Mas Satrio,

Membahas point anda no. 3 anda menganggap bahwa wajar bagi seseorang 
untuk berbeda pendapat dengan Pimpinan, namun mesti diingat bahwa 
perusahaan itu bukan tempat demokrasi, keputusan diambil bukan 
menurut voting, tapi diambil Pimpinan yang lebih mengerti informasi, 
visi, dan tujuan perusahaan, apalagi kalau lingkungannya 
seperti "Kompas saya akui relatif jauh lebih baik dalam hal gaji dan 
fasilitas dibandingkan media lain."

Lalu apa yang anda perjuangkan?  Demokrasi?  mana ada demokrasi 
dalam perusahaan?  Ketidak adilan?  faktanya hampir semua karyawan 
Kompas happy, tata tentrem karta raharjo..

Kalau AJI mengurusi anggotanya supaya tahan pecat, itu sungguh 
disayangkan, mengecilkan arti perjuangan anda dulu yang diincar 
intel, kopasus, dll.

Musuhnya Bambang Wisudo itu adalah dirinya sendiri, kemauan dirinya 
sendiri, dan kurang bisa bersikap santun kepada Pimpinan..  Masih 
wajar Pimpinan Redaksi Kompas tidak memanggil yang lain, hanya 
memanggil Satpam.   

Itu khan wajar mas, namanya di Kantor ada aturannya.

Anda sudah 3 kali dipecat karena kegiatan Serikat Pekerja, 
pengalaman anda apa masih belum jelas, bahwa perusahaan bukan tempat 
demokrasi.

Daripada sibuk demo..  Lebih baik Bambang Wisudo mulai ketemu Pak 
Chaerul, atau Pak Harry Tanoe untuk melamar kerja, masih banyak 
pekerjaan bagi yang ahli.. 
 
