--- Begin Message ---
Melihat makin ramainya di milis ini yang membahas mengenai poligami, yang
diilhami oleh pernikahan kedua Aa Gym, saya tergelitik untuk berbagi mengenai
sikap Aa Gym saat berita ini pertama muncul di media yang belum terekspose
media.
Sebenarnya, kabar pernikahan kedua Aa Gym di kalangan wartawan Bandung telah
tersebar sejak bulan puasa lalu. Namun selain karena memang masih belum
mendapat informasi yang akurat, ada juga temen yang menganggap bahwa hal itu
tidak perlu disebarluaskan. Namun tidak sedikit juga temen wartawan (khususnya
media lokal) yang sudah patah semangat, karena dipikir berita ini tidak mungkin
turun di media mereka mengingat kedekatan ulama kondang ini dengan para
petinggi media. Saya sendiri termasuk malas memberitakan hal yang berhubungan
dengan ulama itu.
Namun pada 30 November lalu, semua berubah. Saya yang kebetulan bekerja di
media online, ditelepon oleh wapemred dan menanyakan kabar mengenai pernikahan
kedua Aa Gym ini. Dia sedikit kaget dan juga kecewa ketika saya katakan sudah
mengetahuinya jauh-jauh hari. Pada hari itu juga saya diminta menelurusi kasus
ini.
Beruntunglah siang itu juga ada narasumber yang mau membeo tentang pernikahan
kedua aa gym ini. Namun dia meminta identitasnya tidak disebutkan. Karena dia
menyebut salah satu ulama di Bandung yaitu Miftah Faridl terkait dalam kasus
ini, saya pun langsung menghubunginya melalui telepon.
Setelah berbicara dengan beberapa rekan, mereka menilai laporan ini sudah
bisa turun. Akhirnya berita pertama tentang pernikahan Aa Gym dengan judul Aa
Gym menikah, ucapan selamat mengalir turun siang itu.
Setelah itu saya pergi ke komplek DT yang berada di Gerlong untuk mencari
kediaman rumah Rini, istri kedua aa Gym. Berbekal dengan alamat yang berikan
oleh sumber saya itu, akhirnya rumah istri kedua aa gym pun saya temukan.
Ketika saya datang (Saat itu saya sendirian karena temen2 wartawan lain masih
belum berminat ikut isu ini), seorang laki-laki paruh baya sedang duduk di
teras rumah.
Setelah menunggu hampir 20 menit, akhirnya Rini muncul juga. Pertama saat dia
keluar, saya kaget juga dan mengagumi kecantikannya. Ketika saya mencoba basa
basi, dia langsung memotong dan mengatakan bahwa dirinya tahu kalau saya akan
konfirmasi mengenai berita yang turun di detikcom. Namun meski dibujuk dengan
perkataan yang saya rasa tidak kasar, dia menolak memberi keterangan. Coba
hubungi humas DT dan aa saja langsung, mereka sudah menunggu, ujar Rini.
Melihat gelagatnya dan mendengar apa yang dia sampaikan, saya yakin kalau
perempuan berkerudung pink ini benar ada hubunganya dengan aa gym. Saya
melaporkan ke kantor sekitar pukul 16.00, namun untuk benar-benar memastikan
kebenaran ini, saya dan jakarta bersepakat tidak akan diturunkan dulu sebelum
mendapat konfirmasi dari aa gym atau humas DT.
Ingat perkataan Rini, jika kedatangan saya ditunggu Aa Gym. Terus terang,
saya agak khawatir juga jika harus sendirian. Saya pikir meskipun berita ini
benar, Aa Gym pasti akan marah besar pada saya. Apalagi jika berita ini salah.
(Tp saat itu saya yakin isu ini benar dan Alhamdulillah ternyata memang benar
:) ). Akhirnya saya memutuskan untuk menelepon teman.
