NDH:Yth Semua !Re Info Ida Kouw : 
Belanda Maju Indonesia Mundur ---- Teratur Sabar 350 th sampai Proklamasi 
HAM/Pancasila dari Indonesia 1.6.1945, dan di Holland Pengadilan Internasional 
HAM HAA PBB antara 1945-1949 didirikan.

 * Memang Semua Eropa Penduduk daerah Subtropis 
4 kali setahun Musim dingin-semi-semi-gugur, tanah sempit, ratusan ríbuan 
tahun, dan Belanda terkecil daerahnya, pemberian belaskasihan Napoleon pada 
Kakek Batavus, lagi Tanah datar Bawah Muka Laut kebanayakan, jadikan selama itu 
Belanda kerja keras, jadi tangguh, termasuk merebut daerah berkelana, diam-diam 
diantara orang Etropa,dapat menguasai daerah Indonesia Minor Kerpulauan 
Nauaantara, seluas Eropa, dalam Pelanduk Jahanam Itu, tentu memakai banyak 
Tenaga Kriminal jadoi Soldadunya, 350 th, termasuk di antara mereka Belanda, 
waktu bawa barang kurasan berupa mas Penuh Kapal Batavia, di Tenggara Australia 
pulang Eropa, karena diantara mereka justeru bersaudara pedagang itu terjadi 
piso memiso, bunuh-bunuhan sehingga tenggelam karam kandas ke tengah samudra 
kapal Batavia itu. Banyak lagi !.
.
 * Kebanyakan di Eropa 
yang tak kuat menjajajah sangat mengutuk Belanda itu. Memang Belansda termasuk 
memakai Tenaga Jerman yang cukup lama ratusan tahun digencet Orang Putih 
Barat-Timur, Utara-Selatan, hingga Bismarck dan Hitler datang, hanmpir Belanda 
dijadikan Air Bah Nabi Noah Berikut, tapi kasihan. Bahklan Jerman membiarkan 
diri jadi suami-suami Belanda ( Juliana, Beatrix) agar moga mereka bisa manusia 
lengkap.
.
 * Ketika Pak Batara dari Lembaga Kehormatan Bangsa Indonesia, 
menuntut minta ampun Belanda pada Penjajahan dan Pelanggaran HAM, 
berputar-putarlah Belanda itu, bahkan Gereja membantu Politik 
Negara/Pemerintah, kami rasa di Interkontinental, Belanda memang masih kerja 
terus penuh murni HAM, kini baru HAM Mereka dan Kawan-Kawannysa Mantan 
Kolonialist dan Kapitalist Globalisasi 1 2 3 mulai 1492 / 1800 / 2001, mereka 
hancur berzterimakasih kkpeda Para Kriminal dapat merbut Tanah Luas Indonesdia, 
sehinga mereka Belanda ada dari generasi regenerasi, harus terimaksih pada 
kriminal itu ! Sama halnya Portugal Penjajah Macao danb Timtim dahulu hasil 
dagfang-dagangan tukar-tukaran dengan Belanda, Tanah Orang Lain !
.
 * Nah tentu lebih jelas 
kalau Sejarah Civilisasi kita semua makin terang HAM itu. Kita kini usahakan 
agar semua bangsa Cepat Wirausaha Akurasi Symbiósemutustik, jangan siapa cepat 
dia dapat !
.
 * Gude morgen Jeffrouw !
.
 * ndh


 Kouw:
Saya tentu saja terkagum-kagum pada kemajuan2 yang saya lihat di
Belanda, Eropa, atau negara2 maju lainnya yang memang kalau
dibandingkan Indonesia banyak jauh tertinggal. Namun kekaguman itu tidak 
membuat saya shock berkepanjangan, bila ada
kebijakan pemerintah yang memang tidak tepat, kenapa tidak akui dan
nilai terus terang bahwa memang tidak tepat? Meminjam perbandingan yg dipakai 
Manneke, logika peraturan anti burqa
itu kan persis logika RUU APP yang mengatur dress code perempuan.
Kenapa terhadap RUU APP banyak dari kita berani vokal (yg saya setujui
dalam hal ini), tapi tidak terhadap pemerintah Belanda? Di sini saya
melihat gejala shock-nya sekian banyak orang2 Indonesia yg tinggal di
negara2 maju. (sedikit melenceng) :
Mengenai perbandingan dengan pendatang dari 'dunia ketiga' lain,
sedikit banyak saya perhatikan juga beberapa teman/kenalan (misalnya
yang dari India), yg bila dibandingkan dengan yg dari Indonesia (maaf,
kebetulan saya sering sekali ketemu tipe yang shock berkepanjangan),
orang2 India (yg saya kenal) ini sikapnya jauh bisa lebih percaya diri
sebagai orang India. Sikap seperti ini -sayangnya- tidak sering saya temukan di 
kalangan
orang Indonesia pendatang; misalnya hal yg makin sering saya temukan:
orang2 Indonesia suka 'ikut senang' negerinya diolok2 (perhatikan kata
DIOLOK-OLOK) orang lain. Sikap seperti itu tidak saya temukan pada
kenalan2 orang India Itu sebabnya saya bertanya2 apakah mentalitas demikian 
dari orang2
Indonesia ini buah sukses penguasa penjajah Indonesia
memelihara/mengkondisikan the so-called inlandersmentaliteit..... Ida Khouw 


 


 

Kirim email ke