--- In [email protected], manneke <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> JAWAB: Jadi boleh ya, Pak Loeky, bikin aturan yang merugikan 50-100
orang, yang merupakan suatu kelompok masyarakat yang konkret
keberadaannya, demi untuk menangkal suatu ancaman yang masih potensial
dan hipotetis sifatnya?
L: Pak Manneke, kerugiannya juga masih hipotesis.
> JAWAB: Tak perlu disebutkan eskplisit, Pak Loeky, karena sudah jelas
bahwa dalam praktiknya, pemakai helm atau balaklava untuk ski tak akan
kena cekal.
L: Pak Manneke, belum ada prakteknya. Masih sosialisasi. Bisa saja
ruang lingkupnya nanti diperluas dg tujuan untuk menghilangkan kesan
peraturan berupa larangan berburqa ini hanya untuk muslimah saja. Kan
baru disetujui di tingkat kabinet Belanda, belum sampai ke legislator?
M:
RUU APP di negara kita juga tak ada sama sekali menyebut eksplisit
bahwa itu RUU yang mengasumsikan Islam sebagai landasannya, tapi jika
tak disebut eksplisit, apa lalu otomatis berarti tidak bias agama?
L: Karena itu, sekarang pemerintah Belanda sosialisasi dulu, BEDA
SEKALI DG usulan RUU APP yg jelas2 sudah ada ayat2 dan pasal2-nya,
baru publik diberitahu.
> JAWAB: Di-blow up atau tidak, nyatanya RUU itu ada toh?
L: Belum ada, walaupun garis besar USULANnya sudah banyak diberikan
(untuk menjawab begitu derasnya pertanyaan, khususnya yg terkait ttg
burqa dan jilbab). Jadi yang mem'blow'up itu justru mereka2 yg terus
bertanya ttg burqa, mis. bagaimana beda burqa dg jilbab. Malah ada
media Belanda yg menerbitkan contoh gambar jilbab dg mulut tertutup
juga termasuk yg akan dilarang.
> > Siapa tahu saat ini ada rencana perbuatan jahat dg
> > menyalahgunakan kebebasan menggunakan penutup wajah,
> > baik tutup muka pemain ski atau 'burqa'. Mis. rencana
> > pencurian uang secara canggih di ATM2. Tentunya
> > rencana ini akan lebih berhasil mengelabui kamera2
> > yg terpasang di ATM apabila pelaku2-nya memakai
> > burqa atau penutup wajah yg lain. Jadi segala kendala
> > yg mempersulit PROSES IDENTIFIKASI pelaku (yg mungkin
> > menggunakan HP, baterei, jam waker) harus ditiadakan.
> JAWAB: Menegakkan prinsip kekebasan selalu ada risiko, pak Loeky,
juga jika kita mau berdemokrasi secara serius. Jika tidak, kita
kembali saja ke pendekatan keamanan seperti yang diterapkan Orde Baru
dulu. Pokoknya dilarang dulu, soal kejadian betul atau enggak, urusan
belakang. Demokrasi dan kebebasan bisa tegak berdiri karena para
pendukungnya bersedia memikul risiko yang relatif besar demi
menjunjung tinggi hak azasi, daripada mengambil jalan pintas yang
lebih mudah tapi represif.
L: Jangan mengulang2 analogi Belanda dg orba, pak Manneke. Pemerintah
orba itu jelas2 tidak demokratis sehingga TAK ADA SATU PUN produk
hukum orba yg legal: apakah otoriter atau tak otoriter, semua tidak
sah. Jadi tak ada satu pun produk hukum orba yg bisa dianalogikan dg
produk legal/legitimate dari pemeritah Belanda.
> JAWAB: sekali lagi, saya mendengar gaung pendekatan keamanan yang
gencar dipakai Orba untuk menjustifikasi tindakan represif yang
dilakukannya.
L: Sekali lagi juga anda menganalogikan sesuatu yg dasar filosofinya
tak analogi, spt contoh dalam jawaban saya thd Idakhow.
> > Contoh2 aturan semacam (di mana kepentingan dan
> > hak2 pribadi diletakkan di bawah kepentingan
> > umum) bukan baru2 saja ada, ttp sudah banyak dan
> > sudah lama diterapkan.
>
> JAWAB: Tak ada larangan membawa barang berbentu zat cair di pesawat
terbang. Yang ada adalah larangan membawanya ke dalam kabin. Ini bukan
larangan tapi regulasi (pengaturan).
L: Jelas yg saya maksud dan dg contoh2 adalah larangan membawa cairan
ke kabin ('membawa' kan selalu dg TANGAN dan tangan kan ikut masuk ke
kabin :-)).
> JAWAB: Tirani dan otoritarianisme tak selalu datang
dari kekuasaan diktatorial satu orang, dan kita sudah
banyak saksikan ini dalam sejarah dunia modern.
L: Namanya tetap tirani, mis. SEORANG Hitler menyalahgunakan
legitimasi yg ia peroleh secara legal.
> JAWAB: Nasib yang dialami kaum Ahmadiyah justru seharusnya bisa
membuka mata kita dalam menyikapi kasus burqa di Belanda ini, bukan
sebaliknya. selama ini, saya liat malah rekan-rekan miliser di
mediacar ini gencar memberikan dukungan kepada kaum Ahmadiyah, tapi
dalam soal burqa di Belanda kok malah kebalik?
L: Silakan baca jawaban saya utk Idakhow, semangat saya mendukung
peraturan pelarangan burqa sama dg semangat saya mendukung keberadaan
burqa, yaitu semangat menentang PENGATAS-NAMAAN AGAMA.
Salam