Beruntunglah ternyata teman wartawan Tribun Jabar juga disuruh follow up
kasus ini oleh kantornya. Akhirnya kami berdua bersepakat untuk mendatangi aa
gym bersama-sama. Ketika kami sampai ke kediamannya, ajudannya mengatakan bahwa
aa gym sedang rapat dan kami disuruh menunggu. Setelah menunggu hampir sejam,
ajudan itu kembali bilang bahwa kami harus menghubungi humas DT karena semua
diserahkan kepada Humas.
Dari humas kami mendapat informasi jika sore itu aa tidak bisa memberi
keterangan karena mempersiapkan pengajian. Humas itu juga mengaku, jika rapat
yg tadi berlangsung adalah membahas berita yang turun di detik. Dia juga
mengatakan aa akan mencari waktu yang tepat untuk berbicara kepada media. Terus
terang kami tidak puas, akhirnya kami memutuskan untuk menunggu aa hingga
pengajian selesai digelar yaitu pukul 21.00.
Saat menunggu, saya mendapat kabar jika kawan dari tribun (bukan yg sedang
bersama saya) telah mendapatkan konfirmasi dari adik kandung aa gym yang
membenarkan adanya pernikahan kedua aa gym ini. Kami makin semangat untuk
meminta konfirmasi dari aa gym.
Sekitar pukul 21.10, aa akhirnya keluar dari masjid dengan mengenakan sepeda
listrik dengan diikuti beberapa ajudan yang berlarian di belakangnya. Serta
tatapan ribuan kekaguman dari jamaah. Lantas setengah berlari saya dekati aa
dan langsung memperkenalkan diri serta meminta waktu. Di luar dugaan saya, aa
mengangguk dan melambaikan tangan ke arah kami agar mendekat.
Tepat di parkiran depan rumahnya, dengan posisi aa yang masih duduk di sepeda
dan kami berdua berdiri di hadapannya, Aa menceramahi kami berdua. Puluhan
jamaah yang akan mendekat untuk meminta difoto dengan aa diminta untuk mundur
dahulu. Setelah sekitar 10 menit, kemudian aa berfoto dulu dengan penggemarnya
lalu kemudian memanggil lagi kami berdua di teras rumahnya. Sekitar 40 menit
kami diceramahi.
Dengan suara pelan namun penuh penekanan dia mulai berbicara : (Saya lupa
tidak menyalakan rekaman saya karena dia bilang off the record. Namun itu
disayangkan oleh teman2. Menurutnya minimal mereka bisa mendengar langsung apa
yg diomongin aa gym, hehe gosip bgt ya. Hingga saya menulis ini di bawah ini yg
saya ingat):
Aa Gym
Apa salah aa dengan detik? Kenapa detik begitu tega menghancurkan aa? Apa
salah saya pada detik? Kenapa tidak datang dulu ke aa untuk meminta ijin berita
ini turun? Siapa di detik yang memutuskan berita ini turun? Kode etiknya kan
harus minta ijin dulu baru berita turun..
Aa minta bagaimana caranya berita ini terhenti. Karena detik yang memulai,
detik juga yang harus mengakhiri. Kalau besok-besok media pada datang, ini
gara-gara detik!
Siapa di detik yang memutuskan berita ini turun? siapa pemimpinnya? minta
teleponnya, nnati aa telepon. Tribun juga mau menurunkan? aa telepon nanti
teeeeeeeeeeet (salah satu petinggi di tribun. dan ternyata aa benar menelepon,
sehingga rencana berita yg jadi headline jadi hanya berita biasa di halaman
pertama).
Aa belum pernah dihujat dan dihina orang seperti ini. Setelah berita muncul di
detik, ratusan sms aa terima yang isinya berupa kecaman. Puas melihat aa
menderita seperti ini? Keluarga aa sedih, anak-anak aa dihina di sekolahnya
karena punya ibu tiri, teh ninih menangis. Hah. Kenapa ga bilang dulu pada aa?
Aa juga mau bilang kok ke publik, tapi nanti setelah istri aa, anak aa, semua
sudah bisa menerima. Aa itu sedang mencari waktu yang tepat. Aa ingin
pernikahan aa ini menjadi media dakwah. Nanti jika semuanya sudah siap, saya,
istri aa, dan anak-anak aa akan bicara pada media tp dengan suasana yang sudah
bagus. Semua tersenyum. Tidak seperti ini, aa seperti ditikam dari belakang.
