Rekan Roy, Timtim di istimewakan (spt halnya NAD sekarang ini diistimewakan) dg maksud untuk membujuk dan meredam bibit anti Indonesia di antara orang2 Timtim, walaupun sebagian dana besar2-an untuk pembangunan Timtim banyak yg jatuh ketangan para koruptor dan opportunis2 yg rame2 'membangun' Timtim (spt halnya koruptor dan opportunis di NAD). Tujuan lain pembangunan tsb: untuk pamer ke LN "Nih saya tunjukkin, kita membangun, bukan menduduki, Timtim".
Saya kira yg lebih tepat, Australia cuma secara terbuka mendukung pendudukan Indonesia atas Timtim, dg pertimbangan ekonomi (mengharapkan ikut dpt bagian di celah Timor) dan hubungan baik, sampai kemudian Partai Buruh Australia menang di Australia pada tahun 1983. Apalagi dalam masa pendudukan TNI tsb, beberapa wartawan Australia hilang atau terbunuh. Selain mengorbankan dana rakyat di Timtim, juga banyak anggota TNI yg gugur dan cacat. Bahkan jumlah anggota TNI yg gugur tak pernah transparan (konon jumlahnya cukup besar). Habibie sekedar mengikuti seruang pihak Portugal yg dari awal memang hanya minta penentuan nasib sendiri sebagai satu2-nya solusi. Salam --- In [email protected], Roy Hamandika <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear Milisers, > > Kita tidak boleh lupa juga akan kebodohan pemerintahan kita khususnya Soeharto/TNI yg mau diperalat oleh Amerika dan Australia. >
