masih terekam dalam ingatan saya sekitar tahun 70-80 an, ketika program KB (keluarga berencana dengan dua anak) dilaunch dan Bali termasuk salah satu daerah yang "sukses" menggolkan program ini. juga program transmigrasi palsu yang digalakkan
hasilnya? senyatanya penduduk Bali bertambah surut, penduduk pendatang bertambah banyak dan membanjiri Bali bahkan beberapa sektor utama di bidang ekonomi dan politik banyak yang udah diambil alih oleh sang pendatang bukan itu saja..pekerja dari level upah terendahpun saat ini telah dipegang oleh sebagian besar para pendatang apakah artinya? dasar pemimpin2 yang tamak yang selalu berwajah palsu dan berakting kotor dalam menaikkan derajat sukunya, derajat kaumnya, derajat rekan satu agamanya untuk menindas penduduk lokal stop publikasi KB! beachboy ----- Original Message ---- From: Sunny <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, February 7, 2007 12:34:14 PM Subject: [mediacare] Wapres Usul Keluarga di Jawa Dibatasi Satu Anak RIAU POS Wapres Usul Keluarga di Jawa Dibatasi Satu Anak Rabu 07 Februari 2007 JAKARTA (RP)- Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menilai jumlah penduduk di Pulau Jawa sudah sangat padat. Untuk itu, keluarga yang tinggal di Jawa harus dibatasi hanya memiliki satu anak saja. Menurut saya, karena lahan sempit maka penduduk berdesakan. Kalau banjir habis semua. Maka kalau perlu memiliki anak hanya satu, ujar Kalla ketika membuka Rapat Kerja Program Keluarga Berencana Nasional di Kantor Wakil Presiden, kemarin. Sebaliknya, Wapres mengusulkan jumlah penduduk di luar Jawa justru harus ditambah memiliki banyak anak. Khususnya di daerah yang jumlah penduduknya masih sangat sedikit seperti Kalimantan dan Sulawesi, satu keluarga boleh memiliki tiga anak. Bahkan, agar sejahtera, penduduk Papua bisa memiliki lima anak, katanya. Program keluarga berencana, ujar Kalla, tidak bertujuan mengurangi jumlah penduduk. Karena itu program KB tidak bisa diseragamkan dengan cukup dua anak saja karena situasinya berbeda. Tujuan kita bukan angka tapi kesejahteraan. Formula jumlah anak yang sesuai harus berdasarkan daya dukung ekonomi, lahan, pendidikan, dan masyarakat, terangnya. Kalla menuturkan, ada negara yang jumlah penduduknya kecil sehingga sejahtera seperti Singapura. Namun, ada pula negara yang jumlah penduduknya sangat besar namun juga bisa sejahtera, seperti Cina. Jadi, Indonesia yang penduduknya 200 juta juga bisa sejahtera, tegasnya. Wapres Jusuf Kalla menuturkan, Cina sempat berfikir menurunkan jumlah penduduk dengan menerapkan kewajiban untuk memiliki satu anak saja. Namun, aturan itu lantas direvisi karena pemerintah Cina menilai jumlah penduduk yang besar adalah aset dan modal dasar ekonomi. Demikian pula Singapura. Mereka sempat berpikir akan menurunkan jumlah kelahiran warganya sampai negatif. Namun, mereka ternyata terkejut karena itu justru berbahaya, terangnya. Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Sugiri Syarief mengaku Indonesia terancam mengalami ledakan jumlah penduduk dalam beberapa tahun ke depan. Hal itu disebabkan saat ini baru 66 persen pasangan usia subur yang mengikuti program keluarga berencana (KB). Dalam lima tahun terakhir ini peserta KB hanya meningkat 0,5 persen per tahun. Jika ini dibiarkan, saya khawatir terjadi ledakan jumlah penduduk yang akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan nasional, utamanya pengentasan kemiskinan, jelasnya. Jika peserta KB hanya meningkat 1 persen setiap tahun, kata Sugiri, jumlah penduduk Indonesia pada 2015 akan mencapai 237,8 juta jiwa. Bila peserta KB konstan 0,5 persen, jumlah penduduk pada 2015 akan mencapai 255,5 juta. Namun bila peserta KB justru menurun 0,5 persen, jumlah penduduk pada 2015 akan mencapai 264,4 juta jiwa, terangnya.(noe/ jpnn) ____________________________________________________________________________________ The fish are biting. Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing. http://searchmarketing.yahoo.com/arp/sponsoredsearch_v2.php
