Salam, ingin rasanya kami membawa anda semua berjalan sehari dua menyisiri pedalaman di Sumatra. paling tidak menunjukkan, bahwa monyet saja bisa gemuk gemuk di hutan sini, jadi mana ada alasan buat manusia untuk kelaparan,apalagi sampai makan nasi aking...
maaf bicara, beberapa kepala desa di sumatera juga mengiyakan, bahwa,kalaulah ada pemuda desa yang mau mengantri mendaftar mendapatkan BLT, itulah dia semua pemuda pemuda yang malas. hutan seluas dan sungai sepanjang itu, tentunya bisa jadi penghidupan.walaupun belum tentu bisa jadi pengharapan. kalaulah mau cukup makan saja, dijaminlah ada...entahlah kalau untuk kaya dan bisa naik haji. Mereka pun menyarankan untuk dikirim saja itu orang orang supermiskin di Jawa itu untuk kerja di Sumatera sini.Kalaulah mau menjaga kebun sawit, masih banyak diperlukan.mau pula ia menderes karet,banyak yang membutuhkan.Yang pasti tidak ada kata bisa jatuh kelaparan.itu dulu yang penting. kira kira apa masih ada gunanya saya mengusulkan kembali kita diskusikan hal ikhwal TRANSMIGRASI di milis ini? tentu saja pulau Jawa sudah keberatan penduduk, sementara Papua, Sumatera dan Kalimantan masih luas melompong dijarah kapital besar. Bukankah tanah di Sumatera,Kalimantan dan Papua pun adalah hak-nya orang orang Jawa. Bukankah emas di Papua pun juga adalah hak-nya orang Sumatra,sebagaimana pula gas alam di Aceh wajib pula didermakan sebagian keuntungannya untuk rakyat miskin di yahukimo. Demikian pula sepantasnya dengan kesempatan yang ada. Hak dan kesempatan untuk berusaha, membangun kemandirian ekonomi di stiap jengkal tanah dan setiap mil laut Indonesia ini, adalah hak milik bersama,hak yang diberikan melekat pada setiap warga negara Indonesia dimanapun ia berada, bukan melulu hak hak yang ditentukan oleh siapa dulur-nya,aliran mana tetua kampungnya,siapa ninik mamak dan keturunan apa kepala suku setempat. Jadi, daripada membangun jalan tol sepanjang Pulau Jawa dari barat hingga ke timur, dan mau membangun pula jembatan surabaya - madura, bagaimana kalau kita coba saja dulu sama ratakan jumlah penduduk pada setiap jengkal tanah indonesia ini. jadi kalaupun nanti hendak memprioritaskan pembangunan dalam anggaran nasional, tentu akan digunakan perimbangan prioritas yang masuk akal, berdaya guna, dan tidak menimbulkan iri hati bagi yang lain. salam Yanri,- PS.Dahulu kakek kakek kami berjuang di revolusi dengan meneriakkan, INDONESIA MERDEKA...,bukannya SUMATERA MERDEKA. Begitu pulakah yang terjadi sepanjang daratan Jawa? Saya yakin iya.
