Rekan Ade A, IMO, berita ini (kalau benar) adalah usaha mengKristenkan anak2 dg cara2 yg lazim dilakukan oleh dan ditujukan kepada banyak anak2 kecil: cara iming2 permen, iming2 jalan2 naik bus, iming2 duit jajan, dsb.
Yang masih bisa di-Kristen-kan dg cara anak2 ini pasti pola pikirnya masih spt anak2 atau memang anak2 sungguhan. Kalau anak2 sungguhan, mereka paling2 'pindah agama' atau 'jadi anak Kristen' cuma satu jam, karena pada jam2 berikutnya anak2 tsb pasti lupa karena kembali menjadi anak2 yg masih murni, yg belum benar2 tahu apa itu Kristen dan apa itu Islam. Yang sakit parah adalah orang2 dewasa yg masih spt anak kecil pola pikirnya ketika menanggapi kasus ini. Yaitu mereka yg gampang marah2 mendengar ada isu bahwa seorang atau beberapa anak2 'seagama' mau saja disuruh 'pindah agama' dg cara anak2 spt di atas. Ttp yg paling konyol dan yg bisa membuat banyak orang dewasa untuk kembali menjadi spt anak2 yg mudah marah2 adalah si penyebar berita, Hidayatullah.com dan si pelaku penyebar agama dg cara anak2 (jika berita ini benar). Salam --- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote: > > Rekan-rekan. > Saya risau sekali dengan komunikasi yang terjalin soal isu kristenisasi ini. > Saya berasumsi bahwa para peserta milis ini tergolong kaum berpendidikan > yang diharapkan justru bisa mengarahkan masyarakat luas untuk hidup dengan > penuh kedamaian.
