Yth teman-teman semua.
Perundingan Indonesia-Belanda pasca perang dunia ke II untuk dekolonisasi,
merupakan hal yang baru bagi kedua bangsa, mengingat pada waktu-waktu
sebelumnya yang baru ada adalah bangsa Belanda dan kaum Pribumi (Inlander)
penduduk Hindia Belanda. Jadi mana mungkin sesama penduduk dibawak kekuasaan
Kerajaan Belanda melakukan perundingan dengan status sama tinggi dan sama
rendah ?. Tapi Kemrdekaan R I ahirnya terjadi juga. Bagaimabna hal itu mungkin
?. Bisa saja, kenapa tidak !. Bukankah hak menentukan nasib sendiri sebagaimana
tertera dalam naskah Proklamasi 17 Agustus 1945 sah-sah saja ?. (Baca : "Kami
Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan bangsa Indonesia") . Dan
bukankah hal ini sejalan dengan Universal Declaration of Human Rights (UDHR)
yang dideklarasikan dalam sidang umum PBB tanggal 10 Desember 1948 bertempat di
Palais de Chaillot Paris ?. Dimana pada artikel pertamanya jelas dikatakan "All
human beings are born free and equal in dignity and rights.".
Lebih hebat lagi dalam International Covenant on Civil and Political Rights
(ICCPR) yang dideklarasikan tahun 1966 dan menjadi amat berpengaruh sejak 23
Maret 1976, dimana pasal pertamanya mengatakan : "All peoples have the right of
self-determination. By virtue of that right they freely determine their
political status and freely pursue their economic, social and cultural
development". Jadi konperensi Meja Bundar yang berlangsung dari tanggal 23
Agustus 1949 sampai dengan 2 November 1949, dilihat dari perspektif sekarang
sungguh sangat legal dan didukung dunia !. Tapi proses Demokrasi ini tidak
pernah didukung oleh Negara dan Rakyat Indonesia sendiri secara baik dan benar.
Contohnya, Indonesia Merdeka ditujukan untuk melindungi setiap individu Warga
negara Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia. Ternyata Pemerintah yang sah,
dalam hal ini Pemerintahan Negara Republik Indonesia, dari tahun 1945 sampai
sekarang belum mampu melaksanakan hal itu dengan baik. Juga, rakyat
Indonesia yang mestinya melaksanakan fungsi dan perannya serta bertanggung
jawab sebagai warga negara juga belum pas. Masih untuk kepentingan dewe-dewe.
Apalagi para wakil rakyatnya. Pegimana nih ?. Masalah lain yang belum tuntas
adalah, soal penyelesaian Negara Kesatuan. Hal lain, kalau dilihat, tahun 1945,
Self Determination itu tidak lengkap kalau ditentukan sendiri. Selain harus ada
pengakuan negara lain, maka saat itu kemerdekaan hanya mungkin melalui
ratifikasi bersama dengan negara penjajah. Makanya amat cocok kalau
berkali-kali ada perundingan Indonesia-belanda (Hoge Veluwe,Linggajati,
Renville, Roem Roijen, meja bundar) . Apalagi dilengkapi ikut sertanya pihak
ketiga (Inggris, KTN, UNCI). Namun semua usaha perjuangan diplomasi ini hanya
menghasilkan Kemerdekaan Negara Indonesia Serikat. lalu terjadilah sebuah
pernyataan sendiri pada tahun 1950 yaitu Kembali Ke Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Lucunya kaum Federalis diam saja, bahkan ikut-ikutan mendukung NKRI.
Terus terang saja Belanda amat kaget pada perubahan ini. Baru belakangan hal
ini menimbulkan kekisruhan. Kekuasaan sentral Jakarta tidak dapat mengendalikan
perkembangan daerah yang tambah hari, tambah komplek. terjadilah pemberontakan
separatis, perlawanan pada pusat, terorisme, Pimpinan daerah yang mbalelo dan
sebagainya. Kemudian muncullah kebijaksanaan itu yang namanya "Otonomi Daerah".
