Negara yg mayoritas Islam Kenapa Tak Bisa Maju ??? Syarat negara yang bisa maju adalah negara yang memiliki hukum. Tetapi biarpun memiliki hukum kalo rakyatnya tidak perlu mematuhinya, apalah artinya, sama saja tidak ada hukum. Manusia2 yang menciptakan hukum negara bertujuan untuk mensejahterakan rakyatnya. Sebaliknya, Allah menciptakan hukum bukan terutama untuk kesejahteraan manusianya melainkan untuk menyembah Allahnya saja yang kalo perlu dengan mengorbankan jutaan nyawa manusia se-mata2 demi kepuasan sang Allah itu sendiri, sedangkan umatnya cukup dijanjikan nanti saja pahalanya setelah mati. Padahal manusia membutuhkan segalanya semasa hidupnya bukan nanti setelah mati !!!
Allah itu kepercayaan, dan kepercayaan itu bagian dari angan2, oleh karena itu, angan2 tidak bisa dijadikan hukum negara, dan masyarakat/umat yang mematuhi hukum angan2, tak akan bisa mencapai kemajuan apapun juga karena semua kemajuan itu sendiri juga cuma angan2 saja. > "tawangalun" <tawangalun@> wrote: > Di RI ini daerah yang mayority Kristenpun gak maju. > buktinya Timor Timur yo masih terpuruk,Maluku dan > papua yo masih belum maju podo dg aceh yang > Islam.jadi percuma kalian nyalahke islam yang gak > bikin maju. > > "ttbnice" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Saya setuju. Keterpurukan suatu bangasa lebih > disebabkan mentalitas dan attitude bangsa tersebut. > Betul, dan attitude bangsa tsb didominasi oleh agamanya. Perang Amerika-Vietnam melahirkan kebencian, tapi setelah perangnya usai, kebencian dilupakan dan persahabatan dilahirkan. Beda dengan agama Islam, kebencianlah yang melahirkan perang, dan bila perangnya usai kebenciannya dilestarikan sepanjang massa melalui catatan suci AlQuran. Itulah sebabnya, keterpurukan Maluku dan Papua akan bisa lebih cepat diatasi daripada keterpurukan negara2 mayoritas Islam, karena negara yang bukan Islam rakyatnya tunduk kepada hukum negara, sedangkan negara2 yang mayoritas Islam, rakyatnya menolak hukum negara dan mereka hanya tunduk kepada hukum Allah. Susahnya, Hukum Allah itu katanya ada dalam AlQuran, sedangkan cara membaca AlQuran harus melalu tafsir, padahal perdefinisi "tafsir" itu artinya "tebak2an", akibatnya hukum yang dipatuhi umat Islam dalam sebuah negara tidak pernah sama karena yang dinamakan "tebak2an" memang tidak pernah ada yang sama menebaknya. Wajar kalo hukum yang di-anut di negara2 yang mayoritas Islam kacau balau meskipun negaranya tetap memiliki hukum yang tidak perlu dipatuhi rakyatnya. Ny. Muslim binti Muskitawati.
