Kalau mengetawakan orang lain memang mudah, tanpa mengetahui sepenuhnya apa
yang terjadi.
Tidak ada harus syarat berkulit putih. Setiap orang disini bebas untuik
memilih siapa yang dia mau.
Menurut berita, lebih banyak orang hitam yan gmemilih Hillary Clinton yang
putih katimbang Barak Obama yang hitam. Orang2 tsb. tidak sepicik apa yang
anda pikirkan, yaitu se-mata2 memilih berdasarkan warna kulit saja.
Orang2 putih yang menurut anda sudah 'tergeser' ---- Hanya di Amrik ini bisa
terjadi karena policies yang dikeluarkan oleh orang2 yang sudah 'tergeser' tsb.
Diskriminasi ras adalah lembaran hitam di buku sejarah negara Amrik. Tetapi
hanya di negara yang sepenuhnya demokratis bisa terlaksana dimana ada kelompok2
baik dari yang putih maupun yang hitam, kemudian bisa meyakinkan tanpa
melakukan kegiatan2 teroris, bahwa diskriminasi tsb. salah.
Nah, karena itu dikeluarkan policies yang memberi bantuan kepada orang2 hitam
tsb. untuk mendapatkan pendidikan, karena pendidikanlah jalan keluar dari
kemiskinan. Pemerintah mengeluarkan seperangkat undang2, yang disebut sebagai
affirmative actions.
Dan bukan hanya utk. orang hitam saja. Banyak program2 pemerintah maupun
swasta yang memberikan bantuan kepada orang2 yang ekonomi lemah supaya anak2
mereka bisa masuk ke perguruan tinggi.
Saya rasa pemerintah Indonesia dan negara2 ke 3 patut meniru pemerintah Amrik
yang bukan saja mengakui bahwa mereka sudah melakukan kesalahan melainkan
kemudian mengeluarkan undang2 utk. memberikan kesempatan, dorongan lebih kepada
kelompok yang sudah dirugikan tsb. supaya bisa maju.
Yang membenci Amrik sering menyebutkan mengenai perbudakan di Amrik. Waktu
perbudakan mulai dilakukan di Amrik, perbudakan sudah lama sekali berjalan.
Orang2 Afrika dan Arab yang menyerang kampung2 orang Afrika yang lain dan
menjual orang2 tsb. sebagai budak. Ottoman Turki, dari raja sampai penduduk
yang mampu, mempunyai budak. Wanita2 dari Balkan & Eropa sering di culik
perompak untuk dijual sebagai budak.
Bahkan menurut salah satu buku yang saya telah baca, armada lautnya Amrik
terbentuk dengan serius sebab untuk memerangi perompak2 Islam yang mereaja lela
di lautan Mediteranian dan Atlantik pada waktu itu.
Sampai sekarang pun di Afrika masih ada perbudakan, Saya rasa di negara2
yang masih ada perbudakan, mungkin agak sulit utk menghapus perbudakan sebab
orang2 tsb. hanya mencontoh apa yang dilakukan oleh nabi Muhammad.
Arab Saudi baru di tahun 60-an kalau tidak salah dengan resmi melarang
perbudakan.
Tri Laksmana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya lupa satu syarat lagi: harus kulit putih :D Politik amerika
serikat semenjak berdirinya dikuasai oleh WASP (White Anglo-Saxon Protestant,
"White" sebenernya agak redundant karena semua Anglo-Saxon pasti berkulit
putih), tapi saya pikir sudah semenjak lama establishment WASP ini mulai
digeser. Sekarang sudah banyak orang2 bukan WASP menduduki posisi2 politik
penting di Amerika Serikat, tapi realpolitik percaturan kursi presiden
sepertinya masih didominasi oleh WASP. Cuma JFK yang bukan, hehehehe... (John
Kerry dulu pernah mau coba tapi gagal sama Bush)
Ya kita liat saja nih, ke depannya bagaimana. Malu dong ah, masak Amerika
Serikat yang majemuk begitu kok masih didominasi oleh satu kelompok tertentu.
Syarat presiden A.S. memang memandang gender, etnik, atau agama, tapi apa yang
ada di kepala para pemilih (voters) kan lain.
-tri-
On 26/01/07, siahaan2006 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalau syarat presiden Amerika adalah Laki2 dan Protestan, Obama
sudah memenuhi, karena dia Protestan dan pasti laki2 :). Setahu
saya, calon presiden US harus "natural born citizen" (ada pedebatan
atas istilah ini - semua orang yang lahir di US adalah citizens by
birth), berumur minimum 35 tahun dan residen di US minimum 14 tahun.
Tidak ada syarat gender, etnik, maupun agama.
.
--
"Beneath this mask there is more than flesh. Beneath this mask there is an
idea, and ideas are bulletproof." -V for Vendetta (2005 movie)