Puas melihat keluarga aa menderita? Aa heran kenapa masih ada orang yang
mengais rezeki dari penderitaan keluarga aa. Dek, takut pada Allah. Dosa
menyakiti hati ulama...
Saya tahu ketika detikcom datang ke rumah Rini, karena Rini SMS aa. saya
bilang suruh langsung menghadap saya kalau berani. Saya tunggu-tunggu dari sore
kok datang-datang. Kalau berani, langsung hadapi aa...
Sejak detik datang, Rini terus menangis. Saya sudah ga bisa hubungin dia lagi.
Puas melihat penderitaan keluarga aa? Dek, ibu rini itu sedang stroke. Ibu saya
juga menangis mendengar ini.
Dek, takut pada Allah. pasti orang-orang non muslim menertawakan kita. apa
kata mereka? mereka bisa bilang ulamanya kok ga bener...
Adek, kayanya tidak merasa salah ya? kok tidak minta maaf. Ayo kalau begitu
kita kuat-kuatan doa (adu doa maksudnya), siapa yang terdzolimi akan terbukti
nanti. (saat berbicara ini, pandangannya menantang).
Ada usul apa yang harus aa lakukan untuk menghentikan pemberitaan semua ini?
(pertanyaan ini beberapa kali dilontarkan oleh Aa Gym sambil menimbang-nimbang
print berita detik di tangannya)
Pokoknya aa belum bisa katakan apa-apa, karena belum saatnya. Nanti setelah
pulang dari haji, baru aa bicara
* catatan dalam perbincangan ini kami saling berbantahan. Saya tetap merasa
bahwa apa yg saya lakukan dalam kode etik benar. saya katakan pada aa gym, nara
sumber pertama saya memang sumir karena tidak disebutkan identitasnya. Tp saya
terus mencari konfirmasi yg saya rasa bukan sumir lagi. Hari itu juga saya
konfirmasi ke Miftah Farid (diketahui belakangan dia saksi), Rini (istri kedua
aa gym) dan langsung ke Aa Gym.
Saya juga katakan pada dia, saya tidak perlu meminta ijinnya untuk menurunkan
berita. Tapi memang benar saya harus dapat konfirmasi dari dia, makanya saya
tunggu hingga malam.
Saya katakan dia punya hak jawab untuk membantah jika semua ini tidak benar.
Itu yg harus dia lakukan agar semua terhenti. Saya katakan tidak bisa berbuat
apa-apa untuk mendorong agar media-media lain juga tidak menurunkan berita ini.
Mengenai siapa yang bertanggung jawab atas penurunan berita di detik, saya
katakan ini adalag rapat redaksi sehingga tidak bisa satu orang saja
disalahkan. mengenai banyaknya sms yg masuk yang mengecam, saya katakan itu
resiko atas perbuatan aa (dia terlihat marah sekali saat mendengar ini. matanya
merah, tangannya bergetar memegang kertas berita detik).
Saya katakan jika aa merasa benar perbuatannya, aa tidak perlu
menyembunyikannya dan merasa takut.
Mengenai ajakannya untuk adu doa, tidak saya ladeni.
Tulisan ini ditujukan bukan untuk mempekeruh suasana. Namun ada baiknya
rekan-rekan di milis juga mengetahuinya...Dan perlu diketahui teman saya yang
bekerja MQ dicurigai yang membocorkan, dan dia kini meminta saya membuat
klarifikasi. Saya katakan pada dia , kalaupun toh dia yg membocorkan rahasia aa
pada saya, tidak akan saya ungkap. Karena saya disumpah untuk tidak
membocorkan identitas nara sumber yang menginginkan di sembunyikan.
Satu yang membuat saya senang saat ini adalah apa yang saya tulis bahwa aa
gym menikah lagi, benar adanya :)
---------------------------------
Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.
--- End Message ---