Mungkin mukanya jelek  untuk dibuat gambar atau tidak mempunyai juru gambar 
yang baik, jadi dari pada menghasilkan gambar buruk lebih baik dilarang. Kalau 
zaman abad XX seperti kepala atau anggota dinas rahasia yang tidak boleh 
diketahui umum, contohnya seperti Marcus Wolf.

  ----- Original Message ----- 
  From: as as 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Saturday, January 06, 2007 10:00 PM
  Subject: [zamanku] .Alhamdulillah.....ada kemajuan di Arab Saudi, tau kagak, 
ada hadis ini


  Tak takut sama neraka, yaaaah ?

  Ini SOKEEEEEH !!!!!!!!!!!

  Siapa yang membuat patung atau gambar di dunia, maka di hari kemudian ia akan 
dituntut untuk memberinya nyawa, namun ia tidak mungkin berhasil. (HR Bukhari 
dan Muslim, melalui Ibnu Abbas). 

  Ibnu Abbas meriwayatkan  lagi : 

  Setiap penggambar atau pematung di neraka, dijadikan bagi setiap gambar atau 
patung yang dibuatnya jiwa yang akan menyiksanya di neraka. (HR Bukhari dan 
Muslim).  

  as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Artinya Arab Saudi sudah mengizinkan yang harom-harom.
    Jangan-jangan di sana sudah ada barbeque celeng.

    radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      Walau nampaknya sepele, pencabutan larangan potret memotret di Arab 
      Saudi memberikan secercah harapan bagi terwujudnya proses demokratisasi 
      di kawasan Timur Tengah. Kita yang punya akal sehat wajib mendukungnya. 
Kalau 
      Indonebia dan sohib-sohibnya yang tergolong Islam puritan pasti sedih 
mendengarnya....:))
      Sebenarnya larang-melarang seperti itu tak hanya terjadi di Arab Saudi 
      saja, tetapi juga pernah diterapkan oleh negara-negara otoriter lainnya, 
      contohnya Uni Soviet plus negara-negara satelitnya di masa lalu. 

      Bagaimana dengan Indonesia? Apakah pernah ada larangan semacam itu?
      Yang pernah saya dengar, dulu untuk mensyut Monas dengan video camera 
harus 
      minta izin tertulis ke Pemda DKI. Kalau dijawab syukur, kalau tidak 
dijawab artinya 
      "angpao"nya kurang......jadi sebenarnya UUD....ujung-ujungnya duit.



      ==================================================

      Arab Saudi Cabut Larangan Memotret
      *Senin, 7 Agu 06 17:29 WIB

      Berkat perjuangan badan pariwisata Arab Saudi, kerajaan Arab Saudi 
      akhirnya mencabut larang memotret di tempat-tempat publik. Pencabutan 
      larangan itu bertujuan untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan ke 
      negara kaya minyak itu.

      Dekrit tentang pencabutan larangan memotret di tempat-tempat umum 
      sebenarnya sudah dikeluarkan sejak setahun lalu, tetapi kementerian 
      dalam negeri Arab Saudi baru benar-benar menerapkannya awal minggu ini.
      "Setiap orang sekarang bisa memotret tempat-tempat wisata, arsitektur 
      gedung-gedung, pusat perbelanjaan termasuk gedung-gedung pemerintahan 
      sepanjang tidak ada tanda larangan memotret di situ," ujar seorang 
      pejabat di kementerian dalam negeri Arab Saudi.

      Izin memotret masih dibutuhkan jika obyeknya milik pribadi baik 
      perorangan atau kelompok. "Istana kerajaan contohnya, adalah properti 
      milik pribadi. Untuk mengambil gambarnya, harus mendapatkan izin," 
      sambungnya.

      Badan pariwisata Arab Saudi mengatakan, pencabutan larangan ini akan 
      membantu promosi citra Arab Saudi, lokasi wisata dan kemajuan 
      pembangunan Arab Saudi melalui foto-foto.

      Dalam masalah potret memotret, sudah terjadi perubahan yang cukup besar 
      di Arab Saudi. Raja Abdullah pernah mendapat tekanan dari kalangan 
      ulama Islam konservatif, setelah sebuah media lokal di negara itu, memuat 
      foto-foto wanita Arab Saudi. Menurut para ulama itu, tindakan tersebut 
      adalah tindakan tak bermoral.