Apakah semua itu cukup ?. Ternyata belum. Ditambah semua keadaan yang
menyedihkan, mulai dari bencana alam, kebangkrutan ekonomi, birokrasi yang
retak, kecelakaan didarat, laut dan udara. Kemudian korupsi yang masih meraja
lela sampai pahlawan kesiangan partai-partai politik dan tentunya kegamangan
dikalangan penguasa sipil dan militer ?. Sungguh amat miris nasib bangsaku ini !
Komentar : Sejarah bisa dijadikan penasihat yang baik !.......................
Danny Lim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Haaaah ......... banyak amat tugas Wapres? Kalau begitu ogut pikir-
pikir dulu ya, biar bisa dekat-dekat dengan Nadine setiap hari tapi
kalau kerjaannya menumpuk seperti itu sih enakan ogut tetap menjadi
freelancer Radio Nederland Wereldomroep saja di Belanda sini deh, he
he he.
Tapi sumbang saran tetap ogut berikan sebisa ogut. Manneke bertanya
bagaimana mengganyang korupsi? Lho, ogut sudah pernah bilang 1 @ 2
kali tempo hari, bukan? Kunci mengganyang korupsi tidak lain tidak
bukan SoFi-nummer. Masalah-masalah lain yang disebut Manneke di
bawah ini gecel buat Belanda, no problemo. Perlu Kapolri yang streng
supaya kelompok-kelompok rese dari agama apa saja dicekal dan
diajukan ke pengadilan. Setelah Indonesia/Jakarta/Batavia aman,
Wapres tidak perlu dikawal lagi ke mana-mana, cukup naik sepeda ke
Bina Graha.
Jadi kapan nih kita atur RI masuk Persemakmuran Belanda da da da?
Soal bendera dll. sih kagak usah dipikirkan, orang Belanda 'mah
kagak doyan bermasturbasi dengan atribut/slogan. Bendera Indonesia
mau dijadikan oranye, hijau atau putih doank juga boleh. Orang
Belanda 'mah kagak doyan bermasturbasi dengan slogan/atribut,
doyannya cuma kerja memakai aji Total Football ball ball ball. Kalau
RI masuk Persemakmuran Belanda, dijamin RI bakal jadi rapi jali li
li li, ihik ihik :-).
Salam hangat, Danny Lim, Nederland
--- In [email protected], manneke <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Supaya efektif, ada baiknya dikirim seorang Gubernur Jendral ke
Indonesia, dan bisa saja dia berkantor di Istana Negara di Jakarta.
Oh, ya, tampaknya nama "Jakarta" kurang bawa hoki, jadi dikembalikan
saja ke "Batavia." Tapi kalo nama "Indonesia" biarkan saja dulu.
Kalu diubah lagi jadi India Belanda khawatirnya nanti rancu ama
India-nya Raam Punjabi. Terus, merah puith biru perlu dikibarkan
bersama merah putih di seluruh pelosok tanah air, supaya seluruh
rakyat tahu bahwa Indonesia telah kembali ke pangkuan Sri Ratu. Agar
sosialisasi lebih mulus, hari ulang tahun Sri Ratu juga dijadikan
libur nasional. Cihuuy, asyik deh liburnya bertambah.
>
> Tapi, kok saya belum liat program Wapres Danny Lim tentang
pemberantasan korupsi, pembalakan liar, kebakaran hutan, flu burung,
demam berdarah, tuntutan kemerdekaan Papua dan Maluku Selatan,
kemacetan lalu lintas, keamanan transportasi KA/laut/udara, kinerja
DPR, reformasi TNI, pendirian rumah ibadah, isu syariah, isu
kristenisasi, narkoba, pornografi, uang curian yang diparkir di bank
luar negeri, dll.
