikut atau ada ketidakcocokan, mohon dapat menghubungi saya atau bro Edi Sugino. Anumodana. +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ 16/Apr/2009 Dana dariToni 200,000 16/Apr/2009 Dana dariJuniawati 150,008 16/Apr/2009 Dana dari ò²¿®½÷ 300,000 16/Apr/2009 Dana dari Vera Jessice 100,000 16/Apr/2009 Dana dari Philippe & Aaron Dharmawani 100,008 17/Apr/2009 Dana dari Lusie Tan 20,009 17/Apr/2009 Dana dari Adhitya Dharma 50,000 17/Apr/2009 Dana dari MT 50,000 17/Apr/2009 Dana dari Henry S & Vera 108,000 17/Apr/2009 Dana dari Hendra Wijana 300,000 17/Apr/2009 Dana dari Agus Salim 100,088 17/Apr/2009 Dana dari Kasman 100,008 20/Apr/2009 Dana dari Adiharto Salim SE 500,000 20/Apr/2009 Dana dari Amin Untario 300,000 20/Apr/2009 Dana dari Nety Natalia 100,000 20/Apr/2009 Dana dari XYZ 500,000 20/Apr/2009 Dana dari Ilphin 100,000 20/Apr/2009 Dana a.n. Sumber Rusi Handono Alm. 100,000 20/Apr/2009 Dana dari ÐÇÄï»Ò 200,000 20/Apr/2009 Dana dari Hendra 50,008 20/Apr/2009 Dana dari Yunike Swanny 100,001 Total per 21 April 2009 Rp. 3.528.130 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Libur panjang pemilu legislatif kemaren saya gunakan untuk mendatangi beberapa tempat mengunjungi beberapa orang. Karena awal minggu ini saya ada audit ISO 9001:2000, saya baru sempat share sekarang.Yang pertama hari Kamis, bersama seorang teman (Deny) yang merupakan aktivis di sebuah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) saya melawat seorang penderita HIV+ di Mojokerto. Sebut saja namanya AD, berusia 26 tahun. AD diketahui menderita HIV+ sejak sekitar 1 tahun terakhir ini. Diyakini AD mendapatkan virus HIV melalui hubungan sex sejenis yang bebas, karena dari penjelasan teman saya, AD adalah seorang gay yang menurut pengakuannya sendiri suka gonta-ganti pasangan.Kunjungan ke AD ini adalah sebagai lanjutan dari permintaan teman saya ini yang beberapa waktu lalu kesulitan mendapatkan obat untuk AD, karena LSM hanya menyediakan akses untuk mendapatkan obat anti retroviral (ARV). ARV bisa didapatkan secara gratis lewat prosedur tertentu, namun untuk obat-obat lain yang terkait komplikasi harus dibeli sendiri. Saat itu, sekitar semingguan lalu, teman saya menghubungi saya per telpon karena kesulitan untuk menebus obat antibiotik paru-paru untuk AD. Saat itu beberapa teman milis yang saya hubungi via sms langsung memberikan respon dan bantuan. Anumodana.Kasus AD ini memang bukan kasus yang saya tangani, namun ini merupakan pengalaman pertama saya berinteraksi dengan penderita HIV+. Agak bingung dan kikuk juga. Semisal ketika bertemu, walau AD (tampak fisik) sehat walafiat, maksudnya tidak sedang terbaring tak berdaya di tempat tidur, ada rasa was-was ketika bersalaman. Walau saya tahu bahwa penularan tidak bisa terjadi hanya dengan bersalaman. Kemudian, ketika ngobrol, apakah boleh merokok? Apakah asap rokok tidak akan menyebabkan menurunnya kekebalan tubuhnya? Bingung juga. Akhirnya ya bertahan saja. Pembicaraan juga sebisa mungkin tidak menyinggung hal-hal yang berhubungan dengan kehidupannya dan dengan status yang disandangnya.Yang kedua, hari Jumat, kembali diajak Deny untuk melayat (kali ini bukan melawat, tapi melayat) seorang penderita HIV AIDS di Surabaya yang meninggal pada jumat dini hari. Sebut saja R. Saya tidak tahu banyak tentang R. Yang saya dengar dari temanku adalah bahwa R berprofesi sebagai pekerja sex yang menjual jasanya baik untuk laki-laki maupun perempuan. Dalam perspektif penanggulangan penyebaran HIV AIDS, R merupakan subyek yang paling berperan dalam menularkan HIV AIDS. R meninggal dalam kondisi yang cukup menggenaskan karena tubuhnya kurus kering digerogoti oleh penyakit-penyakit oportunistik yang muncul karena hancurnya kekebalan tubuhnya. Malamnya saya menuju pinggiran Ngawi, Jawa Timur, pas berbatasan dengan