Konon di Situbondo Jatim, terjadi gerakan reformasi fundamental. Karena, Pancasila 
sebagai dasar negara juga direformasi, diberi sentuhan lokal sesuai dengan semangat 
otonomi daerah. Alasannya, masyarakat di desa ini hanya sebagian kecil yang bisa 
Bahasa Indonesia, sementara sebagian besar lainnya hanya bisa berbahasa Jawa. Mereka 
ganti nama Pancasila dengan istilah "MOLIMO atawa lima sila". Nah, saat upacara, 
dibacalah "Molimo" itu oleh Inspektur upacara sbb: "MO-LI-MO":


Silo kaping siji: Gusti Allah ora duwe konco (Ketuhanan Yang Maha Esa).
Silo kaping pindo: Lung Tinulung (Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab).
Silo kaping telu: Mangan ora mangan ngumpul (Persatuan Indonesia).
Silo kaping papat: Musyawaroh (Kerakyatan yang dipimpin oleh dst....).
Silo kaping limo: Wong Indonesia 'mlarat Kabeh (Keadilan Sosial dst...).

Kirim email ke