Kalau Anda buka Wikipedia. Atau blog saya di : http://satrioarismunandar6.blogspot.com. Atau Anda search Google dengan "Satrio Arismunandar", di situ ada sejarah hidup saya dari A sampai Z, sejumlah artikel yang pernah saya tulis di Kompas, pernyataan yang saya keluarkan sebagai Sekjen AJI di era Soeharto, dsb. Tidak ada yang rahasia dan tidak ada yang perlu membuat saya malu. Saya mungkin malah bersyukur dengan pilihan-pilihan hidup yang telah saya lakukan.
Dan dalam perjalanan hidup saya, terutama dalam periode 1986-1998, saya belajar banyak hal tentang manusia. Saya bersyukur bisa berkenalan dengan sejumlah sahabat dalam perjuangan, orang-orang yang berani bertindak, berani memilih, di saat-saat penuh ancaman (ditangkap, diculik, diteror, dsb). Beberapa teman saya (wartawan) masuk penjara di bawah represi rezim Soeharto. Kualitas tiap orang itu akan terlihat pada saat-saat kritis yang penuh risiko, di mana mereka berpihak. Bukan pada saat-saat penuh damai dan nyaman seperti sekarang, di mana Anda bisa mengeritik Presiden tanpa takut ditangkap. Maka itulah sebabnya, saya memberi apresiasi yang tinggi pada sejumlah wartawan dan sahabat saya, yang telah menunjukkan kualitas dirinya di saat-saat kritis. Seperti: Paulus Bambang Wisudo, Salomo Simanungkalit, Stanley (Joseph Adi Prasetyo), Dhia Prekasha Yoedha, Roy Pakpahan, Hasudungan Sirait, Dadang Rhs, Rin Hindrayati, Eko Maryadi, Ahmad Taufik, Liston Siregar, Danang Kukuh Wardoyo, Meirizal Zulkarnain, Heru Hendratmoko, dll yang tak bisa saya sebutkan satu persatu. Maka saya cuma bisa tersenyum sekarang, melihat sejumlah orang di milis bicara ini dan itu, atau omong besar, di saat-saat penuh kebebasan. Tidak ada orang yang akan ditangkap karena membual di Internet. Tapi saya memaklumi, karena mereka tidak mengalami yang saya alami. Zaman sudah berubah. Silahkan Anda semua mau omong apapun soal saya, karena apapun komentar Anda sebetulnya tidak terlalu penting bagi saya. Satrio Arismunandar NB: "Bagaimana aku harus menjelaskan tentang ikan hiu, pada orang yang belum pernah melihat laut?" ----- Original Message ---- From: dimastakha <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, December 22, 2006 7:54:24 PM Subject: [mediacare] Re: Balasan: Milis mediacare dikuasai "orang-orang merah" krn Pak Satrio hijau He..he.. tapi bener lo, kalo Pak Satrio itu pernah pake militer dan punya kartu hijau (PPP) itu info A1. Coba Pak Satrio jawab dong, bener enggak !? Kalo orang Jawa sih diem berarti mengiyakan.. .. --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "chaos rules" <malamkomunitas@ ...> wrote: > > udah gak sehat nih kalo udah terlalu jauh menyerang personal.. > dan selalu berlindung di balik "katanya", "menurut teman saya".. > kalau dimas gak bisa membuktikan, ini udah mirip2 fitnah nih.. > > gue sih yg ngebaca jg udah males (gak tau deh yg lain gimana).. > > > On 12/21/06, dimastakha <dimastakha@ ...> wrote: > > > > > > Lha, Pak Satrio emang orangnya suka hijau-hijau > > misalnya, dia pernah pake baju hijau tentara karena dia mendapat > > pendidikan militer di Menwa UI.. > > Pak Satrio juga--menurut teman saya---di dompetnya ada juga kartu > > tanda anggota Partai Persatuan Pembangunan (PPP)yang bendera dan > > atributnya warna hijau... > > Matanya juga sering berbinar hijau terutama kalau melihat duit.. > > Bener kan Pak Satrio...?? He..he.. > > > > dhimast > > masih hijau > > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
