Saya sebetulnya tidak tertarik nimbrung soal Aa Gym.
Namun benar2 hopeless membaca bagaimana komentar2 tentang istri,
tentang perempuan; mulai dari Aa Gym sendiri sampai milisers yang
mengomentarinya (termasuk gurauan yg poor taste, mengandaikan
perempuan sebagai jenis2 makanan --> sebuah poor mindset penulisnya). 
Tak satupun yang memperlakukan perempuan sebagai subyek. Demikian
parah, demikian rendah cara pandang mereka!

I.

--- In [email protected], manneke <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> 
> Oooh, jadi nikah itu tujuannya untuk penyaluran nafsu toh? Waduh,
baru tau saya...
> 
> manneke
> 
> -----Original Message-----
> 
> > Date: Fri Dec 01 22:24:13 PST 2006
> > From: "gedehc" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: [mediacare] Re: Istri Kedua Aa Gym?
> > To: [email protected]
> >
> > Mas, nafsu memang sudah dilengkapi oleh Sang Khalik ketika menciptakan
> > manusia. Ia jangan dibunuh tapi juga jangan dijadikan raja dan
> > dituruti terus. Itu sebabnya, menikah dengan alasan tak kuat lagi
> > menahan nafsu masih lebih mulia daripada tidak menikah tetapi
> > disalurkan lewat zina atau pacaran a la "kekinian" yang di luar
batas. 


Kirim email ke