Membicarakan agama secara dogmatis tidak ada manfaatnya, namun 
membicarakan agama dalam konteks hidup bermasyarakat tentu amat 
relevan. Di Indonesia masalah agama dikategorikan SARA yang tabu, di 
Belanda SARA didiskusikan setiap hari. Karenanya kerukunan umat 
beragama di Belanda top, sedangkan di Indonesia perayaan Natal saja 
mesti dijaga rabuan polisi plus barisan pemuda plus metal detector.

Masalah agama yang juga perlu didiskusikan di negara berpenduduk 
muslim terbesar di dunia adalah adanya fakta, bahwa Saudi Arabia 
menyita Bijbel yang dibawa masuk ke sana. Ini jelas DISKRIMINASI 
Islam terhadap agama Kristen. Saudi Arabia bukan negara Islam biasa, 
setiap hari satu milyard manusia berdoa menghadap Mekah di Saudi 
Arabia. Dus bila muslim yang menghadap ke Mekah itu tahu bahwa Saudi 
Arabia mendiskriminir Bijbel, bukankah itu penyebabnya mengapa 
muslim di mana saja intoleran terhadap umat Kristen? Bisakah 
Indonesia membujuk Saudi Arabia untuk tidak mendiskriminir Kristen, 
demi edukasi positif non diskriminatif buat umat Islam sendiri di 
Indonesia? Kecuali bila umat Islam Indonesia tidak lagi berdoa 
menghadap Mekah, urusan Saudi Arabia mendiskriminir Bijbel bisa kita 
anggap kasus dalam negerinya saja.

Salam hangat, Danny Lim, Nederland

--- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Moderator yang baik.
> Saya meminta agar diskusi tentang blasphemy CNN terhadap agama 
Kristen
> tidak dihentikan, karena ada banyak sekali manfaat yang diperboleh.
> Terus terang diskusi rekan loeky, ida, manneke dan beberapa rekan 
lainnya
> luar biasa bermanfaat bukan cuma pada umat Krsiten, tapi juga 
pemeluk
> islam dan bahkan pada siapapun yang concern dengan isu kebebasan
> menyatakan pendapat.
> Saya, dan saya yakin banyak rekan lainnya, belajar banyak dari 
diskusi
> tersebut.
> Dan isu ini sangat relevan dengan milis mediacare, karena yang 
berada di
> jantung persoalan adalah pertanyaan: ''apakah Anda dapat 
menyatakan kepada
> publik sebuah pendapat atau cara pandang yang mungkin melukai 
keyakinan
> sebagian publik tersebut? dan kalau itu dilakukan, apakah itu 
memang
> blasphemy? atau adakah syarat2 tertentu yang menyebabkan sebuah 
pandangan
> disebut sebagai blasphemy sementara yang lain tidak?'' dst.
> Bagaimanapun, memang adalah hak moderator yang menghentikannya.
> 
> ade armando
> 
> PS. Salam buat rekan ida. Saya sangat menghargai pandangan2 Anda.
> 
> > Pak Manneke, maaf saya membawa2 nama pak Manneke dalam postingan 
yg
> > lalu tanpa penjelasan apa sebabnya. Padahal waktu sedang menulis 
nama
> > pak Manneke, pikiran saya terfokus pada debat kita dalam debat
> > 'sensitif' ttg aturan larangan berpakaian menutup wajah di 
Belanda (yg
> > seharusnya saya tulis secara eksplisit sebagai penyebab mengapa 
saya
> > melibatkan pak Manneke).
> >
> > Kalau membicarakan dokumenter tsb, kita tak perlu membuat garis 
tajam
> > yg membedakan Yahudi dg Kristen sebab periode yg digambarkan oleh
> > tayangan tsb adalah perioda kurang 4 abad setelah Jesus di 
salib, ini
> > sesuai kutipan/ copy-an URL yg sudah saya kirim ke pak Manneke. 
Jadi
> > lebih baik kita bicara secara umum dg istilah 'umat pengikut 
Jesus'
> > walaupun judulnya menggunakan istilah '(the First) Christians'). 
Sebab
> > umat penganut (versi awal) ajaran Yahudi dan (versi awal) Kristen
> > dalam perioda itu hanyalah sebagian (kecil?) dari berbagai aliran
> > pengikut2 Jesus waktu itu.
> >
> > Ttg istilah 'blasphemy', saya menggunakannya dg tujuan untuk
> > memperbaiki pengertian umum yg sekarang digunakan orang banyak dg
> > memasukkan pemahaman baru yg lebih proporsional thd arti kata 
ini (yg
> > merupakan bagian yg saya sebut di postingan yl sbg 'elements of
> > surprise'. Pengertian umum tsb perlu diperbaiki sebab jika 
dibiarkan
> > saja, bisa menjadi pembenaran untuk melakukan reaksi2 dan 
tindakan2 yg
> > merusak oleh orang2 yg dg mudahnya merasa ADA 'blasphemy'.
> >
> > Dg pengertian yg baru ini, saya secara eksplisit berani 
menyatakan
> > bahwa bagi umat Kristen dan Yahudi yg FANATIK (yaitu yg percaya 
hanya
> > pada satu konsep/ tafsiran agama), tayangan ini mengandung
> > 'blasphemy'. Hanya saja reaksi umat Kristen dan Yahudi fanatik 
mungkin
> > berbeda dg reaksi umat Islam thd 'blasphemy'. Sebab bagaimana 
dan apa
> > bentuk reaksi suatu 'blasphemy' thd suatu 'organized religion', 
sangat
> > tergantung dan ditentukan pada reaksi pimpinan2 tertinggi setiap
> > (organisasi) agama tsb?
> >
> > Untuk komentar yg lain2, sudah saya tanggapi di postingan2 lama.
> >
> > Salam
> >
> >
> > MOD:
> >
> > Diskusi tentang blasphemy kita sudahi sampai disini saja ya?
> > Selanjutnya via japri atau di milis ZAMANKU.
> >
> >
> > --- In [email protected], manneke <manneke@> wrote:
> >
> >
> > Web:
> > http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
> >
> > Klik:
> >
> > http://mediacare.blogspot.com
> >
> > atau
> >
> > www.mediacare.biz
> >
> > Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
> > [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
>


Kirim email ke