Saya mengagumi pengampunan yang diberikan keluarga korban meski masih sulit
bagi saya untuk memahami bagaimana mereka bisa mengampuni orang yang telah
menyembelih buah hati mereka dengan cara yang lebih sadis dari menyembelih
hewan. Luar Biasa.!!!!! Puji Tuhan.pertanyaan saya cuma satu; jika hal ini
terjadi pada pihak yang lainnya ( pihak muslim), mampukah mereka mengampuni?
atau sekedar tidak membalas. karena mengampuni bukanlah pekerjaan kasih yang
pasif, mengampuni adalah tindakan kasih yang aktif. Tapi percuma saya jelaskan
hal ini, kalau yg ada hanya semangat untuk membantai mereka yang berbeda
keyakinan.
Jereweh Sumbawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalau semua umat manusia mampu mengampuni orang, maka tidak ada
perselisihan antara agama.
Itulah kasih yang telah diajarkan ke umatnya, dan hukum manapun tidak ada
yang menentangnya.
Peace
---------- Forwarded message ----------
From: Don Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Nov 29, 2006 8:14 PM
Subject: [mediacare] Orangtua Siswi Kristiani yang Dipenggal Mengampuni
Pembunuhnya
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
, [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED]
Orangtua Siswi Kristiani yang Dipenggal Mengampuni Pembunuhnya
Wednesday, Nov. 22, 2006 Posted: 2:54:58PM PST KRISTIANI POS
Para orangtua tiga siswi Kristiani yang dipenggal oleh militan Muslim di
Poso, mengatakan mereka mengampuni pembunuh anak perempuan mereka dalam sebuah
pertemuan dengan tiga militan dan orangtua mereka hari Minggu lalu.
Hasanuddin, yang masih disidang atas kejahatan tersebut, memohon pengampunan
dari orangtua korban pada pertemuan yang diadakan polisi setempat. Ia
berulangkali mengatakan penyesalan dan mengekspresikan kepiluan yang dalam
bersama dua kawannya, Irwanto dan Haris.
Seorang ibu dari salah satu korban mengatakan sambil menangis bahwa dia
mengampuni mereka atas perbuatan salah mereka. Sebagai tanda perdamaian,
militan Muslim dan keluarga Kristiani itu berjabat tangan dan memeluk satu sama
lain, lapor Asia News.
Kepala Polisi Sutanto berkomentar bahwa pertemuan antara dua pihak merupakan
momen yang bersejarah, memberikan kesempatan kepada keluarga korban dan
pembunuh untuk "membagi prasaan mereka yang mendalam dan mencari pengampunan."
Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap pertemuan itu akan membuka pintu bagi
kedamaian di Poso.
Hasanuddin, Irwanto dan Haris telah mengaku bersalah atas tuduhan pembunuhan
tiga siswi tersebut. Mereka bisa menghadapi hukuman mati jika terbukti
bersalah.
Ketiga korban, Theresia Morangke, 15, Alfita Poliwo, 17, dan Yarni Sambue, 15,
diserang dan dipenggal dalam perjalanan menunju sekolah Kristiani swasta tempat
mereka belajar pada Oktober 2005.
Maria Mackay
Koresponden Kristiani Pos
---------------------------------
Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and
get things done faster.
---------------------------------
Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and get
things done faster.