Kasus di Poso dimulai dari kasus politik dan korupsi. politisi dengan bejatnya membawa kasus itu menjadi kasus AGAMA.
dan lebih bejat lagi kalau nggak tahu kejadiannya dengan buta mendukung kegiatan orang yang memenggal kepala siswa (baca detik hari inisudah mengaku kok terdakwa itu), membuat bom dan teror ( sudah mengaku juga terdakwanya siapa yang suruh buat BOM). intinya, orang yang mendukung gerakan DPO-2 itu... mikirnya gemana ya ? apa hanya karena seagama ? bukannya SBY, JK juga seagama. -ndwi On 1/24/07, Paulus Tanuri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Maaf, Mengapa densus 88 harus ditarik ? kalau ditarik maksudnya aman itu aman dari apa ? maksudnya para teroris yang aman ? para tentara pemberontak dari philipina bisa dengan aman keluar masuk ? senjata api juga aman diselundupkan keluar masuk poso ? menurut saya adalah kesalahan media memberitakan korban sipil. Lihat dulu apakah mereka ikut tembak-tembakan dengan aparat. Kalau sudah memegang senjata api, apakah masih bisa dibilang rakyat sipil ? Dan maksudnya hasil tidak seimbang, terus mau densus 88 ditarik supaya hasil seimbang ? jadi korban pihak "sipil bersenjata api" dan aparat sama banyaknya begitukah ? Benar-benar pola pikir yang aneh. gak habis pikir, Paulus T On 1/24/07, rachmat hidayat <[EMAIL PROTECTED] > wrote: > > kalau mau poso aman, tarik Densus 88, bukankah disana sudah banyak > polisi, apalagi Polres Poso sudah ditingkatkan menjadi Polres Khusus, yang > nota bene personelnya lumayan, masa warga yang cuma berapa gelintir orang > yang ga punya keahlian apa apa, harus melawan sama anak buahnya Gorris yang > katanya dibekali keahlian khusus, hasilnya ya tidak seimbang...ga heran > banyak warga yang kena tembak.... > > Peace to Poso > > Rachmat >
