Klo menurut saya, dendus 88 masih harus melakukan "banyak hal" di sana, bahkan d bbrp kantong2 lain. Ini klo NKRI tetap bertahan. Semua harus tunduk pada hukum yg berlaku di negeri ini, jgn bw2 hukum yang lain (termasuk hukum agama) untuk dipaksakan sbg alat justifikasi, ngga bakal selesai bos.
Terserahlah mereka itu mo bilang apa, toh mereka punya pemahaman sendiri. Itu yang membuat kita2 orang jadi ngga sepaham, jadi gmn mo damai??? Anyway... bagi saya kekerasan tidak selamanya bermakna jahat, dalam hal tindakan represif polri ini contohnya. Ayo polri!!! Semangat mengamankan negeri ini, jangan cuma nunggu gw mlakukan kesalahan biar bisa lo tilang... Kekekekekekekek... --- In [email protected], "Jereweh Sumbawa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Di media electronic saya melihat FUI melakukan demo, dan mereka meinta > agar densus 88 ditarik dari poso dan pada saat itu tokoh agama radikal > juga hadir, untuk menyampaikan dogma kebencian yang ada dalam benaknya > dan tidak menginginkan adanya perdamaian antara umat beragama di Poso. > > Ketika mereka mebantai orang yang tidak sefam dengan mereka mereka > diam saja dan ketika mereka dibantai maka mereka bagaikan kebakaran > jenggot dan meminta densus 88 ditarik dari Poso. > > > ---------- Forwarded message ---------- > From: Wielsma Baramuli <[EMAIL PROTECTED]> > Date: Fri, 26 Jan 2007 00:02:30 -0800 (PST) > Subject: [mediacare] Aneh - Re: Pemerintahan SBY Gagal Menangani Poso! > To: [email protected] > > Aneh orang-orang ini....! Waktu para pelaku teror (pembunuhan dan > horor) di Poso dan Palu merebak, selalu dikatakan bahwa > kejadian-kejadian ini tidak terkait dengan komunitas agama tertentu, > ini murni kriminal dan bukan karena sentimen agama. Agama tidak pernah > mengajarkan atau merestui tindakan-tindakan kekerasan apalagi > pembunuhan.......Agama apapun pasti mengutuk perbuatan-perbuatan > biadab seperti itu. > > Setelah pelaku teridentifikasi dan mau ditangani secara hukum, eh... > mereka berlindung di balik simbol-simbol agama, dan anehnya...... > komunitas agama, melalui para tokohnya secara terang-terangan > melakukan pembelaan dengan mengatakan bahwa polisi bertindak sepihak > dan hanya mengejar orang-orang beragama tertentu (?) > > Sikap ambigu seperti ini membuat kita bertanya apa sebenarnya skenario > yang sedang dikerjakan di Poso? Apakah ini mikro kosmos dari > makrokosmos Indonesia? Mudah-mudahan bangsa ini bisa lebih kritis > mensikapi persoalan-persoalan bernuansa politis seperti ini. > > Salam damai, > wedekabe >