>
> Lalu, bagaimana dengan biaya perjalanan dinas Wapres, tunjangan
rumah dan fasilitas Wapres, gaji Wapres, kebijakan tentang iring-
iringan rombongan Wapres, dan last but not least, boleh nggak
Wapresnya poligami? :))
>
> manneke
>
>
> -----Original Message-----
>
> > Date: Wed Jan 31 06:42:00 PST 2007
> > From: "Danny Lim" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: [mediacare] Re: Danny Lim for Wapres RI
> > To: [email protected]
> >
> > Suriname telah keluar dari Persemakmuran Belanda. Aruba yang
tadinya
> > masuk Antillen, kemudian menjadi negara mandiri dan masuk
> > Persemakmuran Belanda. Antillen sendiri baru-baru ini me-
reorganisir
> > dirinya. Pulau-pulau St. Martin, St. Eustasius, Bonaire, Saba,
> > Curacao kini berubah status, ada yang tetap di bawah Antillen
ada
> > yang mandiri seperti Aruba, dengan tetap berada di payung
> > Persemakmuran Belanda. Sifat reorganisasi = rembugan, bukan
sistim
> > paksa seperti kolonial dulu. KMB = Konperensi Meja Bundar,
menurut
> > saya tanggal 27 Desember 1949 itu Belanda telah mengakui RI
sebagai
> > negara mandiri, karenanya nama perundingannya KMB. Bila sifatnya
> > antara penjajah dan jajahannya tentu namanya bukan konperensi,
> > bukan? Mejanya sengaja dibikin bundar lagi, jadi betul-betul
> > menunjukkan kesetaraan.
> >
> > "Program Kerja" saya sebagai "Wakil Presiden RI" di bawah ini
100%
> > mencontoh Belanda di sini. Tentara menjaga teritorial sedangkan
> > polisi mencekal kelompok-kelompok rese kagak perduli agamanya.
Di
> > Belanda kagak ada Departemen Agama, juga Departemen Penerangan
kagak
> > ada. Pendidikan gratis sampai dengan universitas. Setiap orang
> > memiliki polis asuransi kesehatan. Setiap kepala memiliki atap
di
> > atasnya (beli atau sewa). Pangan cukup banget wong Belanda
menjadi
> > pengekspor bunga/tanaman hias/kentang/sayuran/buah-buahan no. 3
di
> > dunia. Bila RI masuk payung Persemakmuran Belanda, sektor
pertanian
> > Indonesia akan maju pesat tidak usah lagi mengimpor beras. Water
> > Management Indonesia idem dito, alias tidak bakal ada banjir
bandang
> > lagi di Indonesia. Banjir tahunan di Jakarta pun bakal
dibereskan
> > segera.
> >
> > Semua fasilitas yang saya sebutkan di atas ini adalah kebutuhan
> > primer masyarakat akar rumput yang sudah terpenuhi di Belanda
sini.
> > Di luar masyarakat akar rumput ada masyarakat menengah dan
> > masyarakat kaya raya. Masyarakat menengah digetok pajak tarif
50%
> > sedangkan masyarakat kaya raya digetok pajak tarif 60%. Pajak
yang
> > dibayar orang menengah/kaya inilah yang dipakai membiayai
fasilitas
> > untuk orang miskin. Masyarakat akar rumput juga membayar pajak
namun
> > hanya sekitar 15%, yang 25% lagi (totalnya 40%) berupa premi
> > berbagai macam asuransi. Premi asuransi ini pun akan dibayari
oleh
> > pemerintah Belanda bila ybs. terlalu miskin untuk membayarnya
> > sendiri. Pendek kata, UUD RI pasal 34 "Fakir miskin dan anak
> > terlantar dipelihara oleh negara" akan terlaksana sepenuhnya di
> > Indonesia bila RI masuk payung negara Persemakmuran Belanda.
> >
> > Tentu saja saya tidak menganjurkan RI melamar ke Den Haag agar
boleh
> > masuk ke Persemakmuran Belanda, namun bila anda berpikir bahwa
> > dengan masuk ke Persemakmuran Belanda lalu RI akan menjadi
susah,
> > tentu anda salah besoooaaar deh tuh sih nih yee bah cihui :-).