Blora, Jawa Tengah. Sabtu pagi saya sudah sampai di tujuan. Kali ini dengan Yoga, sahabat baik saya yang sudah saya kenal sejak 11 tahun lalu. Yoga berasal dari Purwodadi, Jawa Tengah tapi sudah lama menetap di Surabaya. Yoga juga aktif di klub motor di Surabaya.Ngawi boleh dikatakan merupakan perjalanan terjauh yang pernah saya tempuh dengan menggunakan sepeda motor. Tujuan ke Ngawi kali ini selain mengisi liburan pemilu, mengukur kemampuan berkendara jauh, dan sekaligus untuk melihat menjeguk seorang penderita kanker nasofaring (nasopharyngeal- carcinoma) . Namanya Tian, usianya 21 tahun. Ayahnya bekerja sebagai tukang pijat, sedang ibunya berjualan bubur.Kondisi Tian cukup memprihatinkan karena badannya kurus dan sering secara tiba-tiba mengalami mimisan (keluar darah dari hidung). Seperti halnya ketika ngobrol dengan kami di halaman depan rumah, tiba-tiba keluar darah segar dari hidungnya. Saya sempat panik. Tapi Tian sudah cukup tenang menghadapi hal tersebut. Dia hanya minta diambilkan kapas untuk menyumbat lubang hidungnya sebentar. Menurut penuturannya, awalnya sekitar setahun lalu dia mengalami mimisan, waktu itu dikiranya hanya mimisan biasa karena panas dalam, namun kemudian mimisan itu sering terjadi, hingga akhirnya dia sempat diperiksakan orang tuanya ke rumah sakit. Pemeriksaan menemukan bahwa Tian menderita kanker nasofaring stadium satu dan sempat diinapkan di rumah sakit beberapa lama. Namun akhirnya pengobatan dan perawatan tidak diteruskan karena orang tuanya tidak mampu membiayainya. Hanya kadang jika sakitnya cukup buruk, Tian dilarikan ke rumah sakit, lalu setelahnya dibawa pulang lagi. Itu pun sangat membebani orang tuanya karena jarak ke kota yang cukup jauh. Para pemeriksaan terakhir diketahui bahwa kankernya pada stadium dua. Dokter menganjurkan untuk melakukan operasi dan terapi radiasi atau terapi kimia (khemoterapi) , namun hal itu nampaknya tidak memungkinkan.Informasi dari ibunya Tian, oleh rumah sakit diperkirakan biaya operasi mencapai 30 jutaan dan operasi tidak bisa dilakukan di rumah sakit di Ngawi karena tidak memadai untuk melakukan operasi nasofaring yang beresiko tinggi karena pada bagian kepala. Minimal harus dirujuk ke rumah sakit di Madiun. Mengingat usia Tian yang masih cukup muda dan kemungkinan sembuh yang walau hanya 50-50, saya cukup tergerak untuk membantu mencarikan dana untuk keperluan pengobatan Tian. Orang tua Tian juga saya minta untuk mengusahakan dana tambahan dari sumber lain, dari siapa saja, dari mana saja. Dan untuk menguruskan surat keterangan tidak mampu untuk mendapatkan keringanan biaya pengobatan dari rumah sakit. Kalau bisa mendapatkan keringanan 50% dari rumah sakit sudah akan sangat membantu. Dalam minggu-minggu menjelang Waisak 2553BE, saya mengajak para rekan sekalian untuk membantu kasus ini. Sekecil apapun dana parami yang diberikan akan memberi nilai besar untuk menolong Tian. Karena sulitnya komunikasi di daerah terpencil tersebut, saya berjanji pada Tian bahwa saya akan kembali ke tempatnya paling lambat pada Sabtu, 9 Mei 2009 (bertepatan dengan libur Waisak), karenanya penggalangan ini akan ditutup paling lambat pada 8 Mei 2009. Bagi yang ingin berdana, seperti biasa dana bisa dikumpulkan via account bro Edi Sugino. Bank International Indonesia (BII) Ac. 1174113160 An. Edi Sugino Bank Central Asia (BCA) Ac. 5270348523 An. Edi Sugino Jika mentransfer dana bantuan, mohon menginformasikan pada saya atau bro Edi Sugino, bisa via email maupun via sms (karena account-account tersebut juga digunakan untuk penggalangan bantuan-bantuan lainnya) abin: abin_a...@app. co.id (085746138868) edi sugino: edi_sug...@app. co.id (081513001808) Mettacettana, Abin Nagasena Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/ [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
