Bocah, korban yang diduga penggemar Smack Down memang memprihatinkan. Ironinya 
kejadian tersebut tidak hanya memakan korban bocah Bandung, namun sudah meluas 
sampai di Jogja. 

Seperti yang diberitakan di Tabloid Nyata edisi 1848 terbit Senin 27 November 
2006. Seorang bocah kelas 3 SD Wates, bernama Maryunani kini tergeletak lemas 
di salah satu ruangan RSUD Wates. Dia menjadi korban sia-sia dalam tarung bebas 
di sekolahnya menirukan pertarungan di acara Smack Down
tayangan Lativi.

Dengan semakin bertambahnya korban tentunya pihak Lativi benar-benar harus 
menghilangkan acara tersebut karena lebih banyak rugi daripada manfaatnya. Atau 
minimal dirubah jam tayangnya kira-kira pukul pukul 01.00 dini hari. Jangan jam 
23.00 wib.
Wido Q Supraha <[EMAIL PROTECTED]> menulis:                                     
   
  Lativi Siap Bertemu KPI Bahas Smack Down
  Ahmad Dani - detikcom
   
  Jakarta - Penayangan acara gulat profesional dari Amerika, Smack Down menuai 
kontroversi pascakematian seorang bocah sekolah dasar di Bandung, akibat meniru 
adegan gulat Smack Down.
   
  Buntutnya, Lativi selaku media yang melakukan penayangan acara tersebut akan 
bertemu dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk membahas acara Smack Down 
lebih lanjut.
   
  "Kita akan bertemu dengan KPI Jabar dan KPI pusat. Dalam minggu ini mungkin 
diusahakan bertemu Komnas Perlindungan Anak," kata Manajer PR Lativi Raldi Roy, 
ketika dihubungi detikcom, Senin (27/11/2006).
   
  Raldi juga mengaku saat ini pihaknya sudah mengubah jam penayangan Smack Down 
menjadi lebih malam. "Kita ubah jam tayangnya menjadi pukul 22.00 WIB," tambah 
Raldi.
   
  Selain pengubahan jam tayang, Lativi juga melakukan tindakan pencegahan 
melalui tiga cara yaitu, melalui logo dewasa di pojok kiri layar monitor. 
Kedua, menggunakan running text sebuah perkataan 'tidak untuk ditiru'.
   
  Selain itu, Lativi juga menayangkan peringatan promo visual yang menampilkan 
orang dewasa menasihati anak-anak agar tidak meniru dan menonton program 
tersebut.
   
  "Ini dilakukan setiap penayangan acara Smack Down," jelas Raldi.
   
  Namun demikian, Raldi juga mengakui jika rating penayangan acara gulat bebas 
ala Amerika ini memiliki peringkat yang baik. "Untuk rating cukup bagus. Tapi 
data pastinya saya tidak bisa sebutkan, karena harus buka komputer," tandas 
Raldi.(ahm/fjr)
   
  Source : 
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/11/tgl/27/time/093115/idnews/712965/idkanal/10
   
  
     
     
                       

                
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

Kirim email ke