> "dimastakha" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya curiga, Pak Satrio ini kurang kerjaan di TransTV.
> Kerjanya cuma mikirin dan ngomongin Kompas,
> yang notabene sudah bukan kantornya lagi he..he
> Mungkin ada teman ahli penyakit jiwa yang bisa menjelaskan sindrom
> seperti ini ?? :))
> 



Sebenarnya kerjaan sangat banyak di TransTV, bukan karena pak Satrio
ini kurang kerjaan melainkan memang tidak memiliki kemampuan
mengerjakan apapun juga.  Dia juga bukan mikirin atau ngomongin
Kompas, justru sebaliknya, dia enggak pernah bisa mikir sehingga
ngomongannya bukan urusan Kompas melainkan urusan mengompas yang
notabene merupakan bagian dari janji pahala yang terpatri dalam otaknya.

Jenis penyakit jiwa ini dinamakan Paranoia, sedangkan sindrom-nya
dinamakan "Religious Prejudice".  Sindrome ini umum diderita umat yang
diracuni oleh angan2nya yang irasional.

TransTV jelasnya merupakan perusahaan yang mengejar profit
berlandaskan service profesional exchange, sementara pak Satrio ini
adalah pribadi yang pengejar pahala dari angan2 Allahnya yang tidak
memiliki skill professionalisme yang dibutuhkan perusahaan.

Wajar tentunya, pribadi professionalisme lebih dibutuhkan katimbang
pribadi yang religious prejudice yang se-mata2 menganggap
professionalisme merupakan hak Allah saja.

Jangankan koran Kompas ataupun TransTV, bahkan Dept.pompa taik DKI
juga tak mungkin bisa mempekerjakan pribadi yang cuma bisa berdzikir
saja.  Perusahaan mana yang mau gaji seseorang cuma untuk berdzikir???

Ny. Muslim binti Muskitawati.









Kirim email ke