Wooo, jadi bahkan perlu pakai teknologi canggih ya agar tong sampahnya bisa 
bunyi "Pancasila hier!" Setuju, setuju, amin. Ide bagus. Tapi, suaranya harus 
pake bahasa Belanda lho ya. kalo bahasa Indonesia? Kurang "mengglobal." He he 
he.

Tapi, Anda harus jaga tangan, ya. Jangan terlalu "ramah" (rajin menjamah) Bu 
Presiden. Untuk menjaga terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, maka saya 
usulkan Wapres-nya Sensei Deddy. Kehadiran Sensei akan mencegah Anda 
memperlakukan Bu Presiden Nadine dengan kurang hormat. Bisa kena pasal 
penghinaan terhadap kepala negara lho!

manneke



-----Original Message-----

> Date: Sat Feb 03 03:10:02 PST 2007
> From: "Danny Lim" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [mediacare] Re: Danny Lim for Wapres RI 2009
> To: [email protected]
>
> Rapi jali, Pancasila pasti masuk tong sampah!!! Manneke pernah ke 
> Efteling nggak? Di sana ada tong sampah bisa bunyi, kalau ada orang 
> lewat di dekatnya, tong sampahnya mengeluarkan suara "Papier hier, 
> papier hier", artinya "kertas di sini, kertas di sini". Semua orang 
> tahu maksudnya, bahwa itu adalah ajakan untuk membuang sampah di 
> tong itu. Nah untuk Indonesia bunyinya diubah menjadi "Pancasila di 
> sini, Pancasila di sini".
> 
> Setelah orang Indonesia massal membuang Pancasila ke tong sampah 
> alias tidak ada lagi yang bermasturbasi dengan Pancasila, ogut (atas 
> nama presiden Nadine Chandrawinata tentunya, ihik ....) akan 
> menyosialisasikan ke seluruh 230 juta penduduk Indonesia, dan ajakan 
> untuk ber-Total Football melaksanakan:
> - Kebebasan untuk (tidak) beragama (contoh: ngga boleh lagi ada 
> kelompok rese merusak gereja)
> - Kemanusiaan yang adil dan beradab (contoh: ngga boleh lagi TNI 
> main pukul rakyat)
> - Kebangsaan yang berwawasan global (contoh: nasionalis tapi mau 
> rukun dengan penduduk negara-negara asing)
> - Kedaulatan Rakyat (contoh: DPR bisa setiap saat menjatuhkan 
> kabinet yang memble. Catatan: Kemungkinan Nadine ngga setuju dengan 
> sila yang ini, tapi akan ogut rayu dia supaya akhirnya setuju juga, 
> he he)
> - Keadilan Sosial (contoh: tidak boleh ada lagi baby ditahan oleh 
> rumah sakit akibat kemiskinan orang tuanya)
> 
> Akademisi diperlukan untuk menciptakan bibit sayuran/buah-buahan 
> yang membutuhkan sedikit air irigasi dengan panen berlimpah, dengan 
> demikian Indonesia tidak perlu lagi mengimpor beras. Akademisi juga 
> dibutuhkan untuk menangani banjir Jakarta. Agamawan dibutuhkan untuk 
> mendidik umat masing-masing agar tidak korup dan tidak gontok-
> gontokan sendiri. Masih banyak ide-ide lain di kepala ogut, tapi itu 
> semua mesti ogut paparkan dulu di hadapan presiden ogut yang ca'em, 
> Nadine Chandrawinata. Ogut percaya presiden Nadine akan mengajinya 
> baik-baik demi kemajuan nusa dan bangsa Indonesia di masa depan. 
> Okki dokki yah, sampai Pemilu 2009 nanti, cihui ...... :-).
> 
> Ngomong-ngomong, yang bakal mendampingi Nadine sebagai wakil 
> presiden siapa nih yee? Jangan yang ganteng yee, ntar Nadine kagak 
> mau dekat-dekat ogut yang jelek, cilaka butulan nih :-).
> 
> Salam hangat, Danny Lim, Nederland

Kirim email ke