salam damai,
Goenardjoadi Goenawan

--- In [email protected], Satrio Arismunandar 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Komentar saya:
> 1. Rezim penguasa yang seram seperti Soeharto memang sudah tidak 
ada. Tapi tindakan kekerasan terhadap wartawan masih ada di lapangan 
(oleh "oknum" polisi, pejabat, preman, dll) tetap ada, serta ancaman 
terhadap kebebasan pers tidak lantas lenyap 100%. 
> 
> AJI membela Wisudo karena pengurus AJI Jakarta menilai Wisudo 
memang patut dibela. Tidak asal dibela (saya bukan pengurus AJI, 
tapi itulah yang saya tahu tentang policy pengurus AJI sekarang). 
Pengurus AJI saya pikir cukup kritis. Mereka wartawan dari berbagai 
media yang bukan baru setahun-dua tahun di dunia jurnalistik.
> 
> 2. Tekanan terhadap wartawan dari internal perusahaannya sendiri 
masih ada di berbagai media. Misalnya, dipaksa menerima gaji yang 
tidak layak, kondisi kerja yang minim, dsb. Kompas saya akui relatif 
jauh lebih baik dalam hal gaji dan fasilitas dibandingkan media 
lain. 
> 
> 3. Soal penilaian terhadap Wisudo di internal Kompas 
sebagai "pembangkang" dsb, itu bisa "obyektif" tapi juga bisa bias, 
karena tergantung dari posisi/kepentingan wartawan bersangkutan di 
perusahaannya. Makin senior seorang wartawan, makin besar 
kepentingannya, karena dia biasanya sudah mendapat jabatan (dan 
gaji) yang mapan. Karena Anda tidak menyebut nama wartawannya, maka 
saya juga tak bisa  menilai secara akurat. Saya bicara secara common 
sense saja. 
> 
> Namun, sekadar catatan saya: budaya "cari aman" dengan ikut apapun 
maunya boss, bukan cuma ada di Kompas, tapi juga di banyak media 
lain. Menjadi "oposisi" terhadap kebijakan pimpinan, memang tidak 
populer dalam arti sulit mencari pendukung terang-terangan. Paling 
banter, mereka akan bilang dengan bisik-bisik ke Anda: "Bung, saya 
dukung perjuangan Anda secara moral dan doa!" Maklum, risikonya 
besar dan kita tahu sekarang sulit cari kerja. Lebih aman menjadi 
pendukung kebijakan pimpinan.
> 
> Saya tahu betul budaya cari aman ini, karena saya sendiri sudah 
mengalami sekitar 3 kali "dipecat" atau "dipaksa mundur" di berbagai 
media, terutama karena aktivitas Serikat Pekerja. Ketika Anda sudah 
diposisikan sebagai "musuh" pimpinan, satu-persatu teman Anda di 
kantor akan mengambil jarak dari Anda, karena tak mau dianggap "satu 
kubu dengan musuh pimpinan." 
> Percayalah, karena saya di sini tidak bicara dari teori.
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: aja.. baca <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Monday, January 8, 2007 1:32:38 PM
> Subject: Re: [mediacare] Aksi spanduk terpanjang - Senin, 8 Jan 
2007, depan Bunderan HI
> 
> ehm, mas satrio yang baik, saya setuju kalo wartawan perlu wadah 
yang tidak sekdar melindungi tapi juga membela untuk kasus2 seperti 
ini. sama, saya juga wartawan mau lari kemana kalau musibah ini 
menimpa saya. hanya masalahnya, mengacu pada teori jurnalistik yang 
harus cover both side dan lainnya, saya coba tanya kesejumlah 
wartawan kompas yang lumayan senior, mas Wisudo ini memang 
bermasalah dan kerap menolak tugas.
>  
> sebenernya saya cuma ingin kasih masukan, apa tidak sebaiknya AJI 
memilah-milah siapa yang seharusnya dibela. kalau dipecat karena 
membangkang dari tugas apa layak untuk dibela? 
>  
> itu saja sih, .. ini bukan zaman soeharto lagi kan, kebebasan 
sudah tidak lagi terbelenggu. tapi gw berarti kita seenaknya kan..?
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@ yahoo.com>
> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
> Sent: Monday, 8 January, 2007 12:29:45 PM
> Subject: Re: [mediacare] Aksi spanduk terpanjang - Senin, 8 Jan 
2007, depan Bunderan HI
> 
> 
> Tugas AJI  dan Serikat Pekerja ya membela anggotanya yang dipecat, 
Mas....
> Kalau AJI diam saja atau sekadar memaklumi (seperti yang dilakukan 
PWI ketika Pemerintah Soeharto membredel Tempo, DeTik dan Editor 
1994), ya mendingan AJI dibubarkan saja.
>  
> Anda tentu berhak berkomentar apa saja.... Kritik Anda terbilang 
halus dan sopan. 
> Kita nggak gampang tersinggung kok. Karena di zaman Soeharto, 
anggota AJI udah pengalaman dikejar-kejar polisi dan intel. 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: aja.. baca <hidupku_hariini@ yahoo.co. uk>
> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
> Sent: Sunday, January 7, 2007 10:21:35 AM
> Subject: Re: [mediacare] Aksi spanduk terpanjang - Senin, 8 Jan 
2007, depan Bunderan HI
> 
> 
> Aduh ... heran deh, karyawan kompas yang lain aja ga ambil pusing, 
kenapa jadi AJI yang repot. kalo memang Wisudo ini bener bahwa 
Kompas merugikan karyawannya, pasti dia didukung karyawan lainnya 
dong.
>  
> bukannya apatis, tapi jika sudah tidak sepaham dengan perusahaan, 
ya sudah keluar saja jangan sok berontak dan merasa yang paling 
benar. memangnya mengelola perusahaan itu mudah. kalo mau semuanya 
diturutin, bikin aja perusahaan sendiri. Disini saya tidak 
menempatkan diri sebagai siapa-siapa, tapi setau saya Kompas itu 
paling manusiawi dalam memperlakukan karyawannya. Gaji saja bisa 
sampai 17 kali. belum kalau sudah 5 tahun kerja bisa dapat pinjaman 
sebesar 20 kali gaji (kalo saya tidak salah angganya) tanpa bunga, 
dll.
>  
> buat AJI, koq lama-lama jadi reaksioner gini sih. 
>  
> -trims, maaf kalau menyinggung-
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@ yahoo.com>
> To: news Trans TV <news-transtv@ yahoogroups. com>; Forum Kompas 
<forum-pembaca- [EMAIL PROTECTED] ps.com>; pantau <pantau-komunitas@ 
yahoogroups. com>; jurnalisme <[EMAIL PROTECTED] ups.com>; 
aipi_politik@ yahoogroups. com; mediacare mediacare 
<[EMAIL PROTECTED] ps.com>
> Sent: Saturday, 6 January, 2007 3:54:05 PM
> Subject: [mediacare] Aksi spanduk terpanjang - Senin, 8 Jan 2007, 
depan Bunderan HI
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: AJI Jakarta <[EMAIL PROTECTED] id>
> To: jurnalis_jakarta@ yahoogroups. com.au
> Sent: Saturday, January 6, 2007 3:29:38 PM
> Subject: [jurnalis_jakarta]
> 
> 
> 
> Komite Anti Pemberangusan Serikat Pekerja (Kompas)
> Jl. Dr. Soepomo No.1A Komplek BIER Menteng Dalam
> Jakarta Selatan 12870
> Tlp./Faks: 021-83702660,
> CP: 081310274674 (Edy Haryadi), 081585160177 (Sholeh Ali),
> 08155517333 (Winuranto Adhi), 0811932683 (Bambang Wisudo)
> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
> untuk mengikuti perkembangan kasus ikuti
> http://kompasinside .blogspot. com
> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
> Aliansi Jurnalis Independen (AJI), LBH Pers, YLBHI, LBH Jakarta, 
> Paguyuban Korban Kelompok Kompas Gramedia, Aliansi Nasional Bhineka
> Tunggal Ikka (ANBTI), PBHI, TURC, Aliansi Buruh Menggugat (ABM), 
LBH
> Pendidikan, Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM), FPPI, Serikat 
Guru
> Tanggerang, Serikat Guru Garut, Federasi Guru Independen 
Indonesia, ICW,
> LBH APIK, PPR, IKOHI, KONTRAS, PPR, Somasi-Unas, LMND, Papernas, 
SPR, Arus
> Pelangi, SP 68H, GMS, Kabar, Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN), 
Praxis,
> Forum Pers Mahasiswa Jakarta (FPMJ), FMKJ, Partai Rakyat Pekerja 
(PRP),
> Sanggar Ciliwung, FSPI, Repdem Jakarta
> ============ ========= ========= ========= ========
> AKSI SPANDUK TERPANJANG
> PECAHKAN REKOR MURI
> 
> Kepada Yth: Teman-teman jurnalis
> Hal : Undangan liputan
> 
> Pemecatan dan kekerasan terhadap Sekretaris Perkumpulan Karyawan 
Kompas
> karena menyoal saham kolektif 20 persen milik karyawan, Bambang 
Wisudo,
> telah memicu protes secara meluas.
> 
> Untuk itu, kami mengundang teman-teman untuk hadir dalam aksi 
spanduk
> `anti pemberangusan serikat pekerja' terpanjang yang selama ini 
pernah
> digelar. Tujuannya adalah memecahkan rekor Musium Rekor Indonesia 
(MURI).
> Untuk itu, MURI sebagai organisasi sudah diberitahu secara resmi.
> 
> Karenanya, Komite Anti Pemberangusan Serikat Pekerja (KOMPAS) 
mengundang
> teman-teman untuk meliput aksi spanduk terpanjang ini yang akan 
bermula
> pada:
> 
> Hari : Senin, 8 Januari 2007
> Pukul : 10.00 WIB – selesai
> Tempat : Bunderan Hotel Indonesia (HI),
> Jakarta Pusat
> 
> Atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih.
> 
> Bersatu melawan pemberangusan serikat pekerja!
> 
> Jakarta, 5 Januari 2007
> 
> Edy Haryadi
> Koordinator
> 
> ============ ========= =
> Sekretariat AJI JAKARTA
> Jl. Prof. Dr. Soepomo No 1 A
> Kompl. BIER, Menteng Dalam
> Jakarta Selatan 12870
> Telp/fax. +62-21-83702660
> Website : www.aji-jakarta. org
> ============ ========= =
> 
> 
> 
> 
> 
> ____________ _________ _________ _________ _________ __
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail. yahoo.com 
> 
> 
> 
> Send instant messages to your online friends 
http://uk.messenger .yahoo.com 
> 
> 
> 
> ____________ _________ _________ _________ _________ __
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail. yahoo.com 
> 
> 
> 
> Send instant messages to your online friends 
http://uk.messenger .yahoo.com 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com
>


Kirim email ke