sangat aneh....
  di kompas disebutkan bahwa  ular dpt mengendus bahaya gempa yg jaraknya 120 
km atau 5 hari sblm kejadian...
  lah yg namanya gelombang gempa itu kecepatannya hampir mirip dg kecepatan  
gelombang suara...mari kita hitung sama2 
  misalkan aja kecepatan gelombang suara adalah 300 m/s
  jadi jarak 120 km klo di meterkan akan dapat sebuah angka : 120 x 1000 = 
120.000 m
  nah klo gel gempa yg kecepatannya 300 m/s melewati jarak 120.000 m makanakan 
di tempuh selama :
  (120.000 m) : (300 m/s) = 400 s atau 400 detik
  jadi dari mana kompas dapat angka 5 hari..?
  kalau dikatakan bahwa perilaku ular2 tsbt berubah 5 hari sebelum gempa 
terjadi krn indra yg dimiliki ular..itu mungkin masih masuk akal, karena sesaat 
sebelum terjadi gempa terkumpul energi yg maha dahsyat, sifat2 kemagnetan dan 
listrik menjadi naik dan itu relatif thdp hari2 sebelumnya.
   
   
  salam
  FF

nurul huda maarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Kompas, Jumat 5 Januari 2007
   
  Bencana Alam
"Mengendus" Gempa Melalui Perilaku Ular 
  Bagai selebritas di lensa paparazi, begitupun nasib ular-ular di kawasan 
Nanning, sebelah utara Provinsi Guangxi, China. Dua puluh empat jam sehari, 
para peneliti pada Biro Penelitian Gempa Bumi di Nanning dapat mengamati 
gerak-gerik ular melalui monitor khusus yang terhubung jaringan internet. 
  Perilaku ular bagi para peneliti di sana sangat istimewa. Mereka yakin indera 
penciuman ular mampu "mengendus" gempa dari jarak 120 kilometer, atau lebih 
dari lima hari sebelum terjadi gempa. 
  Ular yang menangkap "sinyal" pertanda akan terjadinya gempa terlihat dari 
perilakunya yang aneh. Ular-ular akan keluar sarangnya sekalipun pada musim 
dingin. Bila gempa bumi akan besar, ular pun nekat menabrakkan tubuh pada 
dinding atau penghalang lain untuk melarikan diri. 
  "Melalui kamera-kamera yang dipasang di beberapa sarang ular, kami 
mengembangkan kemampuan meramalkan gempa. Sistem serupa dapat diperluas lagi di 
beberapa daerah untuk memastikan ketepatan meramal gempa," kata Direktur Biro 
Gempa Bumi Nanning, Jiang Weisong, seperti dikutip The China Daily, pekan lalu. 
  Kawasan Nanning merupakan salah satu dari 12 kota di China yang menjadi 
"langganan" gempa. Pada tahun 1976, sekitar 250.000 jiwa tewas setelah kota 
Tangshan di kawasan itu diluluhlantakkan gempa. 
  Saat ini, selain mengembangkan dan memasang 143 unit sistem pemantauan pada 
satwa melata itu, China juga memasang peralatan berteknologi tinggi untuk 
mendeteksi intensitas gempa. 
  "Dari semua ciptaan di bumi, ular barangkali salah satu hewan paling sensitif 
terhadap gempa," tambah Weisong. Menurut dia, berbagai jenis reptil berperilaku 
aneh sebagai respons perubahan yang terjadi sebelum gempa. 
  Seperti diketahui, hingga kini belum ada teknologi yang dapat memastikan 
kapan gempa akan terjadi. Kemampuan sebatas memperkirakan dalam kisaran waktu 
tertentu. 
  Karena itulah, peneliti-peneliti di Nanning antusias mengamati perilaku 
sensitif ular, sebagai alternatif untuk mengetahui datangnya gempa, beberapa 
hari sebelumnya. Dengan demikian, dapat dilakukan langkah antisipasi sehingga 
jumlah korban jiwa dapat ditekan. 
  Kepekaan ular 
  Peneliti ular dan amfibi (herpetolog) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 
(LIPI) Irvan Sidik menyatakan, ular memang memiliki kepekaan tinggi. Kelebihan 
itu diperoleh bukan dari ketajaman penciumannya, tetapi dari pori-pori 
tubuhnya. 
  "Secara umum, ular sangat peka terhadap perubahan temperatur. Namun, secara 
morfologi tidak terlihat," kata peneliti yang akan berangkat ke Amerika Serikat 
untuk melanjutkan studi S-3-nya tentang ular itu. 
  Sejak aktif meneliti ular dan reptil, Irvan mengaku belum pernah mendengar 
penelitian perilaku ular untuk memprediksi gempa. Kalaupun ada, lanjut dia, 
kemungkinan besar memanfaatkan jenis ular yang tinggal di lubang-lubang tanah 
(fossoreal) seperti jenis ular cabe dan weling. 
  Melalui kepekaan pori-pori tubuhnya, perubahan temperatur bumi akan direspons 
khusus, seperti keluar sarang. "Sebagai makhluk yang hidup di alam, kepekaan 
terhadap gejala alam pasti lebih tinggi dibandingkan manusia," kata dia. 
  Dan, atas nama penelitian gempa, ular pun nyaris bernasib sama dengan para 
selebritas; diamati gerak-geriknya, namun ini untuk maksud positif. (BBC/GSA)
  

         

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke