Video ttg Poso yg Wido tampilkan/attached itu 85% adalah diambil dari kasus
Sampit antara etnis Madura dengan suku Dayak, sehingga tampak seolah-olah
korban yg dibantai itu dilakukan oleh kelompok kristen (padahal yg digorok
leher orang2 Muslim itu/suku Madura sesungguhnya oleh masyarakat Dayak, bukan
Kristen di Poso/manipulasi Video, ini sangat memalukan dan fitnah besar),
)kalau perlu akan saya lampirkan kasus Sampit dalam bentuk Video
lengkap.........semua yg ditampilkan persis 85 % kasus sampit !
Saya sarankan sdr Wido, kalau menayangkan sesuatu masalah itu yg jujur dan
sportif, jangan suka memanipulasikan data dan fakta......jangan suka
memgobarkan api dari hasil fitnah mu saudara......, Tuhan tidak buta dan
tuli...sbg Muslim apa anda tidak takut kena Azab
Neraka.....................sadarlah segera................
rahmad budi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
belum pernah ke Poso
nggak nonton videonya
lalu berkomentar
On 2/2/07, Danny Lim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Haaaah ........
Wido sampai sekarang masih senang berpikir picik
demi kelompoknya saja, bukan demi bangsa dan negara Indonesia? Waduh
waduh waduh ..... sia-sialah pengorbanan ogut menjadi dosen Wido
selama beberapa bulan tempo hari.
Wido, Wido, kapan bisa eling sih nih deh donk tuh bah :-(. Ibu
Pertiwi membutuhkan rakyat yang nasionalis silaturakhmis, bukan
arabis gontok-gontokis. Haiyaaa ...... cilaka butulis nih Wido :-(.
Salam hangat, Danny Lim, Nederland
--- In [email protected], Wielsma Baramuli <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Penyebab terjadinya konflik dan lestarinya konflik di Indonesia
karena di Indonesia banyak di huni orang-orang seperti Wido, yang
suka menghalalkan segala cara, bahkan suka menggadaikan kebenaran
demi membela kepentingan kelompok. Thanks Budiman untuk responsnya.
>
> BUD'S <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Yang dimaksud video tersebut
dapat dilihat di situs ini : http://www.youtube.com/watch?v=8Bo-
ZRb1Edg
>
> Kelihatanya video tersebut adalah adalah hasil editan dari
beberapa kasus di Indonesia, misalnya kasus Sampit yang terjadi
pemegalan kepala ( makanya banyak kepala yang dipegal di video
ini ) , poso dan Ambon ( kapal pesiar ), dll. coba deh perhatikan
senjata yang mereka bawa serta pakaian yang mereka pakai, kita bisa
menduga itu kejadian didaerah mana.
>
> " mungkin polisi itu jijik mempersilahkannya masuk ke mobil atau
bisa juga ia takut melindungi pemuda itu sementara puluhan pemuda
Kristen Radikal sedang memukulinya. " Ngak ada tuh didalam Video
>
> Jangan2 Video tersebut sengaja dibuat oleh orang tertentu dengan
tujuan tertentu pula. cobadeh dengar bahasa pengantar yang
dipergunakan.
>
> Salam, Budiman
>
> ----- Original Message -----
> From: Wido Q Supraha
> To: [email protected]
> Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, January 31, 2007 1:30 PM
> Subject: [mediacare] Ketidakadilan MEDIA dalam pemberitaan POSO
>
> Saksi Poso Berbicara Di Jakarta
> (laporan Syarifuddin Ambalawi)
>
> Hanya selang 2 hari setelah sweeping Brimob terhadap 16 muslim
Poso yang termasuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) yang
menyebabkan tewasnya belasan penduduk sipil muslim Poso 22 Jan 2007
lalu, Ust. Ahmad kemudian diutus oleh Ust. Adnan Arsal, tokoh agama
Islam Poso setempat, untuk ke Jakarta melaporkan fakta sebenarnya.
Kamis, 25 Jan 2007, Ust. Ahmad didampingi beberapa tokoh Forum Umat
Islam, termasuk Ust. Abu Bakar Ba'asyir dari Majelis Mujahidin
Indonesia dan Habib Rizieq dari Front Pembela Islam, mendatangi
Komnas HAM untuk menyampaikan fakta.
