Perumahan PURI Semarang Sebelum ke Korowelang, dihari Minggu tgl 17 Juni tim 'wong edan' memutuskan mampir ke Semarang untuk mencoba tarikan Bandeng. Dari base Magelang, kami berangkat agak siangan. Sepanjang perjalanan kami bercerita tentang pengalaman mancing dan cerita-cerita lucu yang membuat kami terbahak-bahak. Sopir mengarahkan mobil melewati daerah Bandungan, yg katanya banyak kolam kecilnya. Oy sempat menunjukkan hotspot di mana ikan 45 kg-an bersarang, ikan apa ? tebak sendiri. Di Semarang, kami sempat mampir ke rumah Oy, beliau ini layaknya toko berjalan saja. Saya sempat beli joran Shimano abal-abal, lumayan buat mancing empang. Tempat yg dituju ada di pinggir areal perumahan Puri Semarang. Di daerah rawa-rawa yg banyak tambak bandeng-nya dekat bandara. Layaknya orang yang baru suka mancing, kami masuk ke arena. Lokasi ini berupa tambak yang sudah disulap menjadi pemancingan ditambah resto yang siap mengolah hasil pancingan kita. Di sana sudah berjejer pemancing lokal, dan penikmat sajian yang berjejal di resto-nya. Tim kebagian di tempat panas, alat mancing yg sudah dipersiapkan mulai diturunkan. Menggunakan umpan berbahan dasar pelet yg di ramu tape yg dibeli di situ sudah siap pakai, kami mulai mancing. Mudahkah ? Kan ini cuma kolam kiloan ? tidak juga, karena tingkat kesulitannya adalah dengan dipakainya kenur 2 lbs milik Soni, kenur tipis yg dijuluki 'rambut dibelah tujuh' oleh Oy itu kami gunakan sebagai leader. Alhasil, setelah melempar dan strike, hanya Oy saja yg berhasil mendaratkan ikan hingga masuk ke korang. Yang lainnya putus pada saat digentak dan di saat mengajar ikan. Rangkaian pancing yang digunakan utk mancing bandeng, merupakan perpaduan antara mancing berpelampung dan mancing jebluk. Ikan makan tidak hanya didasarnya tapi kabanyakan sedikit diatas dasar tambak. Jadi rangkaian spt mancing jebluk, dengan pemberat agak besar di ujung lalu buat dua kumis kemudia terakhir diberi pelampung. Namun karena kebanyakan gagal menaikkan bandeng, akhirnya diputuskan utk mengganti leader kecil tadi, karena kita hanya mau 'fun' dan mengejar omzet bandeng untuk sajian. Saat itulah bandeng mulai dapat dinaikkan. Opa Greg dan Irwin kegirangan beberapa kali dapat menaikkan bandeng. Hanya rekan Kiki saja yang kurang beruntung, mungkin karena bandengnya sudah diancam oleh beliau jadi mereka takut makan pancingnya Kiki. Bandeng yang kami dapat di korang sebagian secara diam-diam kami release lagi ke tambak takut bayarnya mahal. Dan rupanya bandeng Semarang ini memang membuat kami semua kesengsem dengan cara makannya yang kasar dan larinya yang liar. Buktinya Irwin menyempatkan membeli bandeng yg sudah diawetkan untuk dipajang di rumah beliau, katanya. Ketika ditimbang bandeng pancingan kami hanya 8 ekor dengan timbangan seberat 1,4 kg saja. Padahal perhitungan saya tadi banyak sekali ikan di korang, rupanya tim ini sangat konsisten dengan bag limit dan tag & release. Tapi kami cukup puas, apalagi gorengan bandeng sangat nikmat di mulut kami. Hhhmmmhh. tips:jangansekalikalimengultimatumbandengjikainginmemancingnya --------------------------------------------------------------------- Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company http://www.kreatif.com To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Website mancing-l at http://www.MancingL.com --> Fishing information, online chat, forum discusion, clasifiedads, etc MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected] ** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **
