Bravo Sunu. Tulisan ente terlampir saya hubungkan  dengan pertanyaan ente
pada saya mengenai topik diskusi. Saya merujuk pada pernyataan anda bahwa
mancing itu hobby yg. bisa paling murah dengan peralatan cuman 500 perak
sampe 40 juta. Nah bila melihat masyakat pemancing, rasanya kelas 500 perak
atau lebih dikit inilah yg. banyak, sehingga sepantasnya dipikirkan. Kalau
kita kita cuman mikirin gimana beli Saurus ya ngga akan kepikir pemancing
klas 500 perak itu. Topik yg. bisa didiskusikan sebenarnya banyak. Contoh
adalah mengenai gimana mengusahakan peralatan keselamatan diperahu mancing
rakyat yang oleh sebagian besar anggota milis ini sering disewa. Kelas
perahu ini bukan kelas Ardika atau Krakatau Lagi. Bahkan kelas Stephani di
Binuangen pun tidak punya peralatan keselamatan yg. memadai padahal sewanya
untk ukuran saya udah termasuk mahal. Apalagi kelas perahunya Pak Haris di
Kamal yang peralatan modern terakhir yang saya lihat dan sangat dibanggakan
oleh beliau cuman pompa air pake accu sehingga beliau tidak perlu menimba
air yg. meresap dibawah palka. Menurut saya topik peralatan keselamatan
diperahu rakyat itu sangat relevan dengan sebagian besar sekali anggota
milis ini . Tapi kenyataannya ( maaf mungkin perasaan saya saja ) pengurus
formasi tidak sensitif dengan topik ini waktu dilontarkan oleh lurah milis
ini dan saya beberapa bulan lalu.
Mungkin memang seperti Bekti bilang, jadi anggota dulu lah, inipun sudah
sangat membantu.

-----Original Message-----
From: Sunu Widyatmoko <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, February 08, 2001 12:17 AM
Subject: RE: [mancing-l] VISI DAN MISI


Suatu uraian cerita yang bagus. Tapi akan lebih bagus lagi kalau nama Sunu
agak
ada disitu bosss.......
Rasanya dikotomi tawar dan laut merupakan fenomena yg menarik. Tapi
seringkali
kita lupa, bahwa mancing itu hobi yang paling murah dan paling mahal. Dari
yg
pakai kenur & pancing yg berharga Rp.500 sampai satu set alat trolling yang
Rp.
40juta.
Kenyataan ini mengkelompokkan pemancing pada beberapa kategori, yang
tergantung
pada kondisi kantong masing2.
Saya rasa justru ini tantangan Formasi menempatkan diri sebagai wadah bagi
semua pemancing. Suatu kesempatan bagi rekan2 pemancing yg mungkin tidak
berada
di puncak piramida ekonomi, untuk mau mengembangkan potensi mancing di
Indonesia sesuai dengan kelasnya. Saya rasa hal ini perlu, karena tidak
sedikit
pemancing yg hobi dadakan pada saat ekonomi sudah mapan dan secara sangat
kebetulan dikenalkan dengan mancing big game. Untuk pemancing yg masuk di
kategori ini dan kebetulan saat ini menjadi pengurus Formasi, apa ngerti
bila
diajak ngomong mancing dari dermaga atau pantai????
Seandainya si Pemancing inipun mau mengerti, apa ia mau kalau diajak mancing
pinggiran yang success rate-nya 10% untuk ikan 1/2kilo ????
Tanpa harus menaruh rasa dengki dan iri bagi sesama pemancing yg lebih mujur
secara ekonomi, usaha untuk memasyarakatkan mancing apapun kelasnya akan
sangat
dihargai oleh Formasi. Ilustrasinya adalah yang kaya mengembangkan mancing
marlin, yg kurang kaya mengembangkan mancing dasar, yang marginal
mengembangkan
mancing pantai. Apabila semua usaha tersebut didasarkan pada pelestarian
lingkungan, semua pihak mendapatkan tujuannya yakni mancing dapat ikan.
Saya sangat berharap uraian diatas bisa membuka wawasan rekan2, bahwa
Formasi
untuk semua pemancing. Dari sandal jepit sampai sepatu=20 kaca.

ygbarupulangrapatFormasi
SW




At 05:19 PM 2/5/2001 -0800, you wrote:
>ikutan ah..
>iya tuh, gue yang diajak sama oom indra untuk ngikut dibagian humas,
langsung
merasakan kekurang pengetahuan yang sama miliki diurusan mancing ini, laut
maupun tawar. bangga diajak jadi pengurus?. ngga' tuh!. pusing mah iya.
tadinya, ikutan jadi anggota formasi cuma 'pengen tau', maunya apa sih
formasi
itu. eeh.. malah disuruh mbantu bagian humas. jadilah browsing sana sini
nyari
informasi lebih banyak lagi. mulai dari bikin knot yang bagus en kuat, joran
dan reel, perawatan... makin lama makin bego aja rasanya, persis seperti pak
kornelius bilang. sejauh ini mancing cuma di laut, ada banyak yang bisa
ditanya: ada abah en kapten, soni, suhu sunu, suteng, pokoknya banyak deh.
nah,
giliran ngebayangin mancing ke empang, atau kali, gue musti nanya ke mana?.
literatur air tawar di internet isinya steelhead (apaan tuh?), sturgeon
(martabak?), pike (apalagi nih?). yang paling memper cuma catfish (lele).
jadi,
temans, kalau anda punya rasa perduli dengan urusan mancing ini, apalagi
kalo
anda punya pengetahuan yang anda mau bagi-2 kepada sesama, please.. gabung
sama
formasi, mau di litbang kek, mau di humas kek... rasanya cuma itu cara yang
efektif menyatakan kepedulian anda sekarang ini. selama ini formasi
sepertinya
cenderung meng-anak emaskan pemancing laut. kenapa?. ya itu tadi, kebanyakan
pengurus memang asalnya pemancing laut, bukan pemancing air tawar. rasanya
intro cukup, dan ditunggu respon dari temans yang tergugah kepeduliannya.
kurang lebihnya mohon maaf sebelumnya.
>
>ii.
>


---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign
Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information,
online chat, forum discusion, clasifiedads, etc
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **










---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information, online chat, 
forum discusion, clasifiedads, etc  
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **







Kirim email ke