      Namun berbagai surat kabar di Arab Saudi mendobrak tradisi itu. 
      Mereka mulai memuat foto-foto wajah wanita Arab Saudi, tentu saja 
      dengan rambut tetap tertutup kerudung atau hijab. (ln/middleeastonline)

      source : http://www.eramuslim.com/news/int/44d715c0.htm

      _____________________________________________________________

      LARANGAN BARU

      Ulama Saudi Larang Gunakan Lantunan Al-Quran untuk  Dering Ponsel 
      Date: Sun, 27 Aug 2006 07:15:47 -0700 (PDT) 
      Subject: [PKS] Ulama Saudi Larang Gunakan Lantunan Al-Quran untuk Dering 
Ponsel 
            
      Sana'a,-RoL-- Lantunan ayat-ayat Al-Quran dari sejumlah Qari kenamaan 
      di Arab dan lantunan azan mulai banyak dipakai sebagai pengganti suara 
      musik dan lagu-lagu pada dering ponsel.
        
      Para pengguna ponsel dapat dengan mudah merekam sendiri atau mencari 
      lantunan ayat dan azan dimaksud di tempat-tempat penjual ponsel.
         
       Namun tidak semua ulama sependapat dengan penggunaan lantunan ayat 
      dan azan tersebut. Terbukti sejumlah ulama di Arab Saudi seperti 
      dilaporkan harian Al-Sharqul Awsat, Sabtu (26/8) melarangnya.
        
      "Ayat-ayat Al-Qur`an sangat agung sehingga tidaklah tepat untuk 
      digunakan sebagai dering ponsel. Paling rendah hukumnya adalah makruh 
(tidak 
      diperbolehkan namun tidak berdosa bila melakukannya red.)," ujar Sheikh 
      Saleh Al-Shamrani.
         
      Menurut salah satu pengajar di Akademi Ilmiah milik Universitas Islam 
      King Mohamed Bin Saud itu, illat (alasan) tidak diperbolehkan 
      penggunaan dering lantunan ayat dan azan tersebut cukup banyak 
diantaranya 
      ditinjau dari tempat.
         
      Bisa saja deringan ponsel berbunyi pada saat pemakainya berada di 
      tempat yang tidak suci seperti kamar mandi. Juga pada saat di 
      tempat-tempat yang tidak layak semisal diskotik atau di tempat keramaian 
dimana 
      orang sedang tertawa terbahak-bahak.
         
      "Sangatlah tidak layak bila keagungan lantunan ayat-ayat suci dan 
      azan  berbunyi di saat keramaian dan orang sedang tertawa terbahak karena 
      lantunan ayat dan azan itu mengandung nilai ibadah," katanya.
         
      Larangan tersebut berlangsung pada saat banyak pengguna pengguna 
      ponsel terutama di kalangan kaum wanita negeri kaya minyak itu lebih 
      memilih lantunan ayat, doa dan azan ketimbang lagu-lagu dari para artis 
      kenamaan Arab.
         
      "Yang utama adalah pengarahan dalam menggunakan ponsel yang berisi 
      deringan lantunan ayat atau azan. Bukan larangan secara mutlak," kata 
      Suad Afif, seorang pengajar ilmu sosial di Universitas King Abdul Aziz, 
      Jeddah.
         
      Pada intinya, larangan salah seorang ulama terkemuka Saudi itu tidak 
      mutlak, namun sebagai peringatan dan pengarahan agar tidak sembarangan 
      menggunakan lantunan ayat dan azan agar kesuciannya tidak terlecehkan 
      baik disengaja maupun tidak disengaja. 
         

      __________________________________________________
      Do You Yahoo!?
      Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
      http://mail.yahoo.com 


    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
    http://mail.yahoo.com 


  __________________________________________________
  Do You Yahoo!?
  Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
  http://mail.yahoo.com  


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition.
  Version: 7.1.410 / Virus Database: 268.16.6/617 - Release Date: 1/5/2007

Kirim email ke