Rekan2 di ICRP, boleh usul untuk menekankan koalisi anti poligami sebagai gerakan murni untuk memperbaiki sistem negara, khususnya perbaikan UU Perkawinan, lepas dari pengaruh unnsur2 agama.
Secara spesifik harus ditekankan oleh ICRP bahwa UU Perkawinan harus diklasifikasikan sebagai masalah dan urusan negara (state affairs) yg tak ada unsur agamanya shg tidak bisa digolongkan dalam urusan atau masalah agama (religious affairs). Jadi jika seorang pria muslim ingin berpoligami, maka pria muslim tsb harus menempuh prosedur perkawinan lewat aturan dan hukum agama, ia tidak bisa berpoligami lewat aturan dan lewat instansi negara. Salam --- In [email protected], "ICRP" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > Mari Bergabung dalam Orasi, Bersama: > > - Shinta Nuriyah Wahid (Tokoh Agama) > > - Nurul Arifin (Artis) > > - GKR Hemas (Tokoh Sosial Budaya / DPD DIY) > > - Erna Sofyan Sukri (OMBUDSMAN), > > dan lain-lain > > > > Dalam Rangka Memperingati > > Hari Ibu / Hari Perempuan Indonesia Tanggal 22 Desember > > > > Perempuan Indonesia Bersatu > > Tolak > > Poligami > > > > > > Pada : Jumat, 22 Desember 2006 > > Waktu : 13.30 - 17.30 WIB > > Agenda : Pemutaran Film, Pembacaan Puisi dan Orasi > > Tempat : Gedung Trisula Perwari > > Jl. Menteng Raya No. 35 Jakarta Pusat > > (Sebelah Hotel Treva Menteng) > > > > Segera Amandemen UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 > > > > Konfirmasi: > > Ema (ICRP) - 42802349 / 50 > > Ratna Batara Munti (LBH APIK) - 87797289 > > Jaringan Kerja Prolegnas Pro Perempuan (JKP3)