> >
> > Salam hangat, Danny Lim, Nederland
> >
> > --- In [email protected], Mawar Liar Merah <mawarlirah@>
> > wrote:
> > >
> > > Saya setuju kalau Nadine dan Danny berdampingan dalam politik
dan
> > juga pelaminan pengantin. Bayangin! Kalau Danny jadi Wapres
untuk
> > lebih mempercepat kemajuan multidimensi di Indonesia tugas
pertama
> > Wapres akan menggelar KMB baru supaya Indonesia menjadi negeri
> > kawula nya Queen Beatrix van Netherlands, Suriname & Antillen.
> > > MLM
> > >
> > > manneke <manneke@> wrote:
> > >
> > > Kabinet sudah ada, program pun tampaknya sudah punya. Tinggal
> > dilantik deh. Sekalian dikawinin sama Nadine mau enggak? Makanya
> > pulang dong. Kalo di Holland melulu, gimana mau melantiknya?
Soal
> > keamanan, jangan kuatir. Ada Sensei Deddy, kan? Ayo, tunggu apa
lagi?
> > >
> > > manneke
> > >
> > > -----Original Message-----
> > >
> > > > Date: Tue Jan 30 14:15:50 PST 2007
> > > > From: "Danny Lim" <d.lim@>
> > > > Subject: [mediacare] Re: Barack Obama pernah di Indonesia
> > > > To: [email protected]
> > > >
> > > > Haaaah, ....... ogut hendak dijadikan wakil presiden RI
> > mendampingi
> > > > presiden Nadine Chandrawinata? Yummy yummy tentunya bisa
dekat-
> > dekat
> > > > Nadine yang caem setiap hari.
> > > >
> > > > Maka program ogut yang pertama adalah mengangkat orang Aceh
> > sebagai
> > > > Menhankam/Panglima TNI, piawai menjaga teritorial. Kemudian
ogut
> > > > tutup Departemen Agama, cihui. Lalu semua provinsi ogut
> > otonomkan,
> > > > boleh menyelenggarakan pemilihan gubernur sendiri-sendiri.
> > Setelah
> > > > semua provinsi memiliki gubernur terpilih, ogut tinggal
pencet
> > knop,
> > > > jadilah RIS (Republik Indonesia Serikat). Bahasa Sundanya
USI
> > > > (United States of Indonesia). Subsidi BBM ogut hapus, malah
BBM
> > akan
> > > > ogut pajaki tinggi sehingga Manneke mesti pikir-pikir untuk
> > punya
> > > > dua buah mobil, ihik ihik. Duit pajak BBM yang tinggi itu
akan
> > ogut
> > > > pakai untuk membiayai pendidikan gratis, untuk membeli
> > persediaan
> > > > Raskin (Beras untuk orang Miskin), untuk membayar polis
asuransi
> > > > kesehatan masyarakat akar rumput. Yang ogut agak deg-degan
> > adalah
> > > > menangani kelompok rese yang tukang main gebuk itu, jalan
satu-
> > > > satunya memanggil pulang sensei Deddy ke Indonesia untuk
> > dijadikan
> > > > Kapolri.
> > > >
> > > > Kapan nih pelantikan ogut menjadi wakil presiden RI?
> > > > Merdekaaaa ...... he he :-).
> > > >
> > > > Salam hangat, Danny Lim, Nederland
> > > >
> > > >
> > > > --- In [email protected], manneke <manneke@> wrote:
> > > > >
> > > > >
> > > > > Boleh, boleh. Wakilnya siapa ya? Sebaiknya berkulit
kuning,
> > > > sekular, berjenis kelamin pria, mengerti tentang semua
urusan,
> > mulai
> > > > dari pertanian, pengairan, kelautan, ekonomi, kebudayaan,
sampai
> > > > teknologi. Kira-kira siapa ya? Oh ya, Danny Lim! Pas, cocok
> > banget
> > > > mendampingi Nadine. Pasti dua orang ini adalah "satria
piningit"
> > > > atau "Ratu Adil" yang dinanti-nanti.
