Jika kita bicara perkawinan bisa memunculkan banyak persepsi. Kenapa dan untuk apa sih perkawinan itu?. Perlu kita selidiki hati kita masing-masing apakah pernikahan itu Cuma suatu bentuk pelampiasan nafsu sex belaka. Jika anda berkata ya maka pernikahan yang didasarkan atas nafsu adalah suatu bentuk pelacuran. Saya sendiri hingga saat ini belum menikah dan lebih baik terlambat menikah dari pada menikah lebih awal tapi kemudian hancur berantakan. Mungkin karena saya sangat menghormati Wanita sulit bagi saya untuk menyatakan cinta(hehehehehe). Bagi saya pernikahan adalah suci seputih salju. Pernikahan itu terjadi karena keduanya bersepakat untuk bersikap ADIL. Apalagi jika akad pernikahan itu dilakukan diatas kitab suci.
Kita simak bunyi janji2 dalam pernikahan: 1.Jika kau menjadi istriku/suamiku nanti, harapanku semoga kita semakin dekat kepada Allah atau Jika kau menjadi istriku/suamiku nanti, mari bersama mewujudkan keluarga sakinah, rahmah, mawaddah. Pernikahan adalah sebuah perjanjian suci yang menjadikan Allah SWT sebagai pemersatunya.(bagi pasangan beragama Islam) 2.Jika kau menjadi isteriku/suamiku nanti bahwa apa yang sudah dipersatukan Tuhan tidak bisa dipisahkan kembali. Mempelai berdua yang terkasih, hari ini saudara datang kesini untuk mohon agar cinta kasih saudara berdua dikuduskan oleh Tuhan dihadapan umat-Nya, Pengudusan cinta kasih yang indah ini bagi saudara berdua merupakan sakramen, ialah suatu tanda kedatangan dan kehadiran Tuhan di tengah keluarga yang saudara bentuk bersama.(bagi pasangan beragama Kristen). Dan jika salah satu dari keduanya tidak bersikap ADIL maka akan terjadi friksi dalam rumah tangga yang bisa mengakibatkan perceraian atau mempunyai isteri lebih dari satu.
