Bu Hafsah, cinta yang benar adalah cinta Tuhan dan cinta sesama sebagai dua
sisi mata uang. Jadi kedua sisinya memancarkan cinta yang indah kemilau dan
bisa dinikmati semua orang. Begitulah cara beragama yang baik dan benar.

Ketika cinta Tuhan diiringi benci manusia maka bagaikan bulan, satu sisinya
selalu tampak kemilau tetapi sebaliknya satu sisi yang tak kelihatan selalu
hitam kelam. Marilah kita menyejukkan iklim sosial dengan mengobarkan cinta
Tuhan dan sesama (tanpa embel2 apapun juga), menerapkan prinsip keberagamaan
dengan benar dalam dua parameter cinta tersebut.

Hanya orang yang prinsip keberagamaannya tidak/kurang benar yang setuju
dengan kekerasan dan pembunuhan (atau bahkan menspiriti/mendasari sikap
untuk melakukan kekerasan).

Wassalam.

On 1/11/07, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  --- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, Tanribra
Gandranata EDDY
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Cinta Mengatasi Moral Yang Biadab !!!
>
> Cinta diri menyebabkan orang buta, tuli dan bisu.
> Kasih membuka mata dan hati, serta memampukan manusia memberikan
> sumbangan yang unik dan tidak tergantikan.
>

Cinta kepada Allah menyebabkan banyak korban penyembah berhala
terpenggal, juga dengan cinta kepada Allah yang sama maka anak2 di
Russia banyak yang mati jadi korban para terorist yang mencintai Allah
ini.

Dan jangan lupa, orang2 Indian di Amerika nyaris punah juga karena
kecintaan umat kepada Tuhan Yesus.

Jadi yang menyebabkan orang jadi buta adalah bukan cuma cinta diri
saja tapi juga cinta kepada angan2 kepercayaannya.

Yang benar, berdirilah diatas Ham dan Demokrasi bukan diatas cinta2an
karena dalam Ham dan Demokrasi dengan jelas bagaimana anda harus
mencintai sesama manusia dengan juga memahami cara2 menerima cinta
dari sesama manusia lainnya.

Cinta kepada Allah, Tuhan, atau angan2 kepercayaan kita telah lebih
membuat seseorang menjadi biadab katimbang tidak adanya rasa cinta itu
sama sekali. Cinta selalu berkaitan dengan rasa benci, karena semua
yang mencintai pasti membenci musuh2 dari yang dicintainya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

Kirim email ke