Setelah sebelumnya pemerintah salah memberi informasi soal penemuan pesawat 
Adam Air, media malah menambah ruwet masalah. Globaltv merekayasa berita 
penemuan pesawat itu, yang katanya ada di sulawesi utara lewat breaking news 
sekitar jam 12.00 WIB. 
   
  Ironis rasanya kalau berita yang belum pasti sudah ditayangkan melalui 
breaking news. Apalagi sampai sekarang globaltv belum meralat juga berita itu.
   
  Saya sampai merasa bersalah saat meng-SMS rekan saya yang kerabatnya menjadi 
korban untuk melihat berita itu. Karena keluarga teman saya itu sempat berharap 
menemukan sedikit titik terang dan mencoba menghubungi globaltv. 
   
  Nyatanya saat ditelepon globaltv tidak menjawab secara jelas dimana pesawat 
ditemukan. Saat teman saya menelepon ke lanud makasar akhirnya dijawa bahwa 
berita di global tv itu bohong. Semua baru jelas saat saya membaca 2 berita 
tentang marahnya keluarga korban terhadap berita globaltv di makasar di 
detikcom & elshinta.com.
   
  Saya sampai bertanya-tanya, apakah direktur pemberitaan global tv tidak tahu 
etika junalistik atau jangan-jangan  tidak punya standar jurnalistik ?  Di mana 
tanggung jawabnya kepada publik? 
   
  Bagaimana tanggapan rekan2 globaltv yang ada di milis ini? Apa sebenarnya 
yang terjadi di redaksi anda?
   
  Di bawah ini saya copy 2 berita dari detikcom & elshinta.com soal kemarahan 
keluarga korban akibat berita ngawur globaltv:
  ------------ --------- --------- --------- --------- --------- --------- 
--------- --------- --------- -----   
   
  Keluarga Korban AdamAir Protes Pemberitaan di TV
  Wisnu Yoga – detikcom
   
  Makassar - Secercah harapan dirasakan keluarga korban AdamAir ketika 
menyaksikan berita di salah satu TV swasta yang menyatakan bangkai pesawat 
AdamAir ditemukan di Sulawesi Utara. Namun ketika mengetahui berita itu belum 
pasti kebenarannya, mereka marah dan mencari wartawan TV swasta tersebut yang 
dianggap berbohong.

Aksi baku pukul hampir saja terjadi di depan ruang VVIP Lanud Hasanuddin, 
Makassar , Kamis (4/01/2007). Sekitar pukul 15.00 Wita, sekitar 10 keluarga 
korban AdamAir datang untuk mengkonfirmasi kebenaran berita ditemukannya 
bangkai pesawat di Kecamatan Nuangan, Bolaangmongondouw, Sulut.

Namun ketika dijelaskan oleh petugas posko AdamAir bahwa berita itu tidak 
benar, beberapa keluarga menjadi marah. Mereka kemudian mendatangi beberapa 
wartawan TV yang sedang meliput di ruang VVIP.

"Kalau bikin berita yang benar," teriak Tombokan, salah seorang keluarga korban 
asal Manado yang 2 anggota keluarganya menjadi korban.

Tak puas, Tombokan kemudian mencari wartawan TV swasta yang dianggapnya telah 
menyebar kabar bohong. Untungnya niat Tombokan dihalangi oleh wartawan TV yang 
lain. "Sudah pak, kita semua disini capek cari berita," lerai seorang kameramen.

Kejadian itu sempat memancing perhatian sejumlah petugas yang berada di Lanud 
Hasanuddin. Dalam jumpa pers di Ruang VVIP, Search Manager Center Lanud 
Hasanuddin Marsekal Pertama Eddy Suyanto menjelaskan, hasil pencarian hari ini 
belum menemukan lokasi titik jatuhnya pesawat AdamAir KI 574. 

Eddy membenarkan memang ada sinyal ELBa yang berasal dari wilayah yang 
disebutkan, tapi saat ini masih dilakukan penelusuran. (bal/bal)



  Kontributor TV Swasta Nyaris Dikeroyok Keluarga Korban Adam Air
  4/1/2007 18:18 WIB
   
  Muhammad Idris - Makassar, Salah seorang kontributor televisi swasta di 
Makassar , Sulawesi Selatan nyaris dikeroyok keluarga korban pesawat Adam Air 
karena pemberitaannya dinilai merugikan.
  Para keluarga korban menilai, pemberitaan yang dimunculkan melalui running 
text di televisi maupun laporan langsung via telepon ke studio siaran televisi 
tersebut mengada-ada sehingga sangat merugikan.
  Insiden ini terjadi di depan ruang VIP Bandara Hasanudin, Kamis (4/1) siang 
tadi. Ketika itu Keluarga Patombongan asal Manado mendatangi pihak Adam Air dan 
mengonfirmasi kepada petugas bandara mengenai kebenaran kabar ditemukannya 
pesawat naas tersebut di salah satu wilayah Propinsi Sulawesi Utara.
  Setelah mendapat jawaban bahwa berita itu tidak benar, mereka pun langsung 
keluar dan mencari sang kontributor televisi swasta itu. Ketika bertemu, mereka 
nyaris terlibat adu fisik.
  Untungnya insiden ini berhasil dilerai oleh para wartawan lainnya yang berada 
di sana . Akhirnya keluarga korban meninggalkan tempat itu dan kembali ke hotel 
transit mereka. (doa)

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke