From: Arsa Wening arsa
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Pasar Kembangsari Bantul, pasar komunitas pertama pasca gempa
Yogyakarta (18/2) Tak sebagaimana lazimnya pasar yang ada di Pulau Jawa,
Pasar Kembangsari, Piyungan, Bantul dibuat dengan desain unik. Pasar permanen
pertama yang dibangun pasca gempa Yogyakarta, Mei 2006 lalu itu memiliki 163
los berukuran 23 x 1,5 meter dan 23 kios berukuran 3 x 2,5 meter. Letak los
mengelilingi kios yang didesain meyerupai payung dengan struktur bangunan kuat.
Sementara kios yang biasanya
diisi pedagang besar berada di dalam. Terbalik dengan umumnya pasar yang
biasanya menempatkan los-los (lapak) di dalam pasar.
Tentang konsep pasar yang tidak umum ini, Direkur Program Baznas Dompet
Dhuafa, Kusnandar mengungkapkan. "Kami menamainya pasar komunitas. Di dalamnya
ada pemerataan perputaran ekonomi dengan menempatkan pedagang-pedagang kecil di
bagian depan. Sehingga pedagang kecil mudah diakses pembeli. Sementara dengan
dagangannya yang lebih komplit pedagang kios tetap dapat konsumen", terang
Kusnandar di
Bantul, Minggu (18/2).
Bangunan pasar yang tergolong megah ini diperuntukkan secara cuma-cuma pada
para pedagang. Sebelum gempa yang meluluhlantakkan bangunan pasar ini, para
pedagang menjajakan dagangannya di los-los yang terbuat dari kayu dan bambu.
Sejak gempa
menggoyang Yogyakarta dan Jawa Tengah, dalam sebulan pasar tak beraktivitas.
Selain bangunannya porak poranda pedagang juga masih trauma.
Pemilihan pasar Kembangsari itu menurut Kusnandar melalui proses sigi dan
pendekatan yang alot. "Sebelumnya kami menyigi delapan pasar yang rusak pasca
gempa di Bantul dan Yogyakarta. Tetapi belum ada pasar yang siap dikelola
secara komunitas. Sampai akhirnya kami menemukan pasar Kembangsari yang dengan
komitmen kami membangun pasar dimana para pedagang siap membentuk komunitas dan
mengelola pasar bersama-sama", imbuh Kusnandar.
Nilai lebih dari pasar ini tidak hanya bangunannya saja melainkan
terbentuknya komunitas pedagang pasar. Bu Samawi, salah seorang pedagang Nasi
Kucing, mengungkapkan rasa terima kasihnya karena memiliki los yang bagus.
"Gempa niki mbeto berkah. Nek mboten wonten gempa kula nopo nggih bakal gadah
peken ingkang sae", (gempa ini juga berkah,
kalau tidak ada gempa saya tidak bakal punya pasar bagus), aku Bu Samawi dengan
nada gembira. Pendapat senada juga diungkapkan oleh Bu Pawiro yang menempati
los no 18. "Nggak pernah mimpi bakal punya pasar sebagus ini mas", kometar
pedagang lainnya, Bu Luluk yang menempati kios no 5.
Namun, konsep pasar komunitas ini awalnya kurang mendapat respon baik dari
pemerintah desa. Diakui Herdiansah, Koordinator Dompet Dhuafa Jogja, meski
komunitas pedagangnya menerima tetapi kepala desa awalnya belum legowo. "Dia
mengatakan, karena dana dari
Dompet Dhuafa ini dana hibah serahkan saja ke desa biar dikelola desa, tidak
usah bikin paguyuban-paguyuban", kata Herdi menirukan ungkapan Kepala Desa
Kembagsari, Rasmudji.
Sementara bagi Dompet Dhuafa (DD), amanah bantuan mesti disampaikan langsung
dan tepat pada sasaran penerimanya. Pengalaman selama ini, menyalurkan bantuan
melalui birokrasi lebih banyak menguapnya ketimbang sampainya.
Berbeda dengan respon pemerintah desa yang setengah hati, Bupati Bantul,
Idham Samawi mendukung penuh proses pembangunan Pasar Kembagsari yang didanai
Dompet Dhuafa ini. Bahkan ia menurunkan perintah langsung agar pembangunan
pasar tidak dipersulit. Dalam audiensi dengan Bupati pada Selasa lalu, Idham
juga mendukung penuh program recovery yang dilakukan DD di Bantul pasca gempa.
"Saya berterima kasih DD sudah memperhatikan masyarakat saya yang sedang kena
musibah. Saya juga melihat lembaga ini tidak setengah-setengah dalam membuat
program. Pasar Kembangsari dan pembangunan SDN Pacar dan MI Giriloyo
membuktikan keseriusan lembaga ini. Apalagi DD juga komitmen mendampingi
programnya dalam jangka dua tahun kedepan", tandas Idham di rumah dinas Bupati,
Bantul, Selasa
(13/2).
Pasar yang peresminnya dilakukan, Senin (19/2) oleh Bupati Bantul, Idham
Samawi itu komunitasnya (paguyuban) akan dimanajemeni oleh BMT Tamzis. Pasar
juga dilengkapi dengan sarana ibadah, mushola, kamar mandi, dan kantor
pengelola pasar. Total dana yang dianggarkan untuk pembangunan Pasar
Kembangsari ini menelan dana Rp 847.100.000.
------------------------------------------------------------------------------
UNDANGAN
Kami mengundang rekan-rekan media kiranya berkenan hadir pada peresmian Pasar
Kembangsari Bantul bersama Bupati Bantul, Idham Samawi.
Hari/tgl :
Senin, 19 Februaru 2007
Waktu :
Pukul 13.00
Tempat :
Pasar Kembangsari, Jl Kembangsari, Piyungan, Bantul, DIY
Atas dukungan dan kehadirannya kami ucapkan terma kasih.
Contact person :
Herdiansah (08562289825)
---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.