Kondisi ekonomi Indonesia saat ini sungguh memprihatinkan, semuanya serba lesu. Kadang kita berpikir, bagaimana caranya kita semua keluar dari lingkaran setan ini? Beberapa teman mengingatkan resiko munculnya Revolusi sosial, namun kita semua mengetahui, bahwa itu resikonya ongkosnya terlalu besar tidak hanya bagi kita semua namun hingga ke anak cucu kita.
Satu hal yang dapat kita mulai seperti usulan rekan kita adalah Revolusi moral. Ini bisa kita mulai dari satu hal yang paling sederhana. Kita semua harus bisa bangkit dari keterpurukan. Jangan mau bila kita harus terpuruk, dan jatuh, jangan mau. Ekonomi Indonesia terpuruk, namun Impian Indonesia masih terus berkibar! Hendy Setiono Kebab Turki baba Rafi saya kenal 10 bulan lalu masih berumur 22 tahun memiliki 25 cabang franchise di Surabaya. Saat ini dalam waktu 2 tahun menjadi The Best Young Entrepreneur of the Year Business Week. Dirinya mampu memajukan dirinya, membangkitkan dirinya untuk maju bersaing secara Internasional. Jangan underestimate Impian Indonesia, Delon yang dulunya penyanyi Choir / koor di sebuah gereja, saat ini menjadi bintang tenar di seluruh Indonesia, menjadi idaman banyak remaja putri. Teman saya yang lead singer pada Choir tempat Delon menyanyi sungguh menyesal, bahkan dia merasa lebih baik daripada Delon. Kita jangan pernah berhenti berharap, seperti yang ada di American idol season 6, seorang gadis Dog walker, sebuah profesi yang seperti Baby Sitter hanya yang dijaga, yang diajak jalan-jalan adalah anjing, mampu mengangkat dirinya menjadi Top 24. Mampu menyanyi dengan sepenuh jiwanya. Jiwa kita ini sungguh berharga, teman saya seorang perempuan lulusan SMA terakhir bekerja sebagai telepon operator, lalu customer service, sekarang mampu menjadi Key account specialist. Lulusan SMA namun mampu tampil kedepan, membusungkan dada, merasa mampu menangani penjualan barang-barang elektronik untuk customer besar [Key Account] dengan target bulanan ratusan juta rupiah, mampu ditangani dengan baik, penuh tanggung jawab. Saat ini kita merasa prihatin dengan para SPG [Sales Promotion Girls] mereka kebanyakan pensiun pada umur 31 tahun, saat memiliki anak, atau bersuami, berat badannya meningkat, tak mampu bersaing dengan yang lebih muda, dan pensiun pada usia dini. Ini sungguh mengenaskan, kita harus memiliki rasa berjuang, kemauan keras, untuk meraih Impian Indonesia. Seperti Hendy Setiono kekab Turki Baba Rafi yang hanya lulusan SMA. salam, Goenardjoadi Goenawan
