"Andaikan poligami dilarang ataupun tidak disetujui, jangan salahkan bila pasangan-pasangan kita `jajan' di luar tanpa sepengetahuan istri." - quoted
Aduh mas, cara berpikirnya diubah dong. Kalo mau pakai alasan agama untuk membenarkan praktik poligami sih silahkan aja. Saya mah ogah berkomentar. Tapi nggak usah ngeles mpe ujung berung gitu dong. Nggak nyambung. Anda terkesan 'menakut-nakuti + mengancam' kaum perempuan. Secara implisit, Anda juga menggambarkan laki-laki sebagai sosok yang NGGAK punya self-control kalo menyangkut urusan seks. Jangan digeneralisasi gitu ah. don't let the 'small head' think for 'the big head'. Cheers, JC - perempuan yang 'CAPE DEH ama laki2 yang hobiiiiiiii banget melakukan justifikasi demi nafsu birahi. --- In [email protected], "Pudji Pramono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Poligami memang menjadi topik yang tidak ada habisnya sampai sekarang. > > > > Di sisi lain, ada rasa 'ketidakadilan' yang mayoritas diamini oleh kaum > hawa. Karena bahwa cinta tidak bisa dibagi dua, tiga, apalagi empat. > > > > Pria, sebagai sosok maskulin, memiliki lebih dari satu istri terkadang > menjadi solusi atas 'kehampaan' yang tidak dimiliki. > > > > Namun yang perlu diingat adalah hukum poligami itu sendiri. Kita harus > menggali lebih jauh akan hukum-hukum dari poligami itu sendiri dari sisi > agama. > > Islam adalah agama mulia yang menjunjung mulia poligami, karena hal itu > adalah halal, apabila ( ini yang harus digarisbawahi ) mampu berlaku > adil!. > > Janganlah kita menjadi umat yang mengHARAMkan sesuatu hal yang HALAL > (seperti poligami). Namun dengan seenaknya juga mengHALALkan sesuatu > yang HARAM (misalkan > > lokalisasi perjudian / pelacuran) > > > > Andaikan poligami dilarang ataupun tidak disetujui, jangan salahkan bila > pasangan-pasangan kita 'jajan' di luar tanpa sepengetahuan istri. > > > > Namun bila tidak sanggup adil, maka cukuplah satu saja. > > > > Bukankah begitu teman-teman? > > > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On > Behalf Of Titiana Adinda > Sent: Friday, December 01, 2006 6:18 PM > To: Forum PembacaKompas; Milis Perempuan; Milis Media > Subject: [mediacare] Katakan tidak untuk poligami! > > > > Dear All, > > > > Kalo menurutku sih langkah menikah lagi yang di ambil oleh AA Gym > (Poligami) tidak minta pendapat anak-anaknya.Selain istrinya teh Nini > juga tidak ada hambatan sedikitpun untuk 'memuaskan' AA Gym.Darinya saja > terlahir 6 atau 8 orang anak.Teh Nini tidak sakit alias sehat walafiat > untuk melayani AA Gym.Lalu apa alasan AA Gym dong ? menolong para > janda?Ibuku juga janda kenapa AA Gym tidak milih ibuku saja untuk > dinikahi.(Meskipun begitu aku ogah punya Bapak tiri seorang AA > Gym.He..He..). > > > > Bohong kalo perempuan menyatakan setuju atau mendukung > poligami.Dikisahkan juga bagaimana Aisyah (istri nabi) cemburu berat > kepada Khadijah istri nabi lainnya.Karena diangapnya Nabi Muhammad > berbuat tidak adil kepada istri-istrinya.Dan lagi kan Nabi Muhammad > menikah lagi karena saat ini suku-suku di Arab sana bertengkar/berkelahi > terus sehingga untuk mendamaikannya dia lalu menikahi janda dari suku > yang berkelahi itu.Nabi saja bisa berbuat tidak adil sehingga Aisyah > marah gimana cuma seorang AA Gym? > > Pokoknya aku sangat tidak setuju akan poligami.Selain akan membuat istri > menderita juga bagaimanakah perasaan si anak? > > > > KATAKAN TIDAK UNTUK POLIGAMI !!! > > > > Salam, > > > > Dinda > > > > _____ > > Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik > terhadap spam. > http://id.mail. > <http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http:/id.mail.yahoo.com/> > yahoo.com/ >
