Status mahasiswa, menurut saya, saat ini bukan lagi sebuah status
istimewa. Pasalnya tidak semua mahasiswa mampu membawa diri dan
bersikap sebagaimana seorang intelektual yang kritis dan komprehensif. 

Mahasiswa bukanlah sebuah status dimana setiap orang yang beruntung
untuk menyandangnya otomatis menjadi pejuang rakyat. Mengaburkan
status kemahasiswaan sebagai privilese untuk melakukan apa pun atas
nama rakyat, adalah suatu misinterpretasi yang serius.

Saat ini saya melihat mereka yang bergaya itu tidak lebih dari jiwa2
muda pemberontak tapi tidak memahami apa2 tentang apa yang mereka
lakukan. Suara yang mereka bawa adalah suara kebebasan dengan akal
sehat yang terpasung kebodohan.

Mahasiswa yang bodoh. Dimana intelektual sejati berada? Tampaknya
dibalik megafon, spanduk2 serta gerak-gerik anarkis mereka, tidak kita
temukan lagi mereka yang benar2 akademisi kritis dan cerdas. 

Mahasiswa identik dengan perjuangan nurani dan kemanusiaan. Tetapi
kenyataannya, mereka yang berseragam jas almamater itu menginjak2
nurani dan kemanusiaan. Mereka liar, tidak mau diatur dan bodoh.   

Kita perlu lebih banyak Soe Hok Gie dan Ahmad Wahib. Pemuda kita perlu
lebih banyak patron mahasiswa intelek dan berani 'out of the box'
seperti mereka. 

Soe Hok Gie sendiri, dalam hidupnya, selain banyak mengkritik
penguasa, juga paling banyak mengkritik lembaga kemahasiswaannya
sendiri. Mahasiswa ideal adalah mereka yang jujur pertama2 terhadap
dirinya sendiri, bersedia dikritik, dan peka terhadap kebenaran,
meskipun hanya menjadi minoritas.

Salam
Abdi Christ



--- In [email protected], "Devi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mahasiswa yg mahabodoh...
> 
> Coba kita cermati mahasiswa makasar.
> Cenderung hanya reaktif, tapi tidak kreatif dan konstruktif.
> Memang tidak bisa di generalisasi semua mahasiswa makassar.
> Demo yg dilakukan pun sangat tidak terpuji dan maaf ketinggalan
jaman bahkan kampungan.
> 
> Sweeping, Teriak teriak, bakar ban, poster murahan.
> Demo model begini model 80 an atau 90 an
> 
> Lalu saya bertanya apa arti kata " Maha".
> 
> Tapi saya percaya kemana para "Maha" itu akan bermuara  PENGANGGURAN.
> 
> 
> Dont just see,  WATCH
> Dont just hear ,  LISTEN
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: ferry irawan 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Tuesday, November 21, 2006 3:36 PM
>   Subject: [mediacare] Lagi.., Mahasiswa Makassar Rasis...!!
> 
> 
> 
>   melihat berita malam kalo tidak salah waktu minggu malam, dikota
Makassar terjadiaksi mahasiswa yang mengecam terjadinya perkosaan
terhadap pembantu rumah tangga oleh majikannya.. ( yang sepertinya
kebetulan etnis keturunan Tionghoa)
>   para mahasisiwa melakukan aksi di depan gerbang Chinatown kota
makassar dan hendak menurunkan papan nama kawasan ttp berhasil di
halau aparat polisi. slenjutnya mereka melakukanaksi
berkelilingdidalam kawasan dengan tertib dan damai ( kata sang
presenter, kalo nggak salah Metro TV)  
> 
>   emang kalo yang melakukan pemerkosaan dari suku bugis atau toraja
, mereka akan melakukan hal yang sama..?
>   apa hubungannya tindak kriminal dengan warna kulit..?
>   saya yang bego atau mereka yang terlalu pintar..?
> 
> 
> 
>
------------------------------------------------------------------------------
>   Sponsored Link
> 
>   Mortgage rates near 39yr lows. $510,000 Mortgage for $1,698/mo -
Calculate new house payment
>



Kirim email ke