> > > > >
> > > > > manneke
> > > > >
> > > > >
> > > > > -----Original Message-----
> > > > >
> > > > > > Date: Tue Jan 30 02:49:22 PST 2007
> > > > > > From: "Danny Lim" <d.lim@>
> > > > > > Subject: [mediacare] Re: Barack Obama pernah di Indonesia
> > > > > > To: [email protected]
> > > > > >
> > > > > > Karena Indonesia lebih hebat dari Amerika, maka dalam
waktu
> > > > dekat
> > > > > > bukan tidak mungkin ada presiden RI yang Kristen,
berkulit
> > > > kuning
> > > > > > atau Indo bule, dan berjenis kelamin wanita. Kira-kira
siapa
> > ya?
> > > > Oh
> > > > > > ya ......... Nadine Chandrawinata. Yeah, Nadine
> > Chandrawinata
> > > > > > sebagai presiden RI, berjejer dengan Gloria Macapagal
Arroyo
> > > > > > (Philipina), Angela Merkel (Jerman), Hillary Clinton-
Rodham
> > (AS)
> > > > dan
> > > > > > S??golene Royale (Perancis).
> > > > > >
> > > > > > Salam hangat, Danny Lim, Nederland
> > > > > >
> > > > > > --- In [email protected], "Tri Laksmana"
> > <trilaksmana@>
> > > > > > wrote:
> > > > > > >
> > > > > > > Saya lupa satu syarat lagi: harus kulit putih :D
Politik
> > > > amerika
> > > > > > serikat
> > > > > > > semenjak berdirinya dikuasai oleh WASP
> > > > > > > <http://en.wikipedia.org/wiki/WASP>(White Anglo-Saxon
> > > > Protestant,
> > > > > > > "White" sebenernya agak redundant karena
> > > > > > > semua Anglo-Saxon pasti berkulit putih), tapi saya
pikir
> > sudah
> > > > > > semenjak lama
> > > > > > > establishment WASP ini mulai digeser. Sekarang sudah
> > banyak
> > > > orang2
> > > > > > bukan
> > > > > > > WASP menduduki posisi2 politik penting di Amerika
Serikat,
> > > > tapi
> > > > > > realpolitik
> > > > > > > percaturan kursi presiden sepertinya masih didominasi
oleh
> > > > WASP.
> > > > > > Cuma JFK
> > > > > > > yang bukan, hehehehe... (John Kerry dulu pernah mau
coba
> > tapi
> > > > > > gagal sama
> > > > > > > Bush)
> > > > > > >
> > > > > > > Ya kita liat saja nih, ke depannya bagaimana. Malu
dong
> > ah,
> > > > masak
> > > > > > Amerika
> > > > > > > Serikat yang majemuk begitu kok masih didominasi oleh
satu
> > > > kelompok
> > > > > > > tertentu.
> > > > > > >
> > > > > > > Syarat presiden A.S. memang memandang gender, etnik,
atau
> > > > agama,
> > > > > > tapi apa
> > > > > > > yang ada di kepala para pemilih (voters) kan lain.
> > > > > > >
> > > > > > > -tri-
> > > > > > >
> > > > > > > On 26/01/07, siahaan2006 <siahaan2006@> wrote:
> > > > > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > > > Kalau syarat presiden Amerika adalah Laki2 dan
> > Protestan,
> > > > Obama
> > > > > > > > sudah memenuhi, karena dia Protestan dan pasti
laki2 :).
> > > > Setahu
> > > > > > > > saya, calon presiden US harus "natural born citizen"
> > (ada
> > > > > > pedebatan
> > > > > > > > atas istilah ini - semua orang yang lahir di US
adalah
> > > > citizens
> > > > > > by
> > > > > > > > birth), berumur minimum 35 tahun dan residen di US
> > minimum
> > > > 14
> > > > > > tahun.
> > > > > > > > Tidak ada syarat gender, etnik, maupun agama.
> > > > >
> > > >
> > > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Send instant messages to your online friends
> > http://uk.messenger.yahoo.com
> > >
> >
> >
>
Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com