http://www.rakyatmerdeka.co.id/edisicetak/?pilih=lihat&id=27446 Rakyat Merdeka, Senin, 27 November 2006, 03:24:11
Bersama SBY, Kita Rugi Mbah Tardjo: Kondisi Pemerintah Sudah SOS Sikap PDI Perjuangan sudah bulat. Bergabung dengan pemerintahan SBY dan menanggalkan predikat sebagai partai oposisi adalah tindakan yang akan merugikan partai berlambang banteng pimpinan Megawati Soekarnoputri itu. DEMIKIAN disampaikan tokoh senior PDIP Soetardjo Soer­jo­goeritno di rumah Gus Dur, ka­was­an Ciganjur, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu. Mbah Tardjo, be­gitu dia biasa disapa, ketika itu me­ngomentari kabar yang me­nye­butkan PDIP, atau setidaknya to­koh PDIP, telah merapat ke Partai Demokrat. Alah, itu Ahmad Mubarok (Wa­kil Ketua Umum Partai De­mokrat) saja yang bilang (PDIP mau) masuk kabinet. Tapi saya su­dah tanya ke Tjahjo Kumolo (Ke­tua Fraksi PDIP di DPR), dia ja­wab masih tetap seperti semula se­bagai oposan, kata Mbah Tardjo. Apabila ada pentolan PDIP yang ngotot bergabung dengan pe­merintah, maka itu akan me­rugikan diri sendiri. Situasinya (pe­merintah) sudah SOS (save our soul). Tinggal menunggu ka­pan jatuh. Jadi kalau bisa te­tap­lah pada pola semula (sebagai oposisi) tidak usah masuk di pe­me­rintahan, ujarnya lagi. Sementara dari kubu Partai De­mok­rat sempat beredar kabar bah­wa tokoh PDIP yang telah me­rapat dan melakukan pem­bicaraan dengan pentolan partai itu adalah anggota Komisi VII DPR Effendi MS Simbolon. In­for­masi yang diperoleh dari Par­tai Demokrat menyebutkan bah­wa Effendi telah beberapa ka­li me­lakukan pembicaraan de­ngan Ah­mad Mubarok yang ditu­gas­kan SBY untuk men­de­kati PDIP. Lebih jauh disebutkan bah­wa PDIP sudah mengajukan per­min­taan sebanyak dua kursi men­teri sebagai kompensasi un­tuk mendukung pemerintah, ter­lebih bila Partai Golkar menarik diri dari barisan pendukung duet SBY-Jusuf Kalla. Ketika dihubungi Effendi mem­bantah kabar ini. Saya ng­gak pernah melakukan itu, tegasnya. Loyalis Megawati itu me­nam­bahkan, hingga kini keputusan Kong­res PDIP yang menyatakan bahwa partai itu berdiri sebagai ke­kuatan oposisi konstruktif ter­hadap pemerintah, belum di­ubah. Jadi tidak mungkin saya me­­langgar keputusan Kongres. Saya juga tidak kenal sama Mu­barok. Apalagi, lanjut bekas vokalis Komisi I DPR itu, Megawati sudah berketetapan hati menjadi oposan hingga tahun 2009. Sa­ya tidak pernah berwacana ke sa­na (bergabug dengan peme­rin­tah). Saya sendiri sebenarnya tidak dalam posisi menjelaskan ini karena saya hanya alat ke­leng­kapan di fraksi. Kalaupun ada wacana mendukung pe­me­rin­tah, maka harus ada dulu ke­pu­tusan setingkat Kongres yang mem­batalkan keputusan Kong­res sebelumnya, sebut dia lagi Kabar bahwa tokoh PDIP telah me­rapat ke Partai Demokrat ke­luar dari mulut Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Ahmad Mu­barok. Menurut Mubarok, PDIP akan menggantikan posisi Partai Golkar bila partai yang dipimpin Jusuf Kalla itu menarik diri dari pemerintahan. Menurut Mu­barok, lobi dengan petinggi PDIP sudah dilakukan berkali-kali lewat telepon atau dalam per­­temuan di kafe. Namun Mu­barok enggan menyebut tokoh PDIP itu maupun kompensasi yang diberikan. RM Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com