>
> Rekaman Video Yang Menjijikkan
> Rekaman video kekejaman 'Kristen Radikal' pada masa sebelum
kesepakatan Malino dipersaksikan. Tampak belasan mayat anak kecil
Muslim sedang dikumpulkan, diantaranya ada anak balita yang 1/3
tempurung kepala bagian atasnya lepas terbacok rata (kemudian
disambungkan lagi), usus terburai dan anak kecil lainnya yang
punggung atau bahunya terbelah lebar dan dalam bekas bacokan. Disisi
lain tampak pula mayat-mayat orang dewasa termasuk para wanita
dewasa. Mayat seorang ibu terlihat pergelangan tangannya putus rata
dibacok dengan senjata yang sangat tajam yang menyebabkan bekas
bacokannya sangat 'rata'.
> Suatu rekaman video penutup akhirnya diputarkan yang menyebabkan
teriakan ledakan marah para pemuda ormas Islam yang ikut hadir
disertai teriakan histeris para wartawan yang ikut menyaksikan.
Dalam rekaman ini tampak seorang pemuda muslim Poso sedang dikeroyok
oleh sekelompok pemuda Kristen Radikal (istilah yang dikemukakan
Habib Rizieq untuk membedakannya dengan umat Kristen umum). Sebuah
golok telah menyabet kulit kepala pemuda tersebut hingga terkelupas
selebar dan setebal kue serabi, sehingga terlihat daging berwarna
putih dan kelupasan kulit kepala yang masih menggantung di kepalanya
terumbai-umbai ketika ia bergerak kesana kemari. Pemuda muslim ini
terlihat masih bisa berdiri dan teriak-teriak minta tolong pada
polisi bersenjata lengkap yang ada disekitarnya namun tak berdaya
atau tak berani atau tak mau bertindak tegas. Beberapa pemuda
Kristen Radikal terlihat masih terus memukulnya dengan kayu,
sementara seorang pemuda lainnya menombak dada kiri pemuda malang
> tersebut dengan sebilah bambu runcing. Pemuda tersebut melepas
tombak bambu itu dengan tangannya, lalu dengan kepala yang
berlumuran darah, kulit kepala terkelupas, baju penuh darah, ia
berjalan terhuyung menuju mobil polisi yang ada 3 meter
disampingnya. Sesaat terlihat kelupasan kulit kepala pemuda tersebut
masih melambai tergantung diatas telinganya akibat gerakan tubuhnya.
Seorang polisi yang ada dalam mobil tersebut mengusirnya ketika
pemuda malang itu minta perlindungan, mungkin polisi itu jijik
mempersilahkannya masuk ke mobil atau bisa juga ia takut melindungi
pemuda itu sementara puluhan pemuda Kristen Radikal sedang
memukulinya. Walau akhirnya pemuda malang tersebut bisa diselamatkan
ke sebuah mobil patroli bak terbuka polisi, namun dari sekitar 20 -
30 polisi yang ada di lokasi hanya 1-2 orang yang terlihat berusaha
melerai, namun dengan cara seadanya.
> Andi Baso, tokoh penandatangan Perjanjian Malino, yang ikut hadir
menjelaskan bahwa itu masih belum apa-apa dibanding laporan yang ia
terima dimana beberapa wanita dewasa di suatu desa di Poso diperkosa
para Kristen Radikal dan beberapa diantaranya kemaluannya dimasukkan
botol dengan paksa, ditendang kemaluannya, dan lalu sebagian mati
ditempat. Kabar lain mengatakan Tibo pernah menyembelih seorang anak
kecil dan meminum darahnya yang sedang mengalir dari lehernya
langsung ke mulutnya.
>
> Kecemburuan Sosial Sebagai Sumbu Perang Antar Umat Beragama Poso
> Menurut Andi Baso, pemicu awal perang Poso adalah kecemburuan
sosial dari umat Kristen terhadap kemajuan umat Islam di Poso. Warga
Kristen Poso sudah biasa menenggak minuman keras sehingga bangun
telat, ke ladang telat, kerja telat, akhirnya ekonomi memburuk.
Sedang warga muslim, ditambah pengaruh transmigran muslim dari Jawa,
yang selalu bangun subuh untuk sholat subuh, lalu berangkat kerja
sejak subuh, lantas lebih cepat maju. Akibat kemajuan ekonomi umat
Islam, lantas lebih banyak mesjid dibangun, lalu uang lebih banyak
tersedia untuk beli pengeras suara. Kemajuan rumah ibadah dan
pengeras suara ini merupakan friksi awal yang memulai kecemburuan
sosial. Secara logika dalam situasi seperti ini provokasi dari luar
lebih mudah meledakkan umat Kristen, sebaliknya tidak ada artinya
provokasi bagi umat Islam yang tidak memiliki kecemburuan sosial.
>
> .
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Expecting? Get great news right away with email Auto-Check.
> Try the Yahoo! Mail Beta.
>
--
Rahmad Budi H
Republika
Jl Warung Buncit Raya 37 Jaksel
0856 711 2387
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos?
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.